Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 190 ~ Nyaris Batal ~


__ADS_3

Nico berjanji akan mencarikan seorang office boy untuk menemani Nella di acara reuni SMA nya nanti. Nella tersenyum senang tapi Reana terperangah. Nico yang melihat raut wajah heran istrinya, langsung mengedipkan sebelah matanya. 


Reana tak bisa menahan tawa melihat tingkah suaminya yang terlihat genit, tak seperti biasanya. Namun, tak menyangka suaminya akan tega memilihkan pasangan untuk Nella seorang office boy dari kantornya.


"Aku carikan office boy terbaik Nella, tenang saja," ucap Nico menambahkan.


"Makasih banyak Kak Nico. Sekarang aku tenang," ucap Nella.


Sementara Reana menoleh ke arah suaminya dan mencubit pinggang laki-laki itu dari arah belakang. Berusaha memberi kode tapi tak digubris oleh Nico. Laki-laki itu bahkan meraih tangan yang melingkar di belakang punggungnya lalu menariknya hingga terlihat Reana yang sedang merangkul pinggang suaminya.


Nico menoleh ke arah Reana dan tersenyum. Reana cengengesan, tangannya tertangkap dan terus saja digenggam oleh Nico. Nella yang melihat mereka duduk berdampingan begitu dekat dan saling memandang, dengan tangan Reana di pinggang suaminya, Nella pun berseru.


"Oh ya ampun Kakak berdua ini mesra sekali, bikin iri aja," ungkap Nella sambil memegang kedua pipinya.


"Nggak usah iri, mudah-mudahan kamu segera dapat yang terbaik," ucap Nico.


"Office boy terbaik?" tanya Nella sambil tertawa.


"Pacar terbaik," balas Nico.


Mereka tertawa sementara Reana hanya tersenyum. Melihat Nella yang sama sekali tak masalah dicarikan seorang office boy, Reana sedikitpun merasa lega tapi saat Nella pamit pulang, Reana langsung mempertanyakan pilihan Nico itu.


"Kakak serius mencarikan Nella pasangan seorang office boy? Apa karena Nella hanya seorang pelayan jadi pilihan Kakak jatuh pada seorang office boy?" tanya Reana protes.


"Salah dia sendiri kenapa mintanya seorang office boy, jadi dicarikan seorang office boy," ucap Nico.


"Tapi itu karena Nella tak ingin Kakak susah payah mencarikan seseorang yang luar biasa. Seseorang yang tak mungkin bisa dicapainya, itu karena Nella tahu diri, bukan berarti kita benar-benar seorang office boy," ucap Reana cemberut.


"Apa salahnya seorang office boy? Seorang office boy itu seorang yang rajin. Urusan apa pun dibereskan olehnya. Nella pasti akan disenangkan olehnya, di manjakan olehnya. Asalkan Nella itu setia dia pasti tahu diri dan membalas kesetiaan Nella dengan lebih membahagiakan Nella lagi, apa itu tidak cukup?" tanya Nico sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ya tapi …."


"Kita lihat saja nanti perkembangannya. Lagi pula, Nella bukannya cari suami tapi cari teman pendamping untuk reuni, itu yang terpenting adalah tampang ganteng, bersih dan rapi. Sudah itu saja, pasti sudah membuat bangga," sambung Nico.


"Tapi Kak, kalau ada yang tanya profesinya, aku takut Nella akan malu. Kasihan juga Office Boy itu jika Nella malu mengakuinya," ucap Reana sambil sambil cemberut.


Nico tersenyum menatap wajah istrinya itu yang begitu manis saat cemberut. Bukannya membujuk, Nico malah mencubit pipi istrinya itu. Reana makin kesal karena Nico hanya bermain-main menanggapi masalah Nella.


"Kakak!" jerit Reana pada Nico yang masih mencubit pipinya.


"Pipi kamu makin chubby sekarang, apa karena sedang hamil?" tanya Nico.


"Ah masa," ucap Reana langsung ingin masuk ke kamar untuk menatap wajahnya di cermin.


Namun, Nico langsung menarik tangan wanita itu dan menjatuhkan tubuh Reana ke dalam pelukannya. Nico memeluknya dari belakang. Berbisik pada wanita yang mulai panik dengan penampilannya itu.


"Bohong! Mana ada bertambah gemuk itu cantik?" tanya Reana.


"Ada, Reana ku tetap cantik seperti apa pun keadaannya. Aku bahkan pertama kali terpesona pada gadis yang penampilannya biasa saja. Jauh dari kata fashionable, tapi dia tetap cantik. Senyumnya manis langsung menyusup masuk ke hati. Bukan hanya karena penampilan atau bentuk tubuh yang rata itu atau …."


Reana langsung berbalik dan mencubit pinggang suaminya. Nico tertawa terbahak-bahak menghindari cubitan istrinya. Laki-laki itu berusaha menangkap tangan istrinya untuk menahan cubitan yang membabi buta itu.


"Bagiku mau gemuk, mau rata, aku tetap cinta sama kamu," ucap Nico.


Ucapan yang membuat Reana melayang. Nico meyakinkan istrinya seperti apa pun tampilan istrinya, Reana tetap istri yang dicintainya. Karena asyik membicarakan berat badannya, Reana jadi lupa pembahasan mereka tentang Nella.


"Tidak boleh menilai seseorang dari profesi, kamu sendiri pasti tidak ingin orang memandang rendah profesimu benar 'kan?" tanya Nico.


"Ya benar," ucap Reana akhirnya.

__ADS_1


"Lagi pula, banyak office boy seperti kamu, mereka bekerja demi membiayai kuliah dan hidup mereka. Orang-orang seperti itu mengagumkan benar 'kan? Entah bagimu, tapi bagiku orang-orang mandiri seperti kamu itu sangat mengagumkan," ucap Nico sambil menangkup wajah istrinya.


Reana mengangguk mengerti. Tak permasalahkan hal itu lagi. Nico cuma berpesan agar Reana membantu Nella dalam hal persiapan penampilannya sementara dirinya bantu persiapkan calon pendamping Nella. 


"Itu saja jika kamu mau membahagiakan adikmu itu," ucap Nico.


"Baik Kak," ucap Reana sambil tersenyum.


Sebuah senyum yang memiliki daya tarik tinggi. Membuat Nico tak tahan ingin membenamkan bibirnya di situ. Menikmati kemesraan yang tertahan sejak perjalanan liburan mereka di Villa dengan segudang masalah dan persoalan.


Seperti yang diperintahkan suaminya, tepat di hari h. Acara reuni SMA yang akan dihadiri Nella. Reana dengan semangatnya tiba depan pintu kamar kost gadis itu. Nella bahkan terkejut karena tak menyangka Reana akan mendatanginya sementara dia sendiri belum ada persiapan apa-apa.


"Aku mau batal pergi Kak. Rasanya aku tidak percaya diri untuk hadir," ucap Nella.


"Lho kenapa? Apa karena Kak Nico mencarikan office boy untuk teman pendampingmu?" tanya Reana risau dan tidak enak hati.


"Bukan begitu Kak. Bukan masalah office boy itu, dengan pelayan restoran pun aku mau tapi … aku merasa tidak punya gaun yang pantas. Aku tidak pernah beli gaun-gaun lagi sejak menabung. Jadinya gaun yang aku punya, cuma gaun-gaun lama, ketinggalan jaman. Aku takut laki-laki yang datang bersamaku akan malu," ucap Nella sambil menunduk.


"Oh ternyata itu masalahnya. Kalau itu, justru aku datang kemari untuk mengajak kamu persiapkan penampilanmu. Kak Nico udah pesan jauh-jauh hari agar aku mengatur masalah penampilanmu. Kita bikin kamu jadi cantik, jadi office boy itu tidak malu jadi pendampingmu tapi justru kita yang bikin dia tidak percaya diri," ucap Reana yang langsung mengajak Nella untuk pergi ke klinik perawatan kecantikan langganan Nico untuk Reana.


"Kakak, nggak usah. Aku jadi merepotkan Kak Reana," ucap Nella sambil menahan tangannya.


"Ayolah! Jika batal, justru nanti Kak Nico kesal karena dia sudah susah-susah cari pasangan buat kamu kan?" tanya Reana.


"Oh ya, Kak Nico pasti kesal. Aku bisa permalukan Kak Nico," ucap Nella yang langsung dibalas dengan anggukan oleh Reana.


Mengingat hal itu, akhirnya Nella pasrah mengikuti Reana. Nella telah terlanjur meminta bantuan pada Nico. Nella merasa takut, jika dia tiba-tiba membantalkan, itu akan merusak pandangan laki-laki itu terhadap suami Reana itu. Nella sempat menyesal karena telah meminta tolong pada Nico, tapi kini telah terlanjur. Demi Nico, Nella harus tetap menghadiri acara reuni itu.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2