World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Kode Pergerakan


__ADS_3

"Pranggh ... !!"


Nicholas Zargosky menghempaskan monitor komputer yang ada di atas meja kerjanya, saat mendengar laporan dari salah satu bawahan yang kini berdiri di hadapannya.


"F**k!! ... Idiot, itu ... Aarrgh!!


Dia benar-benar dibuat kesal dan prustasi karena itu. Saat ini, dia dan Jaringan Keluarga lain yang beraliansi dengannya, sedang menargetkan sesuatu yang jauh lebih besar.


Tidak ingin ada satupun yang mengganggunya, itulah kenapa Nicholas Zargosky memilih diam saat mendengar apa yang terjadi di HighCopper, beberapa waktu sebelumnya.


Namun, apa yang dilakukan Tobias akan berdampak pada rusaknya rencana yang akan mereka lakukan. Setidaknya, untuk dia dan Jaringannya.


Meski tidak secara langsung, namun jika terjadi sesuatu pada salah satu anggota keluarganya, bukan tidak mungkin Jaringan Zargosky akan semakin kehilangan wajah, pada yang lainnya.


"Maaf, tuan! ... Belum terlambat jika kita menghubunginya dan meminta Tuan Toby, untuk menghentikan rencananya"


Mendengar itu, Nicholas Zargosky menggelengkan kepalanya. Dia berdiri bertopang dengan kedua tangan, dengan bahu terlihat naik turun, karena menahan sesak, amarahnya sendiri.


"Berita ini, pasti sudah di ketahui oleh banyak orang ... Jika aku memintanya mundur sekarang, maka itu akan langsung berdampak buruk!"


Nicholas Zargosky memang memiliki temperamen yang sangat buruk. Akan tetapi, dia selalu berhasil mengendalikannya dengan cepat, dan berusaha berpikir setenang mungkin.


Meski nafasnya, masih terlihat sesak, dia mengangkat wajahnya, dan mengedarkan pandangannya menatap semua orang yang berdiri di ruangannya tersebut.


"Dimana Tamara? ... "


Mendengar Nicholas mempertanyakan keberadaan wanita yang menjadi orang kepercayaannya itu, mereka semua menunduk dan tak menjawab apapun.


"F**k!! ... Apa kalian tuli, huh?! ... Dimana Tamara?!"


Asisten yang tadi memberi laporan tentang apa yang dilakukan oleh Tobias, menghela nafas dan melepasnya. Dia mencoba memberanikan diri untuk menjawabnya.


"Maaf, Tuan ... Bukankah, anda yang meninggalkan Nona Tamara di kediaman Keluarga keluarga, Flare?"

__ADS_1


Banyak yang sudah terjadi, hingga Nicholas melupakan hal ini. Mengingat itu, hatinya semakin kesal.


Namun dia tau bahwa saat ini, tidak ada yang bisa dilakukannya untuk mengatasi itu. Akan tetapi, selama Tamara di sisinya, dia merasa wanita tersebut mampu melakukan banyak hal, bahkan beberapa di antaranya, tidak mungkin bisa dilakukan bahkan dipikirkan oleh semua orang yang berada di dalam ruangan ini.


"Oh, Sial! ... Kenapa aku membiarkan wanita itu bersama si tua Cabul, keparatĀ  itu ... "


Jelas dari raut wajahnya, Nicholas Zargosky menyesali keputusan yang dilakukannya. Lebih dari rencana yang sedang dijalankan oleh keluarganya, dia merasa keberadaan Tamara jauh lebih penting dari apapun saat ini.


Jika bisa memilih dan tidak mempertaruhkan nama keluarga, dia lebih baik kehilangan Toby, adiknya dibandingkan wanita tersebut.


Nicholas mencoba mengatur nafasnya. Dia tau bahwa dia tidak bisa terus dalam situasi seperti ini.


Sebentar lagi, akan ada banyak kekacauan di Negera bagian ini, dan dialah yang akan memulai semuanya. Namun, jika terus-menerus memiliki masalah yang tidak penting, namun sangat menggangu, bisa saja dia dan Jaringannya sendirilah yang tidak siap dengan kekacauan itu.


Namun, saat membahas keluarga Flare, Nicholas jadi teringat sesuatu. Sibuk dengan apa yang dia pikirkan, dia melupakan pergerakan keluarga yang dia percaya adalah yang terkuat di antara yang lainnya itu.


"Timothy Flare ... Ya, dia ... "


Nicholas mengedarkan pandangannya pada semua orang yang ada di sana.


Satu orang langsung maju, dan membungkukkan tubuhnya. Nicholas Zargosky mengangkat dagunya, dan berkata.


"Bicaralah!"


Orang itu mengangguk, sebelum akhirnya berkata.


"Aku tidak menerima informasi langsung terkait keluarga itu. Tapi, sebuah Jaringan lainnya juga sedang mempersiapkan sesuatu yang besar. Aku yakin, dengan apa yang mereka miliki sekarang, itu semua jelas dari dukungan langsung keluarga Flare ... "


Nicholas Zargosky mengerutkan keningnya, heran. "Keluarga siapa?"


"Fargo ... Yang di pimpin oleh Halaand Fargo."


Mendengar itu, Nicholas mencoba mengingat orang tersebut. Memang, nama itu terdengar tidak asing baginya.

__ADS_1


Meski tidak sebesar keluarga yang memiliki tempat di the Elevens. Namun, keberadaan keluarga Fargo cukup mengancam.


Saat itu, dia mencoba mengingat kembali apa yang yang dikatakan ayahnya, beberapa tahun yang lalu, tentang sebuah organisasi yang sangat rahasia, dimana saat ini Nicholas Zargosky akhirnya menjalin kontrak dengan salah satu orang dari organisasi itu.


Nicholas terus menggali ingatannya, sambil menggumamkan nama keluarga itu, di hatinya. "Fargo ... Fargo ... Fargo ... "


Lama dia berpikir sebelum akhirnya, matanya melebar. Cepat dia menoleh pada orang yang memberikan informasi itu, dan memanggilnya.


"Kau ... Kemarilah! ... Jelaskan lebih detil, apa yang kau ketahui tentang keluarga itu ... "


"Baik, Tuan ... "


Nicholas Zargosky kembali duduk, dan menyandarkan punggungnya. Dia menunjuk kursi di seberang mejanya, tanda menyuruh salah satu bawahannya itu duduk.


"Katakan, dengan jelas ... Dan jangan bertele-tele!"


Sekali lagi, dia mengangguk mengerti. Dan langsung berkata. "Aku tidak tau mereka akan kemana, tapi yang jelas, dari informasi yang aku dapatkan Halaand Fargo dan jaringannya sedang mengumpulkan orang-orang kuat."


Nicholas Zargosky mengernyitkan keningnya. Dia berpikir, bahwa keluarga itu akan melakukan pergerakan bisnis atau semacamnya.


Akan tetapi, dari apa yang dia dengar, Halaand Fargo, terlihat akan melakukan hal yang sama bodohnya dengan apa yang kini sedang di kerjakan Tobias Zargosky, adiknya.


"Hei, apa itu menurut mu penting?"


Mata orang tersebut melebar, mendengar nada datar yang keluar dari mulut pemimpin Jaringan yang diikuti nya itu.


"Maaf, Tuan ... Aku belum selesai menjelaskannya."


"Oh, Sial ... Itu kenapa sejak awal aku menyuruhmu untuk tidak bertele-tele, Brengsek! ... Apa kau bodoh, huh?!"


Tau bahwa jika dia mengatakan hal yang sia-sia lagi, maka, bukan tidak mungkin itu akan menjadi kalimat terakhirnya saat ini.


Tidak berpikir untuk menjelaskannya lagi, orang tersebut langsung berkata.

__ADS_1


"Salah satu informan yang aku letakkan di wilayah Jaringan itu, mengatakan bahwa mereka akan segera melakukan hal besar, belum diketahui gerakan itu untuk apa tapi mereka menyebutnya dengan kode, Elliot ... "


Kali ini, apa yang di katakan oleh bawahannya itu, menarik minatnya. "Elliot? ... Apa itu?!"


__ADS_2