Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 181 ~ Merasa Heran ~


__ADS_3

Reana mendengar janji Nico yang ingin mencoba untuk menerima teman-temannya. Hal yang pernah dicobanya dulu dan berhasil. Namun, hanya berhasil terhadap Rassya. Karena laki-laki itu memang hanya menganggap Reana seperti seorang kakak perempuan. 


Meskipun telah jelas perasaan Rassya terhadap Reana hanyalah sebatas adik terhadap kakak, tapi Nico tetap merasa was-was. Tak bisa sepenuhnya percaya. Bagaimana jika berhadapan dengan Hasbi, dr. Yose dan Tn. Malvin? Yang jelas-jelas mencintai Reana sepenuh hati. 


Reana merasa Nico tak akan sanggup melawan rasa cemburunya. Meskipun begitu Reana membiarkan suaminya itu mencoba, jika memang itu keinginannya. Nico seperti baru tersadar, bukan hanya dirinya sendiri yang mendapat cobaan merasakan cemburu tetapi Reana juga. Namun, Reana bisa mengatasinya dengan bersabar dan percaya.


"Tunggu! Ada yang ingin aku tanyakan padamu," ucap Nico menahan Reana untuk keluarga dari kamar villa itu.


"Ada apa Kak?" tanya Reana.


"Kamu aku atau tidak?" tanya Nico.

__ADS_1


"Lho kok tanyakan itu?" tanya Reana.


"Kamu takut kehilangan aku atau tidak?" tanya Nico.


Reana yang tadinya hendak melangkah keluar akhirnya, berdiri di hadapan Nico. Merasa heran dengan pertanyaan Nico. Reana yakin dengan perasaannya dan tidak takut untuk menjawab tapi merasa sangat heran karena tiba-tiba suaminya itu menanyakan hal seperti itu di saat mereka belum lama ini berbaikan.


"Tentu aku cinta Kakak, setiap saat aku jatuh cinta pada Kak Nico. Sejak aku merasakan perhatian Kak Nico sampai detik ini, rasa cintaku tak berkurang bahkan bertambah,dan jangan tanyakan rasa takut kehilangan. Tentu saja aku kehilangan Kakak. Memangnya kenapa? Kenapa Kakak tanyakan itu?" tanya Reana.


"Kak Dito saja tidak cemburu istrinya seperti itu, kenapa aku harus cemburu?" tanya Reana sambil menahan senyum.


"Itu artinya kamu tidak punya rasa cemburu lagi. Dina seperti terobsesi padaku, kamu tidak keberatan itu. Aku merasa, kamu tidak takut kehilangan aku. Kamu tidak cinta lagi sama aku," ucap Nico dengan tatapan yang sendu.

__ADS_1


"Bukan seperti itu Suamiku sayang. Jika aku tidak tahu ceritanya mungkin aku akan cemburu. Saat Dina dan Dito menyiapkan makan siang kami berbincang-bincang. Dina menceritakan bagaimana Kak Nico dan sahabat lainnya sangat berarti bagi Kak Dito. Apa pun kesibukan akan mereka tinggalkan demi bertemu dengan kalian. Khususnya pada Kak Nico. Mereka merasa usaha restoran mereka sekarang bisa maju berkat bantuan Kak Nico. Dina cerita kalau Kak Nico mengirimkan biaya membuka usaha saat di New York. Karena itu mereka sangat berterima kasih pada Kak Nico. Bagi Dina dan Kak Dito, suamiku ini adalah orang yang sangat berjasa. Karena itu Kak Nico sangat berarti bagi mereka. Kak Dito saja tidak masalah istrinya memuliakan Kakak, jadi kenapa aku harus cemburu?" jelas Reana sambil menangkup wajah suaminya.


"Oh jadi begitu ceritanya? Aku sendiri lupa pernah mengirimkan biaya itu, maafkan aku ya sayang. Aku tidak minta persetujuan kamu dulu," ucap Nico.


"Menolong orang kenapa harus minta persetujuanku? Lagi pula saat itu kita belum menikah Kakak. Apa kewajiban Kakak melaporkan semua padaku?" tanya Reana.


"Tapi bagiku kamu adalah istriku, meski kita belum menikah," dalih Nico.


Melihat itu Reana menatap sendu wajah suaminya. Reana merasakan kasih sayang dan cinta Nico yang begitu besar. Kasih sayang dan cinta yang memang tulus untuknya. 


Meski Reana harus merasa kesulitan karena cinta Nico yang terlalu posesif itu. Namun, Reana tetap merasa bersyukur karena mereka masih bisa melewati setiap masalah itu hingga detik ini. Reana memahami semua terjadi karena cinta Nico yang begitu besar padanya.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2