
Sementara itu di dalam markas The Ravens, semua orang tampak bersiaga. Namun begitu, baik Dax, Fredy dan Bearice, sama sekali tidak melihat kepanikan di wajah Noah.
"Ketua, apa kau benar-benar akan keluar?"
Hampir empat ratus orang yang berad fi dalam sana, siap untuk melawan pasukan yang di bawa Kurt Briley. Akan tetapi, Noah memberi perintah agar mereka melihat saja apa yang akan dilakukannya di luar sana.
"Ya, aku akan keluar dan Kalian tetap bersiaga. Aku hanya ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu."
Mendengar kata-kata Noah, Kening Dax mengernyit heran. "Ketua, aku yakin jika kita menghadapi mereka bersama, maka akan ada kesempatan bagimu dan yang lainnya untuk melarikan diri."
Tentu saja itu yang bisa Dax pikirkan saat ini. Kemungkinan untuk menang sangat kecil, bahkan terlihat sangat mustahil.
Memang mereka tau bahwa Noah sangat kuat. Tapi seribu orang bukanlah lawan yang bisa di hadapi yang karena seseorang kuat saja.
Wajah Noah seketika berubah. Dia benar-benar kesulitan untuk mengontrol emosinya beberapa waktu terakhir ini.
"F**k Dax ... apa menurutmu aku melakukan semua ini dan akan lari hanya karena orang-orang itu mengepung tempat ini?!"
Dax langsung tertegun. Entah kenapa dia sama sekali tidak berani membantah kata-kata Noah.
Namun begitu, Bearice datang mendekat mencoba menjelaskan pada Noah situasinya.
"Noah, aku tidak tau apa yang terjadi padamu. Aku dan Fredy melihat kau memang sudah jauh berubah. Akan tetapi, apa yang dikatakan oleh Dax, benar. Setidaknya mereka berjumlah seribu orang."
"Benar, Noah. Sebaiknya kita berusaha keluar dari masalah ini, dan menggunakan kesempatan lain di masa depan."
Noah langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak ... Aku akan keluar, dan kalian boleh melakukan apapun yang kalian inginkan."
Setelah mengatakan itu. Noah langsung berbalik dan pergi begitu saja.
Saat itu juga, mata ketiganya dan seluruh anggota the Ravens di sana melebar. Semua orang saat ini melihat Noah berjalan tanpa ragu keluar dari Markas mereka.
"Noah ... ! Hei ... "
Bearice berniat mengejar namun Fredy menahannya. "Bearice, kau dan wanita-wanita lainnya tunggu di sini. Aku, Dax dan yang lain akan keluar mengikutinya."
"Fredy, Dax ... apapun yang terjadi, kalian harus memastikan keselamatan Noah."
Saat itu juga keduanya menganggukkan kepala mereka.
"Nona Bearice ... Sejak the Ravens berdiri Kami tidak pernah pernah di pimpin oleh orang-orang lemah. Dia antara semuanya yang pernah berdiri dipuncak termasuk aku, Noah adalah yang terkuat. Percayalah pada kami ... Pemuda yang kini berjalan keluar itu, adalah pemimpin gangster terhebat yang pernah ada di kota ini."
Kata-kata Dax tersebut mendapat anggukan semua orang. Bahkan setelah mendengarnya, mereka semua menjadi sangat bersemangat.
Beberapa saat yang lalu, seolah kemenangan tidak akan mungkin mereka raih. Namun kini, mereka merasa seolah tak ada yang tak mungkin jika mereka terus mengikuti the Madness ... Ketua mereka tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, di luar, Kurt Briley yang baru saja turun dari mobil, berjalan menuju barisan paling depan.
Pemuda itu tampak berjalan dengan penuh percaya diri. The Ravens kuat, dia juga tau itu. Tapi, pasukan yang dia bawa, bukanlah pasukan biasa.
Mereka adalah penguasa dunia bawah tanah, yang sedikit berbeda dari yang ada di kota ini.
Begitu Kurt Briley sampai di depan, salah satu anggota Jaringan keluarganya mendekat.
"Tuan Briley, sepertinya seseorang baru saja keluar dari tempat itu."
Kurt Briley mengangguk dan segera sedikit memicingkan matanya. Sekarang, dia melihat seorang pemuda dengan Hody hitam, yang baru saja keluar berjalan mendekat pada dia dan pasukan yang di bawanya.
"Huh, apa dia akan menyerah? ... Sial, ini bahkan jauh lebih mudah dari apa yang aku pikirkan."
Anggota Jaringan keluarga Briley, sempat berfikir sama untuk beberapa saat. Namun, melihat bagaimana santainya pemuda itu berjalan ke arah mereka, muncul kemungkinan lain di pikiran mereka masing-masing.
"Tuan Briley, aku rasa—"
Tidak sempat anggotanya menjelaskan, Kurt Briley langsung memotong kata-katanya.
"Aku akan membiarkan dia berlutut terlebih dahulu, setelah itu habisi dia dan setiap anggota the Ravens yang mencoba melawan."
Anggotanya hanya bisa menganggukkan kepala. "Baiklah ... "
Kurt Briley tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh. Saat pemuda itu semakin mendekat, saat itu dia merasa seolah pernah melihatnya sebelumnya.
Sangat mengejutkan baginya, saat pemuda itu berhenti cukup dekat dan membuka penutup kepalanya. Jarak yang hanya sekitar enam meter di antara mereka, membuat Kurt Briley bisa melihat dan mendengar suara pemuda itu dengan sangat jelas.
Noah membuka tutup kepalanya, lalu memasukkan kedua tangan ke saku depan celananya. Dengan sebuah senyuman meremehkan, Noah menyapa.
"Yo, Tuan Briley ... Sepertinya kita bertemu lagi."
Mata Kurt Briley melebar dan seketika itu juga tanpa sadar tangannya menunjuk pada Noah, dan berkata terbata.
"Kau ... Kau ... Pemuda ... Itu ... Kau, bersama dengan ... Jade, bukan?"
Noah menganggukkan kepalanya, namun setelah itu dia menggeleng seolah tidak percaya.
"Hmm ... Sepertinya ingatanmu cukup bagus. Jika begitu, ini akan menjadi mudah—"
Kata-kata Noah terputus, karena tiba-tiba saja Kurt Briley tertawa terbahak.
"Hahahahhahaha ... Kau ... Hahahahaha!"
Entah kenapa Noah melihat Kurt Briley menganggapnya sangat lucu. Tentu saja, Noah yang beberapa waktu terakhir sulit mengendalikan emosinya, tersulut amarah.
__ADS_1
"Sial ... Apa yang membuatmu tertawa, brengsek?"
Kata-kata Noah, langsung menghentikan tawa Kurt Briley. Namun begitu, senyuman meremehkan tidak hilang dari wajahnya.
Di saat bersamaan, dia juga melihat ratusan orang keluar dari markas the Ravens. Menyadari situasinya, meski cukup mengejutkan, kini Kurt Briley yakin bahwa Noah adalah ketua the Ravens yang telah membuat ulah beberapa waktu terakhir.
"Bajingan, aku tidak tau bahwa pemimpin the Ravens adalah dirimu. Tapi, itu sudah tidak jadi soal. Bahkan, sepertinya aku dan keluargaku berhutang terimakasih padamu."
Noah mengedarkan pandangannya, melihat pada beberapa orang yang kini juga sedang menatapnya. Tak lama, dia pun menganggukkan kepalanya sedikit sebelum akhirnya menanggapi Kurt Briley.
"Aku tidak tau, bahwa Jaringan di kota ini memiliki tradisi unik ... Apa ayahmu mengajarkan bahwa kalian harus berterimakasih terlebih dahulu pada orang yang akan menghancurkan keluarga kalian?"
"F**k ... Hei brengsek. Hanya karena kau berhasil menguasai gangster di kota ini, bukan berarti kau bisa berbicara seolah kau sudah berada di puncak sesuatu. Hari ini, orang-orang yang ku bawa adalah penguasa-penguasa jalanan dari banyak daerah dan kau ... "
Kurt Briley sengaja menggantung kata-katanya, lalu menunjuk pada pada Noah. "Mereka akan membuat Kau dan segala permainan anak-anakmu ini, berakhir."
"Hmm ... Aku rasa Jade benar.
Sepertinya kau memang pecundang yang sangat bodoh."
Wajah Kurt Briley, memerah. Dia menggeretakkan giginya sebelum berkata dengan geram.
"Kau yang bodoh, Bocah brengsek! ... Sudah aku katakan, mereka adalah penguasa jala—"
"Ya, ya ... Ya! Kau tidak perlu mengulang-ulangnya. Aku sudah tau itu dan itu kenapa aku mengatakan bahwa kau memang pecundang yang sangat bodoh."
"F**k ... Apa maksudmu, brengsek?! ... "
Saat itu juga wajah Noah berubah menatap Kurt Briley dengan tatapan jijik.
"Huh ... Kau membawa para penguasa jalanan sebanyak ini kesini, tapi apakah kau tidak tau bahwa masing-masing dari mereka dipimpin oleh satu dari empat Raja?"
Saat itu, Kening Kurt Briley langsung mengkerut. Entah kenapa perasaannya berubah menjadi tidak nyaman. Dengan suara yang sedikit mengecil, dia bergumam.
"Raja? ... "
Noah tidak perlu menanggapi Gumaman Kurt Briley tersebut. Karena saat itu juga, seluruh pasukan yang berada di belakang Kurt, langsung maju serentak dan membungkuk di hadapannya lalu berseru lantang.
"RAJA ... !"
Melihat itu, Mata Kurt Briley langsung terbelalak. Ini benar-benar di luar dugaannya, dan tak ada yang mengungkit hal seperti ini sebelumnya.
Kurt Briley sangat sulit untuk mempercayai fakta Bagaimana mungkin, pemuda yang kini berdiri angkuh di depan ribuan orang itu, memiliki posisi yang mengerikan seperti ini, di luar sana.
Tidak hanya Kurt Briley saja. Fredy, Dax dan seluruh anggota the Ravens yang berada di belakang Noah, menunjukkan ekspresi yang hampir sama.
__ADS_1
Tunduknya seribu orang yang kini berada di depan pemuda itu, langsung menegaskan bahwa tidak hanya sebagai ketua the Ravens saja, Noah benar-benar adalah satu dari empat Raja jalanan yang ada di negara bagian Goldwest.
"Kurt Briley ... katakan, apa sekarang kau masih ingin berterimakasih, padaku?"