Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 163 ~ Meninggalkan Rumah ~


__ADS_3

Nico mencari Reana yang tiba-tiba memutuskan pergi dari rumah. Berlari ke sana kemari tetapi Reana tetap tak ditemukan. Semakin jauh mencari, raut wajahnya semakin panik. Sedih, marah, kecewa, bercampur aduk. Akhirnya terduduk di pinggir jalan setelah lelah terus berlari sambil memanggil Reana.


Wanita itu hanya diam memilih diam di tempatnya di balik sebuah pohon jalur hijau jalan kompleks elit itu. Reana menatap nanar laki-laki yang dicintainya itu melangkah putus asa dan kembali masuk ke gerbang rumahnya.


Biarkan aku pergi Kak Nico, tak ada yang bisa aku lakukan untuk meyakinkan mereka. Meski Kak Nico menerimaku, tapi aku tak sanggup anak ini  hidup ditengah-tengah orang yang membencinya. Aku akan tetap mencintaimu, Papa Nico, batin Reana lalu melangkah meninggalkan kompleks perumahan elit itu.


Entah mengapa, Reana merasa yakin benar-benar telah mengandung seorang bayi. Reana tak peduli jika harus membesarkan bayi itu seorang diri. Wanita itu bahagia menerima kenyataan itu, meski karena kandungan itu, dia dituduh berselingkuh.

__ADS_1


Nico yang masuk ke dalam rumah kembali  bertemu dengan Angelica. Wanita itu segera memeluk Nico tetapi Nico langsung mendorongnya hingga terjerembab ke lantai. Angelica menatap tajam ke arah laki-laki itu.


"Apa yang kamu lihat? Apa ingin melihat kemarahanku? Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa kamu masih ada di sini? Aku dan istriku pindah ke apartemen demi menghindar darimu. Reana selalu merasa tidak diterima di rumah ini, bahkan oleh ibu mertuanya. Sekarang kehadiranmu di rumah ini juga ikut membuat Reana tersisih. Setiap selalu mencoba merusak kebahagiaan kami. Apa yang kamu harapkan, aku membenci Reana dan menerima kamu? Tak akan pernah! Sekarang kamu pergi dari sini!" bentak Nico.


"Nico!" seru Cathrina balik membentak.


Masuk ke dalam mobilnya lalu menangis di situ. Sementara Ny. Cathrina menatap Angelica dengan tatapan mata yang menyalahkan. Seperti apa pun nyonya itu mendukung wanita itu untuk meraih hati putranya tetapi jika karena wanita itu membuat putranya benci, marah dan bahkan tak mau menginjakkan kaki di rumahnya sendiri, tentu saja membuat Ny. Cathrina sangat marah.

__ADS_1


Sebesar apa pun rasa suka dan sayang nyonya itu pada Angelica, tentu saja lebih sayang pada putra kandungnya sendiri. Mengingat itu, Ny. Cathrina tak peduli lagi pada wanita yang pernah menjadi harapannya untuk mendampingi putranya demi mendapatkan keturunan.


Kini dengan telinganya sendiri mendengar, Nico tak akan mau melihat wajah wanita itu lagi. Nico bertekad akan terus mencintai istrinya hingga harapan Ny. Cathrina langsung musnah. Nyonya itu meninggalkan Angelica yang masih terduduk di lantai rumah karena dihempaskan oleh Nico.


Sementara itu Reana datangi rumah kost Nella dengan air mata yang masih mengalir. Melihat itu Nella langsung membawa Reana masuk ke kamarnya. Belum hilang rasa herannya, Reana telah menangis di pelukan Nella.


Meski tidak tahu apa yang terjadi, Nella ikut menangis bersama Reana. Sejak mengenal wanita itu, Nella merasa Reana seperti kakak sendiri. Baginya karena Reana yang suka menolong siapa saja. Nella yang berhati lembut pun selalu ikut merasakan penderitaan Reana sejak mengenal Tn. Malvin.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2