
Ardy telah terlanjur mengumumkan putusnya pertunangan mereka, tetapi Lisca tidak terima. Ardy sudah merasa cukup menutupinya. Setengah hatinya masih berharap Lisca sadar dan memperbaiki diri.
Namun, melihat kejadian tadi, itu benar-benar sangat memalukan bagi Ardy. Wanita yang dikenal sebagai tunangannya, menyimpan foto sahabatnya sendiri dan itu diketahui oleh semua sahabatnya. Ardy merasa tak punya muka lagi berhadapan dengan Nico.
"Kamu tidak peduli dengan perasaanku ya? Setelah menyimpan foto temanku, aku masih mau terima kamu? Di mana harga diriku? Semua orang akan menilai seperti itu. Memutuskan pertunangan itu adalah untuk menyelamatkan harga diriku. Aku tidak perlu peduli lagi padamu," ucap Ardy.
"Aku tidak percaya. Kamu pasti masih sayang sama aku. Kamu pasti masih ingin balik sama aku kan?" tanya Lisca.
"Aku bodoh jika masih mau balik sama kamu. Setelah jelas-jelas kamu menginjak kepalaku lalu aku masih mau balik sama kamu? Apa aku sudah gila? Atau aku ini bodoh? Kamu sudah membuat aku malu. Jelas tunanganku menyukai temanku, aku masih mau menerima? Kamu pikir cinta aku sebesar itu padamu? Sampai-sampai aku dengan mudah memaafkan kamu?" tanya Ardy.
"Kamu memang egois! Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu juga punya rasa tertarik pada Tia? Kamu pikir aku tidak tahu itu? Setiap kali ada Tia, kamu terlihat begitu lincah, begitu bahagia, begitu ramah, begitu–"
"Dia itu kan temanmu, kenapa jadi masalah kalau aku bersikap ramah padanya?" tanya Ardy.
__ADS_1
"Ya, dia memang temanku lalu kamu menunjukkan tanda-tanda tertarik pada temanku, aku masih memaafkanmu. Jika aku seperti itu kamu langsung memutuskan hubungan denganku. Kamu benar-benar egois!" ucap Lisca.
"Ini berbeda. Aku tak punya perasaan khusus pada Tia. Aku memang suka padanya tapi hanya untuk berteman sedangkan kamu berbeda, kamu memiliki niat memilikinya. Menyingkirkan Reana dan menyingkirkan aku. Jadi wajar jika aku memutuskan hubungan sejak sekarang ini karena suatu saat pasti akan putus juga," ungkap Ardy.
"Aku tidak terima. Aku tidak bicara lagi. Aku akan bunuh diri jika kamu tetap putuskan pertunangan kita," ucap Lisca lalu melangkah keluar dari villa.
"Kamu mau ke mana?" tanya Ardy.
Lisca tak menjawab. Terus saja melangkah lurus keluar Villa. Suasana yang sudah mulai gelap tak menyurutkan langkahnya.
Laki-laki itu tahu Lisca tak begitu suka dengan pantai karena wanita itu pernah mengalami kejadian hampir tenggelam saat masih kecil. Kini wanita itu justru melangkah cepat menuju pantai.
"Aku bilang berhenti!" seru Ardy.
__ADS_1
"Kenapa aku harus ikuti ucapanmu? Kamu bukan siapa-siapaku lagi. Kita sudah putus," ucap Lisca.
"Kita pulang sekarang ini juga!" ucap Ardy memutuskan untuk menjauhkan Lisca dari laut.
"Kenapa? Kenapa sekarang ajak aku pulang? Tadi aku mau pulang, kamu malah halangi aku. Sekarang malah ajak aku pulang. Kamu ingin jauhkan aku dari laut? Kamu pikir aku tidak punya cara lain untuk bunuh diri selain tenggelam di laut?" tanya yang menghentakkan genggaman tangan Ardy.
Ardy tercenung. Sejujurnya Ardy memang takut dengan ancaman Lisca. Wanita itu memang dikenalnya sangat nekad. Bahkan Ardy tertarik padanya karena sikap Lisca yang berani. Wanita itu tidak kenal takut karena itu pulalah timbul rasa kagum Ardy padanya.
Kini sikap nekad Lisca justru menjadi boomerang bagi Ardy. Ancaman justru berbalik padanya. Ardy tak ingin mendapat kabar wanita itu nekad mengakhiri hidupnya karena putus pertunangan.
"Baiklah! Aku akan beri kamu kesempatan. Kita lanjutkan pertunangan, tapi jika kamu berani berkhianat padaku? Maka aku sendiri yang akan membunuhmu," ancam Ardy.
Membuat bulu kuduk Lisca merinding tapi dia tidak peduli. Jika Ardy bosan padanya, atau demikian marah, maka Ardy tak perlu membunuhnya, dia sendiri yang akan pergi dari kehidupan Ardy. Laki-laki itu pun membatalkan pemutusan pertunangan dan memberi Lisca kesempatan.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...