Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 175 ~ Putus ~


__ADS_3

Ardy dan Lisca batal pulang. Nico menawarkan untuk tetap tinggal dan Lisca setuju. Namun, di dalam kamar terjadi pertengkaran antara Ardy dan Lisca. Karena Ardy yang tidak tahan lagi melihat tingkah Lisca. Laki-laki itu mencoba membujuk agar wanita itu tidak meminta pulang. Lisca tetap menolak.


Namun, saat Nico yang menawarkan, wanita itu bersedia. Hal itu tak bisa ditolerir lagi oleh Ardy. Perasaannya tersakiti, Ardy memutuskan untuk membatalkan rencana pernikahan mereka. Lisca tercenung, tak menyangka kalau Ardy akan mengambil langkah sejauh itu.


Sial, kenapa sampai begini? Ardy ternyata bisa marah seperti ini? Dia cemburu? Salah sendiri, kenapa kalah segala-galanya dari Nico. Mata dan hati orang itu cenderung melihat pada yang lebih bagus. Huh, bagaimana ini? Pernikahan sudah di batalkan, apa dia akan cerita? Ah sudahlah! Nanti juga pasti minta balikan lagi, batin Lisca.


Wanita itu memutuskan untuk bergabung dengan yang lain. Mencoba bersikap seperti biasa. Duduk di samping Ardy, tersenyum padanya dan terkadang menggodanya. Ardy bersikap acuh tak acuh. Teman-temannya menyadari perubahan sikap Ardy tetapi mereka pura-pura tidak tahu.


"Ardy! Coba cicip ini, enak sekali," ucap Lisca mencoba merayu Ardy.


Laki-laki itu awalnya tidak peduli, sangat enggan dan masih terlihat sangat marah tetapi Lisca terus merayunya. Semua heran melihat pemandangan seperti itu, tetapi hanya bisa mengalihkan pandangan ke arah yang lain. Ardy luluh juga pada akhirnya. Laki-laki itu bersedia menjawab ucapan Lisca meski masih terlihat enggan. Ardy masih memiliki rasa iba terhadap Lisca.


Wanita itu tersenyum senang, sementara yang lain pura-pura sibuk dengan urusan pasangan masing-masing begitu melihat Lisca yang sedang berusaha membujuk tunangannya. Setelah Ardy bersikap biasa, mereka berbincang seolah-olah tak terjadi apa-apa. Menjelang sore Nico mengajak mereka menikmati pemandangan matahari tenggelam di halaman belakang Villa.


"Bisa lihat matahari tenggelam?" seru Dina bertanya.

__ADS_1


"Hm, itulah alasannya aku beli, Villa ini, demi istriku yang sangat suka melihat matahari tenggelam," jawab Nico.


"Wah romantis sekali. Kak Dito, ayo beli Villa," ucap Dina sambil mengedipkan matanya hingga beberapa kali.


"Udah jangan macam-macam, kalau udah sampai di rumah. Kamu malah nafsu ngurusin restoran. Diajak ke mana-mana nggak mau. Huuu, mau berlibur di Villa? Kalau nggak dibilang ketemu Nico mana mau kamu tinggalin restoran," ungkap Dito.


Semua tertawa, Reana pun tersenyum. Tak ada rasa cemburu mendengar ucapan Dito. Meski Nico sendiri terbelalak mendengar ucapan Dito. Dengan ringannya Dito mengungkapkan istrinya yang mau diajak dengan alasan karena bertemu Nico. Lisca tak ketinggalan merasa heran.


Dina seperti terobsesi terhadap Nico tetapi suaminya tak menganggap itu sebuah masalah. Reana sendiri bahkan tertawa lalu menatap suaminya. Nico membalas tatapan istrinya dengan menelan ludah, Reana tertawa lalu mengusap pipi laki-laki itu.


Nico mencoba mengalihkan pembicaraan dengan menatap matahari yang hampir tenggelam itu. Reana pun mengangguk dan mulai menikmati pemandangan kesukaannya. Nico merangkul wanita yang dicintainya itu untuk bersandar di dadanya.


"Serasa kembali ke masa waktu itu ya Kak?" tanya Reana pelan.


"Ya sayang! Kalau suka? Kenapa kita nggak sering-sering datang ke sini?" tanya Nico.

__ADS_1


"Boleh juga, kalau kita ingin istirahat. Kita ke sini lagi ya Kak. Aku ingin menikmati lagi masa-masa kita berdua di sini dulu," ajak Reana.


"Baiklah sayang. Ada cita-cita yang ingin aku wujudkan di sini," ucap Nico.


"Oh ya? Apa itu?" tanya Reana penasaran.


"Hmm, rahasia!" ucap Nico.


"Yah Kakak!" seru Reana.


Nico tertawa melihat Reana yang kesal sendiri. Laki-laki itu memeluk tubuh istri yang dicintainya itu lalu mengecup kening wanita itu lama. Semua itu tak luput dari penglihatan Lisca yang melihatnya dari balik kaca besar Villa.


Sementara Lisca memperhatikan Nico dan Reana yang duduk di halaman menatap matahari tenggelam. Ardy justru mengamati mantan tunangannya itu. Meski Ardy telah bersikap wajar pada Lisca, bukan berarti laki-laki itu telah kembali menerima Lisca sebagai tunangannya. 


Ardy tak pernah bisa memaafkan tingkah laku wanita itu. Terlebih saat ini masih saja terlihat raut wajah iri terhadap Reana dan tertarik pada Nico. Selama mereka menginap di Villa itu, maka Ardy akan selalu mengawasi mantan tunangannya itu.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2