Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 146 ~ Selamat ~


__ADS_3

Reana memutuskan menemui Hasbi di hotel yang telah ditentukan. Meski mendapat tentangan dari suaminya, bahkan diancam tak mengakuinya sebagai istri lagi. Reana tetap nekat menemui Hasbi. Nico tak rela istrinya melayani nafsu Hasbi. Lebih rela kehilangan perusahaan yang dibangun susah payah oleh ayahnya itu daripada membiarkan istrinya dipeluk laki-laki yang semakin hari semakin dibencinya.


Namun, Reana tak peduli dengan pikiran Nico. Reana merasa letih. Wanita itu tak ingin Hasbi mengharapkannya lagi. Reana ingin Hasbi mengikhlaskannya bersama Nico. Reana sakit hati Hasbi telah mencari cara untuk mendapatkannya walau melalui perusahaan mertuanya.


Reana tahu pasti bagaimana perusahaan itu begitu dibanggakan oleh ayah mertuanya. Satu-satunya orang yang bersikap baik padanya di rumah megah tetapi dingin itu. Selain Nico, Ayah mertuanyalah satu-satunya yang bisa menghangatkan rumah yang dingin itu.


Reana tak tega, ayah mertuanya mengalami kekecewaan karena Hasbi yang manfaatkan perusahaan itu untuk mendapatkannya hanya untuk satu malam. Dengan jantung yang berdebar kencang Reana mempersiapkan dirinya untuk menemui orang yang memaksa suami menyerahkan perusahaan keluarganya.


Hasbi langsung menyambut kedatangan Reana. Hasbi benar-benar tak menyangka jika Reana bersedia datang untuk memenuhi permintaannya. Hasbi begitu bahagia hingga memeluknya. Meski ada keraguan wanita itu akan datang. Karena Nico yang jelas-jelas telah menentang keinginannya.


Apa dia akan datang? Sebesar apa cinta Nico padanya? Apa lebih rela kehilangan istri daripada perusahaan? Benarkah aku sungguh-sungguh ingin dapatkan Reana untuk satu malam. Tidak! Tidak! Aku terlalu mencintaimu Reana. Aku menginginkanmu untuk selamanya. Aku tak hanya inginkan tubuhmu tapi juga hatimu. Aku tak akan tega menyakiti perasaanmu dengan cara itu. Memaksa melayani nafsuku, tidak! Tidak! Dari dulu aku memuliakan kamu, mana mungkin dengan tanganku sendiri, aku menghinamu, batin Hasbi saling bertentangan.


Sebagai laki-laki normal yang begitu mencintai Reana. Hasbi selalu membayangkan wanita itu dalam pelukannya. Menatap adegan-adegan romantis dalam film-film yang terbayangkan adalah melakukan adegan yang sama bersama Reana. 


Hasbi akui sangat ingin merasakan hangatnya tubuh Reana. Merasakan manisnya bibir lembut itu. Membayangkan membelai halusnya kulit tubuh wanita itu. Namun, semua itu hanya bisa diharapkan dan dikhayalkan. Hasbi tak akan memanfaatkan tubuh wanita yang dicintainya itu untuk memenangkan sebuah persaingan.


Aku tak butuh perusahaan itu. Aku juga tak ingin menyakiti wanita yang aku cintai dengan memaksanya melayani kebutuhan biologisku. Reana terlalu mulia untuk menggantikan sebuah perusahaan. Nilainya melebihi perusahaan apa pun yang aku miliki. Kamu lebih berharga dari semua itu Reana. Tapi bagaimana dengan suamimu? Apakah kamu lebih berharga dari perusahaannya? Batin Hasbi bertanya-tanya.


Bertekad tak akan menyakiti wanita itu. Meski Nico memutuskan menyerahkan Reana padanya. Hasbi tak akan menyentuhnya dengan cara itu tetapi apa yang terjadi? Saat melihat Reana datang, rasa bahagianya tak bisa ditahankan. Laki-laki itu langsung ingin memeluk erat wanita yang dicintainya itu.


"Reana aku tak menyangka kamu mau datang. Aku benar-benar tak menyangka dia menyerahkan kamu padaku. Apa yang dipikirkannya? Dia rela kehilangan kamu dibanding perusahaannya?" ucap Hasbi yang langsung ingin memeluk Reana.


Namun, Reana mendorong tubuh Hasbi. Laki-laki itu kaget. Rasa bahagia karena mengira Reana akhirnya memilih bersamanya. Laki-laki itu lupa niatnya yang tak akan menyentuh Reana. Hasbi tercenung menatap derai air mata Reana mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


Reana kecewa pada Hasbi yang menilainya sebagai wanita yang rela menyerahkan kehormatan demi mempertahankan harta. Reana memberitahu kalau suaminya memilih mempertahankan dirinya dibandingkan perusahaannya. Reana menyatakan tekadnya menyerahkan perusahaan itu dan memulai semuanya dari awal bersama suaminya.


"Jangan mengharapkan aku lagi. Kamu laki-laki yang baik. Pasti menemukan wanita baik juga," ucap Reana, hendak melangkah keluar dari kamar hotel.


Setelah melepas uneg-unegnya. Setelah melepaskan kekesalan dan rasa kecewanya, Reana pergi. Namun Hasbi menghentikannya. Dia tak ingin Reana salah paham padanya. Dirinya yakin kalau Reana tak akan bersedia memenuhi keinginannya.


Begitu bahagia melihat kedatangan Reana hingga membuat iman Hasbi tergoda. Namun, dalam hatinya sangat yakin Nico tak mungkin menyerahkan istri yang dicintainya. Merasa yakin Reana menolaknya.


"Aku tak sungguh-sungguh menginginkan kamu dengan cara seperti itu. Aku hanya ingin tahu seberapa besar cinta Nico padamu. Sekarang aku sudah yakin kalau dia sungguh-sungguh mencintaimu," ucap Hasbi.


Reana tercenung, dalam hatinya berterima kasih karena Hasbi tetap menjadi laki-laki sejati. Wanita itu mengangguk, setelah mendengar ucapan Hasbi. Sekarang laki-laki itu sudah mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya.


"Aku doakan semoga kamu segera menemukan cinta sejatimu. Satu saja saran ku, cobalah membuka hati untuk Alika. Baginya kamu adalah segala-galanya. Satu-satunya. Alika rela menyerahkan kamu padaku karena tak tega melihat penderitaanmu. Dia rela melepasmu demi kebahagiaanmu tapi kita tahu itu akan membuatnya menderita. Alika datang ke restoran demi kenangan indah bersamamu. Cobalah selami perasaan Alika. Dia rela menderita melepaskanmu asalkan kamu bahagia," jelas Reana.


Setelah mengungkapkan isi hatinya pada Hasbi. Memohon agar laki-laki itu melepaskannya dan meminta laki-laki itu membuka hati untuk Alika. Reana pergi meninggalkan hotel untuk kembali pada suaminya.


Pagi-pagi sekali Nico yang tertidur di ruang kerjanya terbangun karena suara para bawahannya yang berdiri mengelilinginya. Dengan serentak berteriak dan mengucapkan selamat karena Nico kembali terpilih sebagai CEO di perusahaan itu


Rapat umum pemegang saham dengan suara terbanyak telah kembali memilih putra pemilik perusahaan itu menjadi pimpinan tertinggi di perusahaan itu. Melanjutkan perencanaan dan project perusahaan. Sesungguhnya Hasbi pun mengakui kehebatan Nico dalam menjalankan perusahaan.


"Selamat Pak Nico, ternyata banyak yang percaya pada bapak," ucap salah seorang direksi.


"Selamat Pak Nico, kami dirumah juga nggak bisa tidur pak, penasaran menunggu hasilnya," ucap seorang kepala divisi.

__ADS_1


"Selamat terpilih kembali, bapak favorit kami," ucap Rebecca sambil tersenyum.


"Sekarang, sebaiknya bapak istirahat di rumah pak, kabar terpilihnya bapak kembali memimpin perusahaan sudah sampai ke telinga Tn. Alex.  Beliau pasti sangat bangga dan ingin berjumpa dengan bapak," ucap direksi yang lain.


Nico mengusap wajahnya. Antara bahagia dan sedih. Nico tak mungkin menolak ucapan selamat dari para bawahannya tetapi tak bisa menerima kalau semua itu adalah hasil kerja istrinya yang terpaksa memuaskan nafsu pemilik saham terbesar perusahaan itu.


"Terima kasih, ya …  sebaiknya aku pulang," ucap Nico melangkah sempoyongan seperti habis menegak minuman beralkohol.


Namun, bukan itu. Bukan itu yang membuat Nico sempoyongan. Rasa kesal, marah, frustasi karena istrinya yang membangkang padanya. Nico melarang Reana menemui Hasbi. Melarang wanita itu menyerahkan dirinya tetapi Reana tetap pergi.


Kamu benar-benar keras hati Reana tapi kamu tidak tahu, apa yang kamu lakukan itu telah menghinaku. Meski tak ada yang tahu, kalau aku mempertahankan posisiku dengan menjual istriku pada laki-laki hidung belang itu. Kamu sebenarnya menghinaku Reana. Menganggap aku tak akan bisa menang jika bukan karena menjual tubuhmu itu, batin Nico.


Ting … Denting lift berbunyi pintu lift segera terbuka. Nico menyangka secepat itu sampai di basemen. Karena Nico ingin langsung turun ke lantai basemen. Namun, di tengah jalan ada yang membuka pintu lift.


"Selamat Pak Nico!!!" teriak seluruh karyawan middle management.


Setelah mendapat ucapan selamat di ruangannya dari para direksi dan kepala-kepala divisi. Kini Nico dikejutkan dengan ucapan selamat dari para manajer cabang, Kepala Pengawas, Kepala Departemen, Kepala Bagian, Plant Manager, Factory Manager, Regional Manager, dan lain-lain.


Nico mengangguk membalas ucapan selamat yang meriah itu. Bibirnya tersenyum tetapi hatinya meringis. Setiap kata ucapan itu seperti menampar wajahnya. Nico hanyalah seorang CEO yang hanya bisa mengandalkan tubuh indah istrinya.


Seluruh karyawan di lantai bahkan menghadiahkan buket-buket bunga yang indah. Nico terpaksa menerima semua itu. Tersenyum membalas setiap ucapan selamat itu dengan berterima kasih.


Apa-apaan kamu Nico, apa yang bisa dibanggakan dari dirimu? Mereka tak ada yang tahu kalau kamu menjual istrimu. Tadi tertawa menerima ucapan para top level manajemen sekarang juga bahagia menerima buket bunga dari middle management. Lalu sebentar lagi dari first line management. Apa kamu bangga dengan hasil kerja istrimu? Sepertinya Hasbi puas dengan layanan istrimu, Nico. Ayo! Berterima kasihlah pada istrimu, batin Nico tertawa sambil menangis.

__ADS_1


CEO itu akhirnya pamit untuk beristirahat pulang. Benarkah untuk beristirahat? Bukan, tapi untuk melempar semua buket bunga yang diterimanya ke wajah Reana. Sebagai tanda terima kasih pada istrinya yang telah membantunya mempertahankan posisi CEO-nya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2