World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Keluarga


__ADS_3

Sebuah kalimat yang baru saja terdengar dari pemuda itu, entah mengapa membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu, merasa sudah memasuki dimensi lain di dalam kehidupan mereka.


Semua orang masih terdiam di tempat mereka, sebelum akhirnya kalimat kedua mereka dengar.


"Baiklah, aku rasa ini sudah cukup untuk acara pembukaan nya. Kalian bisa duduk kembali, dan kita akan memulai pertemuan ini."


Tau bahwa tidak akan ada yang berani bergerak untuk pertama kalinya, Ted Bowie dan Antony Reyes langsung berjalan kembali menuju panggung.


Saat itulah mereka langsung sadar apa yang seharusnya mereka lakukan saat ini.


"Cepat ... Kembali ke tempat duduk mu ... !"


"Hei, itu tempat dudukku ... "


Beberapa orang yang tadi mundur ke belakang. Sekarang berdesak-desakan untuk segera mencari tempat agar bisa duduk secepatnya.


"Henry ... Apa setelah ini, semuanya akan berubah?"


Noel juga ingin menanyakan hal yang sama, namun Liam telah mendahuluinya. Akan tetapi, Henry yang masih menatap Noah, langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tau ... Yang jelas saat ini, pemuda yang berdiri di sana, adalah orang yang harus kita patuhi, mulai saat ini ... "


Mendengar Henry mengatakan itu, keduanya langsung mengangguk mengerti.


"Tuan Noel ... Bukankah aku sudah mengatakan bahwa kau mengenal orang yang jauh lebih keren daripada diriku?"


Noel tersentak saat tiba-tiba saja Alice melewatinya dengan sebuah senyuman, yang membuatnya kembali pada ingatan beberapa waktu yang lalu.


Dia ingat saat dia memuji Alice karena begitu terpesona nya dengan apa yang bisa di lakukan wanita yang terkenal dengan satu dari A4 itu di gedung ini. Saat itu, Alice mengatakan bahwa dirinya mengenal seseorang yang jauh lebih keren dari wanita itu.


Akan tetapi, dia yakin waktu itu Alice hanya sekedar ingin merendah. Namun, setelah melihat apa yang baru saja terjadi, tanpa ragu Noel langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya, aku mengenal sesuatu yang seperti itu ... Ya, tentu saja ... Hahahaha."


Semua orang mendengar ketawa hambar yang keluar dari mulut Noel tersebut. Namun, tidak ada yang berani memprotesnya. Sebaliknya, mereka hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


Karena Noel adalah satu diantara tiga orang, yang datang dengan pemuda yang kini mendominasi seisi ruangan tersebut. Tentu saja membuat suasana hati pemuda itu memburuk, bukan pilihan yang bagus.


Ada empat wanita kini di atas panggung. Namun, yang paling terkejut di sana adalah Sarah dan Laura. Terlebih Laura, dia cukup familiar dengan nama Rob Grizzly sebelumnya.


Namun, apa yang dilakukan Noah pada orang itu, sudah jauh dari apa yang bisa di Nalarnya.


"Nona Alice ... Aku tau ini sedikit tidak sopan. Tapi katakan padaku, bagaimana rasa menjadi milik sanga penguasa masa depan?"


Semua orang mendengar dengan sangat jelas apa yang di ucapkan Noah, sesaat sebelum menghantamkan sebuah tendangan keras ke wajah Rob Grizzly.


Pemuda itu mengatakan dengan kalimat sangat jelas, bahwa tidak ada yang boleh memanggil Alice-nya, dengan panggilan yang merendahkan.


Setelah itu, pemuda tersebut langsung mempertontonkan sebuah konsekuensi yang sangat mengerikan pada semua orang, yang mungkin di masa depan, berpotensi untuk melakukannya.


Namun, untuk yang telah melakukannya, jelas tidak ada lagi yang namanya masa depan. Empat belas jasad yang kini di biarkan terbaring di sana, adalah buktinya.


Alice tersenyum pada tiga wanita yang kini menatapnya dengan wajah yang sama penasarannya. Dia tampak berpikir sejenak, lalu kemudian kembali berbicara.


"Rasanya ... Hmm ... Aku tidak bisa menjelaskannya. Tapi, bisa aku pastikan pada kalian bahwa ... Rasanya jauh lebih menakjubkan, dari apa yang bisa kalian bayangkan."


Namun di saat yang sama pula, mereka merasa bahwa itu tidak mungkin. Noah terlalu tinggi, dan Alice Sanders sudah mengisi tempat tersebut.


Akan tetapi, sebuah kalimat yang tidak pernah mereka duga sebelumnya, meluncur dari wanita yang mereka yakin adalah orang nomor dua di dalam gedung ini.


"Noah adalah Raja ... dan akan Selalu ada tempat di sisi sang penguasa yang sebenarnya, bukan? ... "


Merek tidak langsung mengangguk saat mendengar Alice mengatakan itu. Sebaliknya, mereka menoleh kembali pada Noah yang kini sedang menunggu semua orang kembali pada tempat duduk mereka masing-masing.


"Sekarang kalian sudah berada di dalam lingkaran ... Putuskan sendiri, apa kalian hanya ingin menjadi pengagum nya, atau orang yang mampu mendukungnya, dan mendapatkan tempat kalian sendiri,.di sisinya."


Setelah mengatakan itu, Alice kembali melihat beberapa berkas yang berisi agenda World Order di mejanya. Namun, tiga gadis lainnya masih menatap Noah, sebelum beberapa saat berikutnya, mereka mengangguk bersamaan.


Alice hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat menyadarinya. Di dalam hatinya, dia bergumam. "Bahkan, jika aku menginginkannya untuk diriku sendiri, aku tau aku tidak akan mampu."


Noah melihat semua orang sudah kembali pada posisinya masing-masing. Saat itu dia menganggukkan kepalanya, puas. Beberapa saat kemudian, dia kembali bersuara.

__ADS_1


"Terimakasih ... Baiklah. Sepertinya kita telah membuang banyak waktu. Jadi aku akan langsung saja ... "


Saat mendengar itu, semua orang langsung mengangguk mengerti. Jelas saat ini, jika Noah meminta menunggu atau mempercepat pertemuan itu, mereka hanya akan mengikutinya.


Cara mereka memandang pemuda yang kini berdiri di atas itu, sudah berbeda dari sebelumnya.


Kekuatan, Kekuasaan, Rasa percaya diri,  sudah tergambar jelas padanya. Hal-hal lain yang dibutuhkan sudah terangkum dan membuat Noah, kini penuh kharisma di mata mereka.


Seseorang bisa menjadi Raja dimana saja. Akan tetapi, untuk duduk di puncak tertinggi dunia Mafia, butuh sesuatu yang lebih. Noah jelas memiliki apa yang tidak di miliki mereka semua.


Sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, tapi bisa dipahami. Sesuatu yang tampaknya sudah lebih dahulu di sadari oleh seluruh petinggi World Order  yang ada di atas panggung sana.


Melihat semuanya menganggukkan kepala, Noah kembali melanjutkan.


"Tujuanku mendirikan Jaringan ini hanya satu, dan tak akan berubah ... Apapun akan aku lakukan untuk sampai ke sana. Jadi, sebelumnya aku ingin kalian mengingat satu hal dariku ... "


Mendengar Noah mengatakan itu, semua orang secara tak sadar menarik nafas mereka dalam-dalam, sebelum akhirnya pemuda itu kembali berkata.


"World Order bukanlah jaringan yang dimulai oleh sebuah keluarga. Tapi ... siapapun yang berada di bawahnya adalah keluarga ku ... Dan aku ... akan membawa keluarga ku ini kepuncak tertinggi, dan akan menata ulang dunia ini, bersama ... "


Apa yang di ucapkan Noah membuat mata semua orang yang ada di sana, melebar. Namun, setelah itu pemuda itu kembali berkata.


"Keluarga ini akan saling melindungi ... Jadi, bagaimana menurut kalian?"


Semua orang sempat tertegun untuk beberapa saat, karena pertanyaan itu seperti mengarah pada sesuatu. Beberapa saat kemudian, Anson Haines berdiri dan Beberapa saat berikutnya yang lain mulai mengikutinya.


Seluruh orang yang ada di tribun, kini sudah berdiri. Detik berikutnya, mereka merapatkan tangan di kedua sisi tubuh, dan langsung membungkuk sedalam sembilan puluh derajat, sebelum akhirnya berseru lantang.


"BOSS ... !!"


Suara itu benar-benar menggema hingga membuat diri mereka masing-masing yang mengucapkannya, ikut merinding merasakan perubahan atmosfir tersebut.


Bahkan, seluruh orang yang ada di atas panggung, kini juga melakukan hal yang sama.


Saat ini, semua orang menyadari bawah mereka sudah di bawah orang yang tepat, dan orang yang tepat itu langsung menyambut mereka semua, dengan berkata.

__ADS_1


"Baiklah ... Ke depan, Buktikan diri kalian berguna, atau ... Pergilah ke neraka !!"


__ADS_2