
Nella memberitahu Reana kalau Nico telah datang, tetapi gadis itu terlihat tak acuh dan masih sibuk memilah-milah sampah yang akan dibuang. Reana tahu kalau Nella dan karyawan restoran lainnya paling suka bercanda dengannya. Begitu juga dengan Bu Shinta dan Pak Gunawan pun suka mengerjainya.
Tiba-tiba dari arah belakang Reana merasa kedua matanya ditutup. Nico menutup mata Reana dari belakang tapi gadis itu sama sekali tidak kaget atau pun takut karena Reana telah mengetahui siapa yang menutup kedua matanya.
"Kakak! Aku tahu ini pasti Kakak!" seru Reana.
"Kamu curang! Tak mau panggil nama, cuma panggil Kakak. Seperti itu siapa saja bisa jadi Kakak," ucap Nico lalu membalik tubuh calon istrinya itu dan langsung mengecup bibirnya.
Karyawan restoran yang baru tadi langsung terperangah menatap kemesraan pasangan itu. Gadis pelayan baru itu penasaran pada tamu yang begitu tampan itu dan terlihat begitu akrab dengan restoran itu. Tanpa sadar mengikuti langkah kaki laki-laki itu mengikuti Nella yang berlari ke belakang restoran. Begitu melihat adegan mesra itu, hatinya langsung serasa melayang.
"Siapa dia? Aku pikir dia calon pelanggan di sini? Hampir saja aku jadikan objek kan," ucap gadis itu bicara sendiri sambil menatap Nico dari balik pintu belakang.
"Dia itu bukan calon pelanggan tapi calon suaminya Kak Reana," ungkap pelayan laki-laki itu.
"Calon suami? Mereka mau menikah? Masih begitu muda?" tanya gadis pelayan baru itu.
"Ya, mereka udah pacaran lama. Kak Nico udah sangat mapan dan Kak Reana udah sarjana, apalagi yang mereka tunggu," jawab pelayan laki-laki itu.
Ya menunggu aku! Huu-uh, laki-laki tampan selalu ada yang punya. Beruntung sekali Kak Reana itu, padahal Kak Reana itu biasa aja, malah dapat cowok super ganteng begitu. Mapan dan keren huh, kapan aku bisa seberuntung itu, batin gadis pelayan baru itu.
"Kenapa? Kamu iri ya?" tanya pelayan laki-laki itu.
Gadis itu hanya diam. Tersenyum miring sedikit lalu kembali menatap Nico yang sekarang bicara sambil melingkarkan tangannya di pinggang calon istrinya. Gadis pelayan itu betah menatap adegan mesra Nico dan Reana.
"Kamu nggak menyangka 'kan? Kak Reana bisa menggaet cowok seganteng itu. Makanya kuliah! Mereka itu satu kampus dulunya. Belum lagi kamu melihat Tn. Malvin, CEO ganteng eh bukan! Apa ya selevel CEO juga, mmm … aaah, General Manager alias GM ya ... Dia GM hotel-hotel dan resort mewah, dia juga naksir Kak Reana. Kamu bisa terkena serangan jantung kalau mendengar cerita bagaimana mereka memperebutkan Kak Reana," ungkap pelayan laki-laki bernama Ading itu.
"Lebay … halusinasimu berlebihan, emangnya tahu dari mana kamu tentang cerita itu?" tanya gadis pelayan baru itu.
"Aku ini udah lama di sini! Sejak Kak Nico dan Kak Reana itu masih kuliah. Kamu nggak akan nyangka kalau Kak Reana hampir jadi istri eksekutif muda sukses itu," jelas Ading.
__ADS_1
"Haaa, itu memang cerita beneran?" tanya gadis itu.
"Kalau nggak percaya! Tanyakan kebenarannya sama Bu Shinta atau kalau perlu sama Pak Gunawan sekalian," sambung Ading.
"Itu serius?" tanya gadis itu masih tak percaya.
"Aah, udahlah bodo amat kalau nggak percaya! Ayo sekarang kerja, gosip aja kerjaannya–"
"Ih, siapa yang bergosip?" tanya gadis itu dan segera mengikuti Ading kembali ke pintu depan restoran.
Sementara itu Reana mengajak Nico kembali ke restoran dan menawarkan laki-laki itu makan siang. Nico pun mengangguk setuju. Mereka melangkah dengan bergandengan tangan.
"Tapi sebelumnya kita temui Pak Gunawan dan Bu Shinta dulu ya sayang?" tanya Nico.
"Ayo! Aku yakin, mereka pasti sangat senang ketemu sama Kakak," ucap Reana sambil menarik tangan Nico ke dalam masuk ke dalam restoran.
Benar seperti yang diucapkan Reana, Pak Gunawan dan Bu Shinta sangat senang dan merasa terkejut melihat kedatangan Nico. Pak Gunawan bahkan memeluk Nico. Kedua orang penting di restoran itu langsung mengajak Nico makan siang bersama. Reana menatap kagum pada calon suaminya itu yang begitu disukai oleh kedua atasannya.
Nico yang tak sempat datang ke restoran saat menjemput Reana untuk dibawa bertemu dengan orang tuanya di luar negeri. Membuat dua pimpinan restoran itu kecewa. Mereka telah lama tak bertemu dengan Nico lagi sejak laki-laki itu pamit seusai di wisuda.
"Bukan begitu Pak, aku hanya sebentar di sini. Hanya untuk mengajak Reana menemui orang tuaku. Kami buru-buru berangkat jadi belum sempat mampir," jawab Nico sambil tersenyum.
"Sekarang sudah menetap di sini 'kan?" tanya Gunawan.
"Ya Pak, orang tua mengizinkan aku menetap di Indonesia lagi," jawab Nico sambil menoleh dan tersenyum pada calon istrinya. Nico menggenggam tangan Reana, gadis itu pun tersenyum ke arahnya.
"Ya Kak Nico, jangan pergi lagi! Tetaplah di sini, jangan tinggalkan Kak Reana lagi. Aku takut Tn. Malvin akan kembali–"
"Nella!"
__ADS_1
"Apa Nella? Kenapa dengan Tn. Malvin? Hari itu kamu yang menyebut nama Tn. Malvin 'kan?" tanya Nico terlihat mulai panik.
"Nella!" bisik Reana.
"Diam Reana!" tegas Nico pada gadis itu dengan tatapan mata yang tajam.
Nico kembali menoleh pada Nella yang tiba-tiba seperti menyesal mengeluarkan kata-kata. Gadis itu sepertinya keceplosan dan baru sadar dengan janjinya pada Reana. Sementara karyawan restoran yang lainnya hanya menatap dengan wajah tegang.
"Ada apa Nella?" tanya Nico
"Maaf Kak Reana," ucap gadis itu menyesal karena keceplosan.
Sementara Nico masih tetap menunggu jawaban Nella. Reana pasrah dengan wajahnya yang risau. Tidak tahu sejauh mana Nella akan menceritakan tentang Tn. Malvin.
"Sebenarnya aku sering melihat mobil pengawal Tn. Malvin mondar-mandir bahkan berdiri mengamati. Aku pura-pura tak mengenali mobil-mobil itu tapi … aku sangat hafal mobil-mobil milik Tn. Malvin. Mereka semakin sering terlihat belakang ini. Sejak Tn. Malvin menelpon Kak Reana," jelas Nella akhirnya mengadu. Nico langsung menoleh ke arah Reana.
"Kamu tahu tentang itu?" tanya Nico yang langsung dibalas dengan gelengan kepala oleh Reana.
"Jangan bohong!" seru Nico dengan suara yang tegas.
"Nggak Kak. Aku benar-benar nggak tahu tentang itu," jawab Reana.
"Lalu mengenai telepon dari Tn. Malvin itu, ayo ceritakan padaku," ucap Nico.
Tak banyak yang Reana bisa ceritakan. Gadis itu akhirnya menceritakan apa adanya tentang Tn. Malvin yang tiba-tiba meneleponnya. Nico bahkan menanyakan detail ucapan pengusaha sukses yang pernah menjadi tunangan Reana itu.
Para pelayan baru yang tak tahu cerita langsung bertanya sambil berbisik-bisik. Sementara yang mengikuti kisah cinta Reana, Nico dan Tn. Malvin itu terperangah. Mereka tak percaya setelah merasakan masa tenang tanpa perseteruan, kini tercium lagi aroma perebutan cinta itu.
Bu Shinta, Pak Gunawan dan Nico terperangah mendengar cerita Nella dan Reana. Nico bahkan tersandar di kursinya. Kekhawatiran itu ternyata memang wajar, berturut-turut Tn. Malvin menyampaikan sinyal keberadaannya dan terlihat jelas kalau eksekutif muda itu masih belum bisa melepaskan Reana.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...