Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 83 S2 ~ Cemburu Lagi ~


__ADS_3

Tn. Malvin memaksa memeluk dan mencium Reana. Laki-laki itu tak peduli lagi, jika melakukannya di depan siapa pun. Rasa kesal, atas kelakuan Reana yang tersenyum pada pengawalnya membuat Tn. Malvin merasa sangat cemburu. Dengan sengaja laki-laki melakukannya di depan Rassya agar pengawal muda itu tahu. Siapa yang berkuasa atas diri Reana.


Tersenyum lagi pada istriku, kamu akan menyaksikan yang lebih lagi. Kalau saja aku tidak berjanji akan memecatmu, sudah aku buang kamu ke laut, batin Malvin sambil menatap pengawal yang duduk tertunduk itu.


Pengawal itu merasa syok atas apa yang dilihatnya. Sebuah pemaksaan dilakukan di depan matanya tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Jika tak memikirkan janjinya pada Reana untuk membantunya melarikan diri. Laki-laki itu mungkin sudah melayangkan pukulan ke wajah Tn. Malvin. Dan bisa dipastikan, dia akan dibekuk. Oleh pengawal lainnya. Disiksa di suatu tempat mungkin dibunuh atau dibuang ke dalam hutan. 


Aku tak peduli tuan itu akan membunuhku. Aku hanya seorang diri di dunia ini. Tak ada yang menangis kepergianku tapi jika aku mati tak ada yang akan menolong Reana lagi. Selamanya gadis itu akan terpenjara oleh cinta Tn. Malvin. Entah sampai dia bisa mempertahankan kehormatannya untuk suaminya, batin Rassya tertunduk menatap meja di hadapannya.


Sementara itu Tn. Malvin tak lepas menatap pengawal yang tertunduk itu. Pengusaha muda itu merasa Rassya telah menyesal dengan kelakuannya yang berani tersenyum di belakangnya pada Reana. Tn. Malvin beralih menatap Reana. Gadis itu masih menyisakan isak tangisnya, tubuh gadis itu masih terlihat berguncang sesekali.


Tn. Malvin sangat ingin meredakan ketakutan gadis itu. Namun, ragu untuk mendekati. Tn. Malvin merasa kalau Reana masih takut pada perbuatannya tadi. Dan benar saja, saat laki-laki itu berpindah duduk di samping Reana. Gadis itu menatapnya dengan raut wajah ketakutan.

__ADS_1


Seperti bertanya-tanya dalam hati, apa yang akan dilakukan Tn. Malvin lagi terhadapnya. Gadis itu seperti trauma, dan rasanya tak sanggup menjalani kehidupan penuh ketakutan seperti itu. Perlahan Tn. Malvin merangkul tubuh Reana lalu menenggelamkan tubuh gadis itu ke dalam dada bidangnya.


Reana pasrah saat Tn. Malvin memeluknya. Lalu perlahan mengecup puncak rambutnya. Kemudian beralih ke kening gadis cantik itu.


"Masih sakit?" bisik Malvin menanyakan luka di bibir gadis itu.


Reana diam, dia tak peduli dengan luka di bibirnya  yang lebih dipikirkannya adalah suaminya. Berkali-kali gadis itu memanggil Nico dalam hatinya. Meminta maaf karena tak bisa menjaga dirinya yang seenaknya dipeluk dan dicium Tn. Mavin.


Berbeda dengan Reana yang menyesali perbuatan Tn. Malvin padanya. Pengusaha tampan itu justru merasa bahagia. Semakin hari laki-laki itu semakin terbiasa memeluk dan mencium Reana. Tn. Malvin berharap semakin lama gadis itu semakin mau menerimanya.


"Maafkan aku ya sayang tapi tolong jangan lakukan ini lagi. Aku tak sanggup menahan marah melihat situasi seperti tadi," bisik Reana.

__ADS_1


"Kenapa? Senyumnya yang jadi masalah atau orangnya?" tanya Reana memberanikan diri.


"Reana–"


"Sudahlah! Kalau kemarin karena ingin menyentuhku. Kalau sekarang karena tersenyum padaku. Aku tidak tahu besok alasan apalagi? Lakukan apa pun yang ingin Tuan lakukan. Aku mungkin akan terbiasa hidup penuh dengan ketegangan," ucap Reana.


"Reana."


Lagi-lagi Tn. Malvin hanya bisa menyebut nama Reana tanpa bisa berkata apa-apa. Laki-laki itu tahu dia bersalah pada Reana. Apa yang dilakukannya sangat keterlaluan. Mencium Reana di depan para pengawal itu dengan cara paksa.


Itu memang keterlaluan, bagaimana dia bisa menerima cintaku. Jika setiap saat aku membuatnya membenciku, batin Malvin.

__ADS_1


Lalu menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan matanya. Reana melirik eksekutif muda itu. Gadis itu berharap Tn. Malvin akan merubah pemikirannya hingga membiarkannya kembali pulang menemui suaminya.


...~   Bersambung  ~...


__ADS_2