Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 176 ~ Menikmati Sunset ~


__ADS_3

Nico dan Reana menikmati matahari tenggelam sambil mengingat masa lalu. Lisca hanya bisa mengamati mereka dari balik kaca besar Villa. Kemesraan Nico dan Reana tetap terlihat meski mereka hanya berdua. Ucapan Ardy sedikit terbukti, Nico memang sangat mencintai istrinya.


Benarkah sulit mengganggu hubungan mereka? Apa kelebihan perempuan itu? Dia seperti wanita biasa saja. Kenapa Nico bisa begitu setia padanya. Menyebalkan! Mengenal mereka benar-benar menyebalkan, batin Lisca.


Lisca mengumpat dalam hati sementara matanya terus memperhatikan Nico dan Reana. Tanpa disadarinya Ardy justru mengamatinya. Wanita itu membalik badan dan terkejut. Melihat Ardy yang duduk di sofa sambil menatapnya.


"Eh kamu di sini? Ternyata matahari akan tenggelam itu indah juga ya? Aku jadi ingin menikmatinya juga," ucapnya berdalih.


"Hanya orang berhati tulus yang bisa menikmati pemandangan alam. Kebanyakan orang-orang lebih suka menikmati kemewahan dari menikmati alam. Kamu tidak cocok menikmati alam, tidak sesuai dengan sifatnya," jelas Ardy.


"Pemandangan alam itu indah, siapa saja pasti suka. Semua orang juga pasti suka kemewahan, mana ada orang yang tidak suka dengan kemewahan," ucap Lisca.

__ADS_1


"Semua orang suka dengan kemewahan tapi tidak semua orang terobsesi mendapatkan kemewahan," balas Ardy.


Lisca terdiam. Ucapan Ardy terasa seperti sedang menyindirnya. Bagi seseorang yang tak terobsesi seperti itu mungkin tak akan merasa tersindir tapi bagi Lisca, dia tak akan bisa menyangkal. Dalam hatinya mengakui kalau dirinya sendiri memang terobsesi memiliki kekayaan dan menikmati kemewahan.


"Matahari sudah hampir tenggelam. Mereka semua berkumpul di sana, ayo kita ikut melihat matahari tenggelam," ajak Lisca ingin mengalihkan pembicaraan.


"Pergilah, aku sedang tidak bisa menikmati apa pun," ucap Ardy.


"Kamu kenapa sih? Bukannya kita sudah berbaikan? Ayo lupakan pertengkaran tadi. Itu semua karena kita sama-sama emosi. Kamu juga keterlaluan menuduhku makanya aku asal saja mengakui. Aku tidak tertarik pada Nico. Tingkahnya dan istrinya itu memuakkan. Seperti orang kaya baru yang pamer kemesraan–"


"Apaan sih, aku bilang jangan ungkit itu lagi, ya sudah kalau kamu nggak mau gabung. Aku ke sana sendiri," ucap Lisca.

__ADS_1


Lalu melangkah ke luar Villa untuk bergabung dengan Nico dan yang lainnya. Lisca merasa capek berargumentasi dengan Ardy. Setiap ucapan laki-laki itu seperti selalu menyindirnya. Lisca lelah selalu disindir. Mencoba untuk bersabar dulu, menunggu amarah Ardy reda lalu kembali merayunya.


Lisca melangkah ke halaman belakang Villa untuk bergabung dengan Nico dan yang lainnya. Saat memilih tempat duduk, kursi di samping Nico terlihat kosong karena Dina memilih duduk di samping Reana dan Dito duduk di samping istrinya itu.


Segera Lisca mendekati kursi kosong itu. Baru saja hendak duduk, Ardy menepuk pundak meminta Lisca pindah ke kursi di sebelahnya. Lisca yang kaget, tak menyangka Ardy tiba-tiba ikut bergabung hanya bisa termangu.


Ardy langsung merebut kursi yang diincar Lisca dan duduk dengan menampilkan senyum kemenangan. Membuat Lisca mengumpat dalam hati. Pasalnya, Ardy tidak bersedia saat diajak ikut bergabung dengan yang lain tapi tiba-tiba muncul dan menyabot rencananya.


Kurang ajar! Ternyata dia ingin mengerjaiku, batin Lisca.


Meski dalam hati Lisca mengumpat. Lisca terlihat pasrah dan sabar mengikuti keinginan Ardy. Sebenarnya Ardy memang tak berminat untuk ikut menikmati matahari tenggelam itu. Karena suasana hatinya yang sedang buruk.

__ADS_1


Namun, begitu menatap Lisca yang melenggang lenggok menuju kursi kosong, pikirannya langsung muncul. Wanita itu pasti ingin mengisi kursi di samping Nico. Tak ingin wanita itu merasa beruntung bisa duduk di samping Nico dan membuat ulah. Laki-laki itu segera melangkah cepat menyabot usaha Lisca mendekati sahabatnya itu.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2