
Reana kaget saat mendapat pesan dari Rassya kalau Tn. Malvin dirawat karena terkena serangan jantung. Reana termangu. Perasaan bersalah langsung membebani pikirannya. Reana yang sehari-hari hanya diam di apartemen seorang diri karena suaminya yang telah mulai beraktivitas lagi di kantor setelah enggan masuk kerja selama beberapa hari.
Reana menjalani kehidupannya sebagai seorang istri yang berbakti pada suami. Menyiapkan segala kebutuhan laki-laki yang dicintainya itu. Melayaninya dengan sepenuh hati. Menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia dengan suami yang nyata-nyata mencintainya. Nico menerima Reana meski mengira gadis itu sudah tidak suci lagi.
Kini di saat hatinya berbunga-bunga menjalani kehidupan sebagai seorang istri, Reana justru mendapat kabar menyedihkan dari laki-laki yang juga tulus mencintainya. Hati Reana bersedih, setiap hari berharap agar Tn. Malvin bisa menemukan kebahagiaannya. Tiap hari berdoa agar laki-laki itu bertemu dengan sosok yang bisa mengisi hatinya. Namun, kini justru menerima kabar kalau Tn. Malvin jatuh sakit. Reana menjadi merasa bersalah.
Bagaimana ini? Apa aku harus menjenguknya? Apa nggak masalah kalau aku menemuinya? Oh Tuhan, tapi aku takut bertemu dia lagi. Bagaimana kalau dia menyekapku lagi? Apa yang harus kulakukan? Hatiku tak tenang. Dia sakit karena aku? Oh tidak, aku ingin dia bahagia, dengan begitu aku merasa lega meninggalkannya, Batin Reana.
Begitu banyak pertanyaan dalam benak wanita itu. Reana bingung apa yang harus dilakukannya. Reana mencoba untuk memejamkan matanya, mengosongkan pikirannya, mencoba untuk tidur. Namun, hanya sebentar matanya terpejam, dalam sekejap kembali terbangun.
Reana memutuskan untuk menjenguk Tn. Malvin. Reana merasa bersalah. Merasa ada andil membuat laki-laki itu frustrasi. Reana ingin laki-laki itu mengikhlaskannya karena dirinya yang telah resmi menjadi istri Nico.
"Kak Reana?"
Reana yang sedang mengintip dari lubang kaca di pintu rawat inap itu menjadi kaget saat seorang gadis datang menyapanya. Reana langsung membalikkan badan dan menatap gadis yang tersenyum padanya itu. Reana langsung mengenali gadis itu. Merasa heran karena mereka bisa bertemu di rumah sakit itu. Viana bercerita kalau sekarang menjadi perawat pribadi dari Tn. Malvin.
"Benarkah? Kamu mau jadi perawatnya? Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu di restoran?" tanya Reana saat mengajak gadis itu bicara di taman rumah sakit.
"Begitulah Kak! Jika aku tak mau merawatnya. Aku akan tuntut karena membuatnya merasa tertekan hingga mendapat serangan jantung," jelas Viana.
Reana tersenyum lalu mengusap tangan gadis itu. Reana merasa kalau semua itu adalah takdir. Reana dan Tn. Malvin bisa bertemu gadis itu. Kini saat Reana tak di sisi Tn. Malvin lagi, gadis itu kembali muncul dalam kehidupan Tn. Malvin.
"Kak Reana dan Tuan itu kenapa? Apa kalian putus hubungan? Kenapa nggak langsung menemui Tn. Malvin? Aku dengar penyebab Tuan Malvin mengalami serangan jantung karena terlalu banyak minum minuman keras karena frustasi berpisah dengan Nona Reana," ucap Viana.
"Cerita yang panjang Vi, tapi intinya. Aku mencintai suamiku karena itu aku tak bisa hidup bersamanya–"
"Kak Reana sudah bersuami?" tanya Viana.
__ADS_1
Reana langsung mengangkat jari manisnya. Viana menatap cincin yang terselip di jari manis Reana. Kening gadis itu mengerut karena dulu sempat berpikir kalau itu adalah cincin pertunangan Reana dan Tn. Malvin.
"Aku pikir itu adalah cincin pertunangan Kak Reana dan Tn. Malvin. Tuan itu membooking seluruh restoran untuk acara pertunangannya tapi memang aneh, saat itu Tn. Malvin tak menitipkan cincin pada juru masak. Biasanya kalau ada acara lamaran pasti menitipkan cincin yang ditaruh di es krim, cake atau semacam itu. Karena tak ada titipan begitu, saat melihat cincin Kak Reana aku pikir kalian memang telah bertunangan," jelas Viana.
"Aku sudah menikah dengan laki-laki yang aku cintai tapi Tuan Malvin belum bisa menerima kenyataan itu. Mudah-mudahan dengan adanya kamu di sisi Tn. Malvin dia bisa melupakanku–"
"Aku? Apa hubungannya denganku? Dia cinta dengan Kak Reana, bagaimana aku bisa membuatnya lupa pada cintanya. Kak Reana yang begini cantik, pantas dia tak bisa move on dari Kak Reana," sanggah Viana.
Anak ini tak menyadari kalau dia begitu manis. Mungkin karena sibuk mencari biaya hidup sama sepertiku dulu. Tak ada waktu untuk menatap cermin, batin Reana.
"Wanita cantik di sisi Tn. Malvin itu banyak tapi … yang menggugah hatinya mungkin hanya satu. Tn. Malvin melihat sesuatu dalam dirimu yang membuat dia memintamu menjadi perawatnya. Sebenarnya sangat mudah bagi Tn. Malvin untuk mencari perawat profesional tapi aku yakin karena dia tertarik padamu, makanya dia memintamu menjadi perawatnya," jelas Reana.
"Bukan karena tertarik Kak, tapi karena dia mau membalasku. Dia anggap aku yang menyebabkan dia terkena serangan jantung. Karena itu dia balas dendam padaku. Dia itu cerewetnya minta ampun. Harus begini harus begitu. Aku pikir bekerja padanya mudah, lebih mudah daripada menjadi pelayan di restoran tahunya lebih susah. Rasanya seperti menjadi baby sitter, sangat manja dan banyak maunya–"
"Benarkah? Oh, aku tak bisa bayangkan itu. Tapi dulu, aku dan Tn. Malvin itu tidak akur, aku selalu menentangnya semampuku. Walaupun aku tak sanggup melawan keinginannya tapi aku yakin dia tahu kalau aku tidak pernah bisa menerimanya," jelas Reana.
"Entahlah, mungkin karena cinta kami telah melewati banyak ujian. Salah satu ujiannya adalah Tn. Malvin. Semakin banyak ujian yang kami lewati, aku merasa cintaku pada suamiku justru semakin kuat," jawab Reana.
"Kak Reana hebat, bisa begitu setia pada cinta Kakak. Aku salut, aku belum pernah merasakan cinta yang seperti itu," ungkap Viana.
"Ya, aku juga tidak menyangka. Dulu, aku sama sepertimu. Hanya sibuk bekerja untuk memenuhi biaya hidup. Tak terpikirkan untuk jatuh cinta. Tapi begitu cinta itu datang, kita tak bisa mengelak. Benih cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Meski merasa tidak pernah menanam, menyirami atau pun memberi pupuk tapi benih tumbuh begitu saja. Cinta yang tumbuh tanpa kita inginkan seperti tumbuhan liar yang terkena hujan," jelas Reana.
"Lalu apa yang menyebabkan cinta itu bisa tumbuh? Padahal tidak diinginkan? Jika kita inginkan mungkin justru kita beri pupuk, tapi jika tidak diinginkan apa yang membuatnya bisa tumbuh?" tanya Viana.
"Ketulusan," jawab Reana sambil membayangkan wajah suaminya.
Reana merasakan ketulusan cinta Nico. Sejak awal tidak menginginkan laki-laki itu. Selalu menolaknya hingga akhirnya Reana sendiri yang tak ingin lepas dari cinta Nico. Merasakan cemburu saat laki-laki itu didekati wanita lain dan merasa kehilangan saat laki-laki itu jauh darinya.
__ADS_1
"Ayo Kak, sebaiknya Kak Reana temui Tn. Malvin–"
"Apa? Oh, nggak Vi, aku nggak niat bertemu dengannya. Aku hanya ingin tahu keadaannya. Melihat dia baik-baik saja, itu sudah cukup bagiku, setelah itu aku akan pulang," tolak Reana.
Sejujurnya wanita itu masih merasa takut pada Tn. Malvin. Masih merasakan trauma menatap wajah laki-laki yang telah bertahun-tahun menjadi sosok menakutkan baginya. Meski kadang Reana merasa terharu atas usaha Tn. Malvin untuk mendapatkan cintanya.
"Apa Kakak tidak ingin menuntaskan masalah antara Kakak dan Tn. Malvin? Jika dibiarkan menggantung? Itu akan menjadi beban dalam hidup Kakak seumur hidup," ucap Viana.
"Apa yang harus aku lakukan Vi? Untuk apa aku menemuinya?" tanya Reana.
"Apa yang membawa Kakak datang kemari?" tanya Viana.
"Aku hanya ingin memastikan kalau dia baik-baik saja. Aku merasa ikut andil membuatnya jatuh sakit. Sudah … hanya itu. Aku juga ingin meminta maaf padanya. Aku ingin dia melupakanku tidak … aku ingin dia mengikhlaskan aku. Aku juga berharap dia sembuh, sehat tubuh dan jiwanya. Aku ingin menghilangkan dendam di hatinya. Aku …."
"Begitu banyak yang Kakak inginkan. Kenapa sampai di sini justru ingin pulang?" tanya Viana.
Reana terdiam. Viana mengangguk untuk mengajak wanita itu menemui Tn. Malvin. Reana pasrah, jika Tn. Malvin akhirnya memaki dan membencinya. Reana hanya ingin meminta maaf dan terbebas dari jerat cinta Tn. Malvin.
Begitu Reana masuk, Tn. Malvin langsung terkejut. Laki-laki itu tak percaya bisa bertemu lagi dengan Reana, setelah dia sendiri yang mengusirnya. Menatap wajah Reana dengan perasaan yang bercampur aduk, antara benci dan cinta.
...~ Bersambung ~...
Halo pembaca setia Noveltoon.
Sambil nunggu update selanjutnya, mampir juga ke salah satu karya temanku ini yaaa 🤗🤗🤗
Jangan lupa tinggalkan jejak sebagai dukungan buat Author, makasih 😘😘😘
__ADS_1