Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 192 ~ Pasangan Impian ~


__ADS_3

Reana menghubungi Nico. Laki-laki it memberitahu kalau pendamping yang dicarikan untuk acara reuni sekolah Nella, telah menunggu di lobby klinik perawatan kecantikan itu. Klinik mewah yang menyediakan segala kebutuhan untuk mempercantik diri itu.


Sejak Reana tahu salon yang menjadi langganannya adalah salon kecantikan langganan Angela dulu, Reana menjadi enggan untuk datang ke tempat itu. Nico menyadari dan langsung meminta informasi pada personal assistant-nya, salon kecantikan atau klinik perawatan kecantikan yang lain dan lebih baik.


Semua dilakukan Nico untuk membahagiakan istrinya, meski Reana sendiri tak pernah meminta. Nico selalu berusaha membahagiakan Reana. Bagaimanapun caranya termasuk membakar satu-satunya foto-foto kenang-kenangan cinta pertamanya. 


Setelah membayar tagihan, Reana segera mengajak Nella menemui pendamping yang dicarikan Nico. Reana tersenyum menatap Nella yang sedikit tegang. Wanita itu menggenggam tangan Nella dan kaget karena begitu dinginnya telapak tangan gadis itu.


Setelah berterima kasih pada para penata rias itu, Reana mengajak Nella menemui seorang laki-laki yang telah menunggunya di lobby. Begitu sampai di lobby, Reana dan Nella melihat seorang laki-laki yang sedang menunduk. Reana berdehem, laki-laki itu langsung mengangkat wajahnya. Keduanya langsung terperangah saat mengetahui laki-laki utusan Nico itu ternyata adalah Ardy.


Kedua wanita itu kaget, Ardy segera  berdiri dari sofa itu dan langsung melangkah menghampiri.


"Nella? Kamu ini benar-benar Nella?" tanya Ardy tak percaya. 


Laki-laki itu menatap kagum pada gadis di hadapannya itu. Tak malu-malu menatap Nella dari ujung kaki hingga ujung kepala. Nella tersipu-sipu dan salah tingkah dipandang seperti itu.

__ADS_1


"Jadi Kak Ardy yang diutus Kak Nico untuk temani Nella? Katanya mau cari office boy?" tanya Reana sambil tertawa.


"Ya ini office boy-nya. Seorang office boy itu harus siap disuruh apa saja. Untuk gadis secantik Nella, aku mau disuruh apa saja," ucap Ardy sambil tertawa mengulurkan tangannya. 


Disambut oleh Nella yang langsung dikecup oleh Ardy. Reana tertawa melihat tingkah keduanya yang seperti bangsawan. Segera wanita itu pamit pulang setelah berpesan macam-macam pada Ardy.


"Tenang saja Nyonya Nico. Aku antar sampai ke depan rumah kalau perlu sampai ke kamar …."


"Awas saja!" seru Reana.


"Makasih untuk semuanya Kak. Maaf Nella sudah repotkan Kak Reana," ucap gadis itu sambil melingkarkan tangannya di atas dada Reana. 


Reana tersenyum sambil menepuk tangan gadis itu. Tak lupa berpesan agar Nella bersenang-senang di pesta reuninya nanti. Tak boleh bersedih atau tak percaya diri.


"Dengan penampilan seperti ini dan Kak Ardy yang menemani, mana mungkin aku tidak percaya diri Kak. Ini seperti mimpi," ucap Nella lalu melonggarkan pelukannya.

__ADS_1


"Ini bukan mimpi. Ini Nyata. Mana mungkin kita bisa mimpi yang sama? Ayo berangkatlah. Kasihan Kak Ardy sudah lama menunggu. Nanti jangan lupa service Kak Ardy. Dia bersedia datang, kita sudah sangat berterima kasih," ucap Reana menasehati.


"Ya Kak, tolong sampaikan ucapan terima kasihku untuk Kak Nico ya Kak. Nanti Nella juga datang untuk ucapkan terima kasih secara langsung," ucap Nella.


"Ya baiklah, sekarang Kakak pamit dulu ya," ucap Reana sambil mengusap pipi Nella.


"Ya Kak, Kak Reana hati-hati ya menyetirnya," ucap Nella.


Reana mengangguk dan segera berlalu dari tempat itu. Tak hanya Nella yang ingin berterima kasih pada Nico. Dirinya pun tak sabar untuk mengucapkan itu. 


Sebuah surprise lagi dari Nico. Di saat Reana berpikir Nico benar-benar ingin mencarikan pasangan untuk Nella adalah seorang office boy. Ternyata adalah Ardy sahabatnya sendiri.


Reana teringat saat Nico mengedipkan matanya. Ternyata inilah maksudnya. Nico ingin memberikan kebahagiaan bagi Nella yang telah banyak memberikan bantuan dan hubungan mereka. Memberikan pasangan yang diimpikannya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2