World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Panggilan dari HighCopper


__ADS_3

Noah membuka matanya. Saat dia menoleh ke samping kiri, dia melihat Alice masih tertidur sangat pulas.


Pemuda itu tersenyum saat mengingat apa yang telah mereka lakukan pada malam sebelumnya. Noah mendekatkan wajahnya dan mencium puncak kepala wanita itu.


"Alice ... Terimakasih."


Setelah mengatakan itu, dia bangkit dari sana dan berjalan ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya.


"Bell ... "


Sudah banyak yang dia lakukan untuk meningkatkan poin Systemnya. Saat ini, dia ingin tahu apa yang bisa dia lakukan dengan panel-panel bar abilty yang dia miliki, yang ada di dalamnya.


Tak berapa lama, tampilan hologram itu muncul di pandangannya.


[Nama Pengguna = Noah Evans]


[Status = Manusia Bumi level B]


[Pengalaman(P) = 160]


[Mentalitas(M) = 90]


[Vitalitas(V) = 90]


[Sense (S) = 60]


[Intuisi (I) = 70]


[Keahlian Spesial (KS) = 5]


[Poin (P) = 2.960.062.217]


[Poin Spesial (PS) = 250]


[Level (L) = 4]


[Minimal Belanja Bulanan (MBB) = Komplit]


[Misi Sistem : Penyelamatan dan Dominasi]


[Mode Misi : Gluttony(Kerakusan)]


[Misi Utama : Penguasa]


Selain poin sistemnya yang bertambah, ada dua perubahan lain yang bisa di lihat Noah di sana.


Pertama, dia melihat bar pengalamannya bertambah. Dia tidak begitu terkejut, Karena beberapa waktu terakhir, dia.telah banyak melakukan sesuatu yang sama sekali belum pernah dia lakukan sebelumnya.


Intuisi juga sama. Beberapa hal, dia putuskan berdasarkan intuisi saja. Dan itu cukup bekerja, setidaknya sampai tahap ini.


Namun, setelah mendengar apa yang dijelaskan oleh Henry dan Liam, dia merasa sudah saatnya baginya, untuk mengupgrade salah satu abilty yang ada di sana.


Satu orang yang kedua temannya itu sebut, membuat Noah berpikir bahwa seseorang yang memiliki kemapuan kuat biasa, sedang menunggu untuk menghalangi usahanya dalam mendominasi seluruh negara bagian GoldWest ini.


Jika orang itu mampu membuat Lima bahkan keluarga Zargosky, yang merupakan para penghuni di the Elevens tunduk padanya, tentu saja itu tak biasa.


Karena cara kerja Sistem pada level ini sudah berubah, dan dia hanya bisa menaikkan satu kali diantara tiga kesempatan yang ada, Noah tidak ingin gegabah untuk menentukannya.

__ADS_1


"Baiklah, coba kita lihat ... Kemampuan khusus yang aku miliki."


[Ilmu Beladiri : level Raja tingkat Empat]


[Keahlian mengemudi :  Pembalap Profesional]


[Investor : Mahir]


[Negosiator : level Mahir]


[Manipulator : Dasar]


Noah berpikir untuk menaikkan level keahlian khusus baru miliknya. Menurutnya, itu sepertinya sangat penting. Namun, karena hanya punya kesempatan sekali, dia sedikit menunda.


"Sepertinya untuk benar-benar mendominasi, aku harus menaikkan level abilty kemampuan khusus yang baru ini."


Namun, saat dia hendak mencoba menukar poinnya. Dia mengingat sesuatu. Saat itu, dia memikirkan bahwa kemampuan investasinya juga harus ditingkatkan.


Menurutnya, meski tidak mencari keuntungan, untuk berinvestasi pada dunia Mafia, tidak semudah itu.


Bisa saja, dia salah menaruh modal, yang ternyata hal tersebut bisa berdampak buruk pada pergerakannya ke depan.


Mungkin tidak secara langsung, tapi bisa saja itu akan mempersulit World Order atau Sattelite dalam melebarkan sayapnya.


Lama Noah berpikir, sebelum akhirnya dia menganggukkan kepala. "Baiklah, bagaimanapun aku harus menaikkan salah satunya hari ini."


"Bell ... "


Panel bar itu tertutup, begitu Noah memutuskan untuk menghabiskan banyak poin sistemnya untuk salah satu abilty khususnya.


Meski air terus mengguyur kepalanya, Noah bisa merasakan sebuah sensasi asing di otaknya.


Saat ini, Noah batu menyadari keputusannya untuk tidak menaikkan bar abilty pada sistemnya adalah salah.


Seharusnya, dia bisa menaikan itu, sesaat sebelum misi di tetapkan..hingga dia bisa leluasa. Untuk memilih apa saja .yang akan dia tingkatkan.


"Sistem ini. Bekerja berdasarkan keadaan sekitarku ... Rasanya, tidak mungkin aku harus bergantung dan menunggu petunjuk ... "


Noah mematikan air begitu dia selesai. Saat keluar, dia melihat Alice sudah membuka mata dan menatap nya.


Noah membalas senyuman wanita itu, yang terlihat mengucapkan sesuatu tanpa suara.


"Pagi Alice ... "


Alice memperhatikan seluruh tubuh Noah, dari ujung kaki, hingga ujung kepala pemuda itu. Normalnya, dia pasti ingin menyentuhnya sekali lagi.


Namun, dia sudah cukup puas hanya dengan melihat saja saat ini. Alice, sama sekali belum siap dengan ekstra ronde di pagi hari.


"Kenapa melihatku seperti itu? ... Apa kau menginginkannya lagi, saat ini?"


Mendengar Noah mengatakan hal tersebut. Mata Alice membulat. Dia langsung duduk dan beringsut mundur.


Melihat Noah mendekat, Wanita itu menarik tinggi selimut yang menutupi tubuhnya, dan menggelengkan kepalanya cepat.


"Cukup ... Stop! Berhenti ... Kita akan melakukannya lain kali ... "


Noah mengangkat bahu dan berkata pasrah. "Terserah ... Aku hanya ingin membuat dirimu senang ... "

__ADS_1


Saat itu, mata Alice menatap Noah, nanar. Di kepalanya, dia sedang berpikir.


Jika Noah berkata apa yang mereka lakukan masih dalam tahap menyenangkan Alice saja, maka wanita itu tidak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi jika Noah ini, meminta Alice untuk memuaskan dirinya.


Saat itu, Alice menatap Noah yang sedang mengenakan baju.


"Noah ...  Jika kau ingin aku menyenangkanmu, setidaknya aku butuh bantuan ... "


Mendengar itu, Noah hanya menggelengkan kepalanya, tidak percaya. Dia merasa seolah apa yang di katakan Alice itu sangat aneh dikatakan seorang wanita.


"Noah ... Aku tidak bercanda. Setidaknya aku butuh satu ... Tidak, tidak ... Dua ... Ya, dua lagi ... Untuk melayanimu ... Atau, lebih ... "


Alice mengatakan itu sambil mengangguk dan menggelengkan kepalanya. Namun Noah yang memperhatikannya, hanya tersenyum, dan berkata.


"Nona Alice Sanders ... Jangan bercanda!"


Setelah mengatakan itu, Noah berbalik dan berniat untuk keluar dari kamar itu.


"Noah, aku tidak bercanda ... Kau bisa membuat seseorang mati di puncak, saat.melakukannya denganmu ... Itu tidak lucu sama sekali ... Hei, kau dengar aku?!"


Noah mendengar perkataan Alice itu, dan sebenarnya, dia sudah menyadarinya. Hanya saja, karena sudah lama tidak melakukannya, dia tidak bisa mengendalikan diri, dan hampir saja membuat Alice cidera.


Level Vitalitas tubuhnya, sepertinya sudah berada di atas manusia pada umumnya. Noah tidak bisa menyalahkan siapapun karena hal tersebut.


Sistem itu, terlanjur menyatu dan mempengaruhi seluruh tubuh, bahkan pikirannya. Itulah kenapa, saat terbangun, dia mengucapkan rasa terimakasihnya, pada wanita itu, karena mampu bertahan, hingga dia sampai ke puncaknya.


Untuk menebus rasa bersalahnya, Noah berpikir untuk memasakkan Alice sesuatu.


"Semoga aku tidak kehilangan kemampuan memasak ku ... "


"Ting ... "


Noah tersenyum, saat mendengar dentingan Bell, Sistemnya. Dia yakin, bahwa sebuah kemampuan khusus baru saja muncul di sana.


"Maaf ... Aku rasa, kemampuan masakku, masih lumayan ... Tidak, tidak kali ini ... "


Satu jam kemudian, beberapa masakan sudah terhidang. Di meja dapur Manor yang sebenernya sangat besar itu.


Namun, saat itu dia sudah mendengar suara Alice, datang mendekat.


Wanita itu, kini terlihat lebih segar dan lebih cantik. Dia melihat semua makanan yang ada di atas meja, dan tersenyum sambil mendekat pada Noah.


"Apa semua ini, untuk yang semalam?"


Noah menganggukkan kepala, setelah sebuah kecupan di berikan wanita itu padanya.


Alice mengangguk, dan berkata. "Baiklah, sekarang saatnya menambah energiku ... Ada banyak yang akan kita lakukan setelah ini."


Noah melihat Alice langsung duduk di sana dan megambil piring dan sendok. Pemuda itu maju mendekat dan berkata.


"Biar aku yang melayanimu, Nona ... Silahkan nikmati hidangannya."


Pagi itu berjalan sangat sempurna bagi keduanya. Namun, pada siang hari, saat keduanya sedang berada di gedung pusat World Order, Noah mendapatkan sebuah panggilan dari Aiden, di HighCopper.


"Aiden?  ... Ada apa?"


"Noah, ini aku Chris ... Mia dan temannya, Sally serta satu gadis lainya ... di culik oleh Toby ... Dia memintamu, untuk datang ... Jika ingin ketiga gadis itu, di lepaskan. Tapi, Aiden nekad datang sendiri dan ... "

__ADS_1


Noah tidak lagi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Chris setelahnya. Dia hanya bisa merapatkan giginya, dan menatap tajam.


"Alice ... Sepertinya, aku harus ke HighCopper ... "


__ADS_2