
Nico memutuskan untuk tinggal bersama Reana. Laki-laki itu nekad tak kembali ke apartemen atau perusahaannya. Demi janjinya pada diri sendiri yang tak ingin Reana merasa menderita hidup di lingkungannya.
"Bukannya aku tak ingin hidup bersama Kakak, tapi rumah tangga kita terlalu banyak masalah. Aku nggak sanggup lagi Kak–"
"Jangan berkata seperti itu. Aku mohon. Aku tahu, aku yang salah, terlalu posesif, terlalu takut kehilangan kamu. Aku yakin tidak seperti ini jika kamu tidak sempat diculik. Dua kali Reana, dua kali Tn. Malvin menguasai kamu. Selama itu aku tak ingin hidup lagi. Aku tak sanggup kehilangan kamu lagi, karena Hasbi atau karena laki-laki itu. Aku sangat takut kehilangan kamu, sayang," tutur Nico.
"Aku nggak akan sebutkan nama Kak, tapi tak ada satu pun laki-laki yang aku cintai selain kak Nico," jawab Reana.
"Ya sayang, harusnya aku percaya itu. Aku takut mereka bisa menggodamu. Mereka semua baik padamu, tak pernah menyakitimu. Karena itu aku takut kamu memilih satu dari mereka," ucap Nico semakin menguatkan pelukannya.
Reana menangis dalam pelukan Nico. Reana tak ingin Nico meninggalkan kehidupannya demi dirinya. Hidup sederhana jauh dari segala fasilitas dan kenyamanan hidup. Reana tak menyangka jika suaminya telah bertekad meninggalkan segalanya demi bisa hidup bersamanya.
"Aku akan tetap cinta Kakak walaupun kita berpisah," ucap Reana
__ADS_1
"Nggak Reana, aku nggak ingin pisah dari kamu. Aku akan kejar ke manapun kamu pergi," ucap Nico memeluk Reana sambil menggelengkan kepalanya.
Reana terdiam, tak bisa berkata apa-apa lagi. Hari itu mereka tetap membantu ibu Reana berjualan di kantin sekolah. Namun, setelah pulang, Reana mendatangi ibunya di kamar dan menceritakan tentang tekad Nico yang tetap ingin mengikutinya ke manapun dia pergi.
"Kalau begitu baguslah. Artinya dia sungguh-sungguh cinta sama kamu. Dia rela kehilangan segalanya demi kamu. Sekarang apa kamu tidak kasihan sama dia? Pada suamimu yang rela hidup sederhana dengan fasilitas sederhana seperti saat ini, sementara dia bisa mendapat yang lebih baik lagi dari apa yang kita miliki sekarang ini. Dia mungkin akan dibenci oleh orang tuanya Nak, itu yang Mama sedihkan," terang Ridha Lia.
Reana tertunduk. Reana ingin mendapat dukungan dari ibunya. Apa pun bentuk dukungan itu, tapi dari yang diucapkan ibunya, Bu Ridha Lia mengingatkan Reana untuk segera kembalikan kehidupan suaminya, di kota dengan semua yang menjadi miliknya.
"Istri harus ikut ke manapun suami pergi, bukan suami harus ikut ke manapun istrinya pergi," jawab Ridha Lia sambil tersenyum.
"Mama nggak apa-apa tinggal sendiri lagi?" tanya Reana dengan raut wajah khawatir.
"Mama baik-baik saja sayang. Di sini kampung Mama, banyak tetangga yang sudah dianggap seperti saudara sendiri. Kamu jangan khawatir. Jadilah istri yang baik, yang selalu mendukung suami bagaimana pun keadaannya," jelas Ridha Lia.
__ADS_1
Reana diam menatap sendu wajah ibunya. Rasa khawatir karena meninggalkan ibunya sendiri setelah merasakan kembali seperti apa repot ibunya menjalani hidup. Reana berjanji akan pergi dengan syarat ibunya mau memenuhi permintaannya.
"Baiklah Ma, Reana akan kembali pada Kak Nico tapi Reana ingin Mama berjanji beberapa hal. Reana akan tetap mengirimkan uang bulanan untuk Mama. Mama nggak boleh mengandalkan hasil jualan untuk biaya hidup. Jika Mama lelah atau sakit, Mama nggak boleh memaksakan diri berjualan. Jika ketahuan Reana akan menetap di sini selamanya–"
"Ya ampun ancamanmu membuat Mama merinding. Nico pasti kesal sama Mama kalau harus berpisah dengan istri tercintanya karena Mama," ucap Ridha Lia sambil tertawa.
"Reana nggak mau tahu, kalau kejadian seperti itu, Reana menetap di sini atau Mama ikut kami," ucap Reana melanjutkan ancamannya.
"Ya baiklah sayang, Mama akan ingat ucapanmu eh bukan … ancamanmu," ucap Ridha Lia lalu tertawa.
Reana memeluk ibunya. Terasa berat meninggalkan ibunya sendiri tetapi tak punya pilihan lain. Reana juga tak ingin hidup suaminya hancur hanya karena mengikutinya dan hidup bersamanya. Tugas Reana sebagai istri adalah berbakti pada suaminya di manapun dia berada. Reana pun memutuskan untuk kembali ke kota walaupun dengan berat hati. Mereka berangkat di malam harinya setelah Nico berjanji akan sering-sering mengajak istrinya untuk mengunjungi ibu mertuanya.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1