Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 166 ~ Kenyataan yang Sebenarnya ~


__ADS_3

Rommy memancing Nico agar merelakan Reana pada Hasbi. Di mana Nico sendiri yang tak bisa menerima Reana apa adanya. Sudah berkali-kali Rommy mengatakan cinta itu memaafkan dan Nico pun bersedia. Nico patuh, penuhi keinginan Rommy untuk selalu memaafkan Reana.


Namun, selalu saja muncul masalah baru. Berita kehamilan Reana yang seharusnya menjadi berita gembira justru berubah jadi masalah baru. Sebuah masalah yang harus di hadapinya seumur hidup.


Terbayang setiap saat melihat wajah anak itu. Nico akan selalu teringat, saat-saat Reana mendatangani Hasbi di hotel yang ditentukan. Kejadian itu tak terlupakan bagi Nico tapi bisa di maafkannya. Namun, kini Nico harus berhadapan dengan hasil dari kejadian saat itu.


Rommy memintanya menyerah terhadap Hasbi atau dengan tegas menerima anak itu sebagai anaknya. Nico terdiam, hatinya serba salah. Di sisi lain tak rela Reana dimiliki laki-laki lain. Sementara di sisi lain merasa tak sanggup menerima bayi yang bukan darah dagingnya. 


Nella yang mendengar percakapan itu tak jauh dari meja Nico dan sahabatnya. Nella geram, serasa ingin memaki Nico karena laki-laki itu yang tak percaya sepenuhnya pada Reana. Namun, teringat Reana yang masih tetap mencintai suaminya, Nella hanya bisa menahan diri. Menunggu keputusan yang akan diambil Nico selanjutnya. Pasrah melepas Reana pada Hasbi atau kembali menerima Reana dengan segala kekurangannya. 


"Aku ingin bicara denganmu," ucap Nico.


Memutuskan untuk menemui laki-laki yang selalu menjadi saingannya itu. Setelah berpikir berulang kali. Nico merasa harus menetapkan keputusannya. Nico ingin kejadian masa lalu itu habis berhenti sampai di sini, detik ini.


Hasbi yang duduk di belakang meja sedikit kaget melihat kedatangan Nico yang tiba-tiba. Tak pernah terpikirkan Nico mau bicara berhadapan dengannya sejak hari pemilihan siapa yang akan menjadi pemimpin di perusahaan milik keluarganya itu. Di mana sebagian besar pemilik saham harus memilih Nico jika laki-laki itu ingin tetap memimpin perusahaan itu.


Hasbi ingat Nico sangat murka saat dirinya memberikan syarat jika ingin mendapat dukungannya. Sebuah syarat yang menginjak harga diri Nico sebagai seorang suami. Nico tak peduli lagi laki-laki itu akan mendukung atau tidak. Nico tak akan menyerahkan istrinya untuk melayani nafsu laki-laki itu.

__ADS_1


Hasbi yang tak menyangka akan bertemu Nico lagi cukup merasa khawatir. Melihat ekspresi wajah Nico yang tegang dan emosi. Hasbi sedikit cemas tapi juga penasaran.


"Silahkan! Aku ada di hadapanmu," jawab Hasbi.


"Reana hamil," ucap Nico singkat.


"Oh ya? Selamat kalau begitu. Aku ingat dia sangat ingin memiliki seorang anak. Aku yakin itu demi membahagiakanmu. Aku–"


"Jangan katakan lagi kalau ini demi aku," ucap Nico memotong ucapan Hasbi.


"Lalu demi siapa? Demi aku?" tanya Hasbi sambil tersenyum miring.


"Apa? Karena perbuatanku? Apa yang aku lakukan? Kenapa meragukan bayi Reana? Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Hasbi bertubi-tubi.


"Karena kamu sudah tidur dengannya. Bayi itu bisa jadi adalah bayimu–"


"Reana yang katakan itu?" tanya Hasbi heran.

__ADS_1


"Apa maksud pertanyaanmu?" tanya Nico balik bertanya.


"Reana yang bilang kalau aku tidur dengannya dan bayi itu mungkin bayiku?" tanya Hasbi.


"Dia tidak pernah mau mengakuinya," ucap Nico.


"Aku heran jika dia mengakui itu setelah menolakku," ucap Hasbi sambil menggelengkan kepalanya.


"Menolakmu?" tanya Nico.


"Ya! Dia datang ke hotel tapi untuk menolakku. Dia meminta padaku untuk berhenti mengharapkannya karena dia tak akan pernah meninggalkan suaminya. Dia sangat sedih jika kamu tidak terpilih dan kehilangan kesempatan memimpin perusahaan itu. Tapi dia bertekad tak akan memenuhi persyaratan dariku. Dia bahkan tidak takut miskin asalkan bisa tetap bersamamu. Dia ingin aku mendukungmu maka dia akan berterima kasih padaku dan tetap menganggap aku sebagai temannya tapi jika aku tidak mendukungmu dia tidak peduli, dia tetap hanya bisa menganggap aku sebagai temannya. Tadinya aku mengira dia berkata akan membenciku. Dia justru meminta aku untuk membuka hati pada wanita lain. Dia berkata aku tak akan memiliki kesempatan sampai kapan pun. Meski suaminya berhenti mencintainya, dia akan tetap mencintai suaminya–"


"Benarkah … tidak terjadi apa-apa pada kalian di hotel malam itu?" tanya Nico dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu, percaya pada siapa? Pada istrimu tak percaya, pada penjelasanku juga tak percaya. Terserah padamu, aku hanya merasa kasihan pada Reana. Susah payah pertahankan kehormatan tetap saja tak di percaya," ungkap Hasbi. 


Mendengar itu, Nico langsung keluar dari ruang kerja Hasbi. Sambil berlari laki-laki itu mencoba menghubungi Reana. Nico tak peduli apa pun lagi. Nico akan berusaha mendapatkan maaf dari Reana, bagaimanapun caranya. Meski harus mencium kaki Reana, Nico akan lakukan itu. Nico bertekad mendapatkan maaf dari Reana. Maaf dari hati yang telah disakitinya.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2