
"Antonius, bos dalam perjalanan ke sini. Tolong perintahkan semua eksekutif untuk hadir di ruang rapat."
Begitu Antonius mendapat telfon dari Alice, dia langsung memerintahkan seluruh eksekutif World Order untuk berkumpul di ruang rapat.
Dan kepanikan oun mulai terjadi. Saat ini, mereka ingat bahwa Noah hanya memberikan mereka waktu satu bulan untuk berinvestasi.
Akan tetapi, dari seratus milyar dana yang ditambahkan, mereka baru bisa menghabiskan hanya empat milyar dollar saja. Sementara itu, waktu sudah berlalu hampir tiga minggu.
Dalam waktu lima belas menit saja, semuanya sudah berkumpul di ruangan itu. A4 juga sudah berada di sana. Menunggu kedatangan Noah.
"Untuk memastikan saja. Agar kejadian saat itu tidak terulang. Bukankah sebaiknya kita menunggu Bos di bawah?"
Dari empat orang A4, Albert Hall yang tertua. Meski sudah terbiasa dengan kekejaman mafia, baru kali ini dia melihat pemuda ingin melempar tujuh wanita cantik dari atap gedung yang memiliki tujuh puluh dua lantai.
Biasanya, sekaya apapun seorang pria, akan menggunakan kesempatan itu untuk meniduri ketujuhnya. Jika tidak, maka bisa dipastikan orang itu memiliki kecenderungan psikopat.
Justru kemungkinan itulah yang ditakutkan Albert Hall. Memiliki Bos seorang psiko bukan hal yang bagus. Maka dari itu, dia bertanya pada Alex, dengan sedikit gugup.
Sebenarnya, yang lain juga berfikir sama. Bahkan, saat di tanya Albert, Antonius dan Alex menelan ludah mereka.
"Tidak apa-apa. Old Ted yang menunggunya. Itu sudah perintah Noah. Dia sudah pernah datang kesini sekali, sejak saat itu. Hanya saja saat itu kalian semua sedang di luar, untuk bekerja."
Mendengar kata-kata Alice itu, mereka bertiga langsung bernafas Lega. Namun, itu tidak mengubah fakta bahwa mereka juga berkemungkinan akan tetap di marahi.
"Apakah kalian sudah mendapatkan tempat dimana kita bisa berinvestasi?"
Saat itu Antonius bertanya dengan sedikit berseru itu, membuat para eksekutif yang ada di sana semakin gugup.
"Alex, kita tidak bisa memberi laporan kegagalan. Di bulan pertama perusahaan ini berjalan. Itu menunjukkan bahwa kita tidak pantas bekerja padanya. Tolong pikirkan sesuatu."
"Aku menemukan dua tempat. Tapi mungkin akan ada masalah. Di sana, ada keluarga Fargo. Itu tidak akan mudah."
Mendengar itu, Alice langsung tertarik. "Alex, perusahaan apa? Dan berapa yang mereka tawarkan."
"Perusahan Entertainer, cukup besar. Jaringan Keluarga Fargo memegang empat puluh tujuh persen Saham di sana. Namun, beberapa pemegang saham sering tidak sependapat dengannya."
Alice menatap Antonius dan Albert. "Bagaimana menurut kalian?"
Albert Hall menarik nafas. "Keluarga itu sedikit sulit. Sebenarnya, saat kita mengambil alih jalan utama Silverstone. Mereka coba mengusik transaksinya. Tapi, sepertinya mereka mundur karena identitas Bos yang sangat misterius."
"Albert, mereka mengusik kita?!"
Melihat Antonius sedikit marah, Albert menggeleng. "Tidak, merkea mengusik pemilik sebelumnya. Setelah mengetahui World Order yang membeli, mereka diam dan mundur."
Alice dan Alex bertatapan. Wajar jika Antonius meradang. Pasalnya, mereka semua memiliki masa lalu yang buruk dengan keluarga itu. Selain licik, sekarang keluarga Fargo sudah sangat kuat.
"Alex, kau bilang ada dua. Yang satu lagi bagaimana?"
__ADS_1
"Satu lagi, aku kurang yakin kalian akan menyetujuinya. Karena, ini sedikit berbeda dari biasanya."
Ketiganya mengernyit saat mendengar Alex mengatakan hal itu.
"Apanya yang berbeda? Cepat katakan saja. Bos sudah akan —"
Antonius tidak sempat menyelesaikan kata-kata nya saat pintu ruangan itu terbuka.
Mereka langsung gugup padahal saat itu, baru Ted Bowie saja yang terlihat. Namun, berikutnya Noah masuk.
"Selamat siang, semuanya."
Saat itu juga mereka langsung berdiri, dan hendak memberi salam hormat. Namun, Noah memotongnya.
"Kita lewati saja bagian penghormatannya." Katanya sambil tersenyum.
Namun, entah kenapa semua orang di sana melihat senyum Noah itu, seperti sebuah seringai.
Alice langsung menyambutnya, dan berdiri di sebelah Noah. Berfikir bahwa pemuda itu akan duduk, namun ternyata tidak.
"Silahkan duduk." Saat itu mereka tampak ragu akan duduk, sementara Bos mereka masih berdiri.
Namun, Noah melirik pada Alice, yang di tanggapi dengan anggukan mengerti oleh wanita itu.
Saat satu-satunya wanita dari A4 itu duduk, barulah yang lain mengikutinya, namun Noah masih berdiri di sana.
"Apakah aku membuat kalian kesulitan?"
Tidak ada yang berani menjawab saat Noah bertanya seperti itu. Padahal, saat itu Noah bertanya dengan Ramah ditambah dengan sebuah senyuman.
Tentu saja Noah sedikit merasa menyulitkan mereka. Mengambil Alih kota tidak mungkin semudah itu. Saat itu, dia yakin bahwa dia sedikit kehilangan kendali dan memberikan misi yang ternyata membuat semua orang mendapat kesulitan.
Menurut Noah, mereka bisa saja menghabiskan semuanya dengan membeli semua obligasi di Silverstone dan membeli semua pusat bisnis yang terlihat goyah.
Akan tetapi tentu saja tidak akan semudah itu. Selain merusak pasar World Order juga akan beresiko mengalami kerugian yang sangat besar.
Melihat tidak ada yang menjawabnya, Noah mengernyitkan kening, heran. Mereka bjsa saja mengangguk atau menggelengkan kepala jika tidak dengan suara.
"Ehem ... Bos, apa kau tertarik dengan pusat olah raga Goldwest?"
Semua mata orang di sana, langsung beralih menatap Alex. Kata-kata Alex itu sungguh tidak mereka duga.
Semua orang tau bahwa Goldwest terkenal dengan olahraganya. Namun, bukan dalam artian positif. Apapun cabang olah raga dari sana, sudah bisa dipastikan masuk tiga peringkat paling klasemen liga.
Bahkan, beberapa cabang olah raga, dari sana, tidak pernah masuk kedalam liga utama negara.
Itulah kenapa semua orang kali ini menatap Alex. Mereka tidak menyangka Alex memiliki keberanian bahkan gagasan untuk mengatakan itu pada The Ghost, Bos mereka ini.
__ADS_1
Noah tersenyum. "Pusat Olah raga itu?"
Semua orang juga tau, bahwa pusat Olahraga yang dimaksud Alex memiliki luas yang sangat luar biasa. Namun, tidak ada perusahaan yang berani untuk berinvestasi di sana.
Jika di pikirkan dari sisi manapun, itu sangat beresiko. Tidak hanya mahal tapi, pasti biaya renovasi dan investasi untuk meningkatkan kinerjanya akan memakan biaya yang sangat tinggi.
Belum lagi, jika berhasil pun, keuntungan yang akan mereka dapat masih akan jauh di depan mata. Investasi di dunia olahraga, adalah salah satu investasi yang memiliki resiko yang sangat tinggi.
Alex mengangguk. "Ya, yang itu."
Sekarang, Alex yang menjadi gugup. Memang apa yang dipikirkan semua orang sangat benar. Tapi jika berhasil, maka secara tidak langsung World Order mendapatkan satu lagi tapak untuk berdiri kokoh. Tidak hanya di Silverstone saja, ini akan mencakup Goldwest secara keseluruhan.
"Baiklah, kita akan membelinya."
Belum habis keterkejutan mereka pada Alex, sekarang mereka jauh lebih terkejut lagi dengan apa yang mereka dengar sendiri, dari mulut Noah.
Lagi-lagi Noah tersenyum lada mereka. "Bukankah sudah aku katakan, bahwa Aku menatap jauh ke depan. Jadi, tentu saja kita akan membelinya. World Order akan membangun pusat Olah raga itu dan menjadikannya yang terhebat, dimasa depan."
Noah langsung menyela Alice saat gadis itu ingin bicara. "Alice, kau tau aturannya bukan? bukankah kau mengerti kenapa perusahan ini kau beri nama, World Order?"
Saat itu, Alice langsung tersentak. "Ya, tentu saja. Baiklah, aku mengerti."
Saat itu Noah menoleh pada Antonius dan Albert.
"Aku percaya pada kalian. Jadi, jangan hanya berfikir untuk membeli apa yang telah ada. Kita akan membeli, memperbaiki, bahkan membuat sesuatu, agar Jaringan kita menjadi yang terkuat."
Setelah itu, Noah melihat pada seluruh Eksekutif di sana. Lalu, dia tersenyum lagi.
"Waktu kalian masih ada satu minggu lagi, bukankah ini akan jadi jauh lebih mudah? "
Mereka semua langsung mengangguk, bersemangat. Tentu saja ini jauh lebih mudah. Saat ini, mereka mengerti maksud BigBoss mereka itu.
Jelas sekali bahwa sekarang, World Order sedang membangun kekuatan. Membeli, memperbaiki, membuat. Bahkan belum ada kata jual di sana.
Memang, inilah tujuan Noah. Memperkuat pijakan jaringan perusahan World Order. Dia tidak perduli berapa dana yang akan di habiskan.
Lagipula, dia memerlukan poin sistem sebelum mendapatkan misi baru dari, Bell. Yang mana, dia yakin akan lebih sulit.
Sejujurnya Noah ingin jadi penguasa, seperti misi utama Sistemnya. Namun, dia juga tidak ingin kehilangan dirinya saat dalam proses tersebut.
"Baiklah, aku rasa sekarang kalian sudah tau maksudku. Kalau begitu, silahkan bekerja."
Setelah itu, Noah berjalan meninggalkan mereka. Namun, saat sampai di pintu, dia berhenti dan berbalik.
"Alice, ayo ikut aku."..
"Baik, aku datang."
__ADS_1