
Rommy datang ke rumah Reana di kampung. Tentu saja hal itu membuat Reana sangat terkejut. Mungkin dalam hatinya lebih berharap Nico yang datang. Namun, apa pun itu, Reana harus siap mendengar tujuan sahabat Nico itu datang menemuinya.
Yose terpaksa pergi karena Rommy ingin bicara tentang situasi rumah tangga Reana dan Nico. Yose merasa kalau yang dibicarakan Reana dan Rommy ada hubungannya dengan pernikahan Reana. Yose membebaskan mereka bicara dan berharap Reana bisa menuntaskan masalah rumah tangganya.
"Ada apa Kak Rommy kemari? Dari mana tahu alamat di sini?" tanya Reana heran.
"Kamu benar-benar tak ingin kembali pada Nico? Tak cinta lagi padanya? Tak kasihan padanya?" tanya Rommy.
Pertanyaan Reana sama sekali tak penting untuk dijawab. Rommy ingin langsung ke inti masalahnya. Ingin tahu seperti apa perasaan Reana terhadap Nico.
"Aku … pergi demi Kak Nico. Kak Rommy nggak tahu, Kak Nico itu telah bertemu lagi dengan cinta pertamanya. Kak Nico nggak inginkan aku lagi," ucap Reana dengan penuh emosional hingga terisak-isak.
Baru kali ini Reana mencurahkan isi hatinya sejak rumah tangganya mendapat masalah. Reana tak mampu menahan sesak di dadanya hingga menangis terisak-isak. Rommy menyandarkan kepala Reana di bahunya. Membelai rambut wanita telah dianggap sebagai adiknya sendiri itu.
"Kamu salah Reana. Angelica itu tak ada artinya bagi Nico. Nico tak memiliki perasaan apa pun padanya. Dia bilang sendiri padaku. Hingga detik dia tetap mencintaimu. Aku langsung bertanya padanya saat dia tak konsentrasi saat meeting. Aku yakin Nico ada masalah. Dia cerita semua tentang Angelica. Nico justru sangat khawatir padamu," jelas Rommy lalu menatap wajah Reana sambil membelai rambut Reana.
"Nggak mungkin! Kak Nico mengabaikan aku. Kak Nico sama sekali nggak mau bicara padaku, Kak," ucap Reana mengadu.
"Aku nggak tahu apa sebabnya dia bersikap seperti itu tapi mengenai Angelica kamu sudah pasti salah paham. Nico bahkan berencana untuk membawa kamu kembali ke apartemen," jelas Rommy.
"Apa?"
"Nico takut kalau Mommy berpikir untuk menjodohkan dia dengan Angelica karena kalian masih belum memiliki anak. Karena itu dia ingin membawamu kembali ke apartemen dan tak akan peduli dengan rencana-rencana Mommy. Nico tak ingin kamu bersedih Reana. Dia berniat menjauhkan kamu dari Mommy dan Angelica," jelas Rommy.
"Lalu … kenapa Kak Nico mencariku. Kak Rommy saja bisa menemukan aku," ucap Reana kesal.
"Dia mencarimu ke mana-mana, kamu pikir aku dapat alamat ini dari siapa? Dari Nico yang mencari informasi tentangmu hingga ke restoran tempat kamu bekerja dulu," jelas Rommy.
"Jika sudah tahu aku ada di sini, kenapa tidak datang dan jelaskan sendiri," ucap Reana.
"Dia sangat takut kehilangan kamu. Dia takut mendengar kata-kata pisah darimu. Dia takut kamu memutuskan untuk tidak kembali lagi padanya," jelas Rommy.
__ADS_1
"Jika tetap seperti ini, sama saja dengan berpisah. Mungkin memang itu yang diinginkan Kak Nico," ucap Reana.
"Nggak Reana. Nico nggak ingin pisah sama kamu. Kamu nggak tahu bagaimana keadaan Nico saat ini. Dia sangat kacau, Kakak khawatir dengan kondisi perusahaannya–"
"Apa? Kenapa dengan perusahaannya?" tanya Reana panik.
"Akhir-akhir ini Nico sembarangan dalam mengambil keputusan. Sejak kamu pergi dari rumah, dia seperti kehilangan arah. Sering melamun, saat presentasi penting, pikiran melayang. Kadang Nico mengikuti apa saja usulan dari rekan bisnisnya. Ini kacau Reana, aku khawatir perusahaannya tak bisa ditolong lagi. Saat aku memberi saran dia tak mau dengar. Dia sibuk dengan lamunannya. Sebelum mendapat alamat di sini, dia sibuk mencari-cari tapi setelah mendapatkan alamat dia justru merasa takut sendiri. Dia takut kamu menolak kembali padanya. Kini dia seperti orang stress. Kerjanya hanya menatap kertas bertulis alamat rumah ini. Dia tak ingin memikirkan apa pun tentang perusahaan. Itu bisa membahayakan perusahaannya. Sejak kehilangan kamu, dia seperti tak peduli pada perusahaan ayahnya–"
"Ya ampun, Kak Nico!" ucap Reana sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Dia tak memikirkan resiko apa pun dalam pengambilan keputusan. Aku takut perusahaan tempat aku bekerja ini ingin menguasai perusahaan Nico. Dia bisa kehilangan segala-segalanya. Dia bisa kehilangan jabatannya," jelas Rommy.
"Oh ya ampun kenapa Kak Nico jadi seperti itu?" tanya Reana panik.
"Dia tak peduli apa-apa lagi karena merasa sekarang sudah kehilangan segala-galanya. Dia stress Reana. Jika kamu ingin melihat dia hancur maka abaikan dia, tapi … jika kamu masih peduli padanya, maka kembalilah padanya. Kamu yang bisa menghentikan dia mengambil keputusan yang gegabah untuk perusahaannya," jelas Rommy.
Reana tercenung, tentu saja dia tak ingin Nico hancur. Terbayang betapa kecewa orang tuanya jika Nico tak mampu mempertahankan perusahaannya. Mengingat itu hati Reana luluh. Teringat bagaimana baiknya Tn. Alex Rayne padanya.
"Lihatlah sendiri keadaannya, kamu tidak akan tega meninggalkannya. Jangankan meninggalkannya, melihat matanya yang kosong saja kamu mungkin tak akan tega," bujuk Rommy. Reana terdiam sesaat lalu akhirnya mengangguk.
Reana kembali mengangguk. Wanita itu tak akan sanggup membayangkan kehancuran suaminya. Apalagi semua karena kesalahpahaman.
"Tapi aku tak ingin Kak Nico seperti itu lagi. Mengabaikan aku tanpa aku tahu apa kesalahanku. Jika dia seperti itu, aku tak akan kembali lagi padanya," ungkap Reana.
"Jika terjadi seperti itu, kamu harus segera beritahu aku. Biar aku ketuk kepalanya," sahut Rommy sambil tertawa.
Reana memutuskan untuk kembali pada suaminya. Reana menjelaskan keadaan Nico pada ibunya. Dibantu oleh Rommy, akhirnya Bu Ridha Lia menyetujui putrinya untuk kembali ke sisi suaminya. Ibu itu juga merasa, Reana tak boleh terlalu lama meninggalkan suaminya. Hal buruk benar-benar akan terjadi jika suami istri terpisah terlalu lama.
Perpisahan bisa benar-benar terjadi jika masalah tak segera diselesaikan. Perasaan cinta akan terasa memudar, semakin berkurang dan akhirnya menghilang. Apalagi saat ini Reana telah mengenal seseorang yang bisa menghiburnya. Bu Ridha Lia tak ingin rumah tangga putrinya hancur hingga berakhir dengan berstatus janda.
Malam itu Reana berangkat kembali pada suaminya. Setelah menitipkan surat untuk dr. Yose pada ibunya. Reana menuliskan rasa menyesalnya karena masih belum bisa melunasi hutang terima kasihnya pada dokter itu. Reana berjanji suatu saat nanti akan kembali untuk memenuhi janjinya. Meminta maaf secara langsung pada Yori, adik dr. Yose dan memberikan imbalan seperti yang diminta dokter tampan itu.
__ADS_1
"Nanti aku antar kamu ke apartemen ya, tunggu Nico di sana Ok!" ucap Rommy sambil mengemudi.
"Kenapa tidak langsung pulang?" tanya Reana yang tak mengerti tujuan Rommy mengantarnya ke apartemen milik Nico.
Agar kalian bisa berbulan madu dulu. Langsung kembali ke rumah yang membuatmu sedih. Bisa-bisa si Angelica itu mengganggu kamu lagi, membuat kamu sedih lagi lalu pergi lagi. Sekarang nikmati saja saat-saat berdua bersama Nico, batin Rommy sambil tersenyum.
"Kenapa? Apa yang Kak Rommy pikirkan?" tanya Reana.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mewujudkan niat Nico untuk membawamu kembali ke apartemen. Setelah ini terserah kalian. Mau tetap di apartemen atau kembali pulang ke rumah ya… terserah kalian," jawab Rommy.
Reana mengangguk. Setuju untuk menunggu suaminya di apartemen. Setelah Reana masuk ke apartemen. Rommy langsung menelpon Nico.
"Untuk apa? Aku sedang malas ke sana," jawab Nico saat diajak Rommy bertemu di apartemen.
"Ada yang ingin aku bicarakan, ini ada hubungannya dengan Reana," ucap Rommy.
Mendengar nama wanita yang dirindukannya itu, Nico terdiam. Apa pun kabar tentang wanita itu pasti sangat ingin didengarnya. Meski tak yakin Rommy bisa membantu menyelesaikan masalah rumah tangganya. Laki-laki itu akhirnya bersedia bertemu dengan Rommy di apartemennya.
Nico juga merasa tak enak hati. Setiap kali dirinya, butuh teman bicara, Rommy selalu bersedia memenuhi permintaannya. Setiap kali meminta Rommy datang, sesibuk apa pun, laki-laki itu pasti menyempatkan diri menemuinya.
Kini Rommy ingin mereka bertemu untuk bicara di apartemennya. Nico pun memenuhi keinginan laki-laki itu, meski enggan. Karena Nico tak berminat lagi melakukan apa pun. Dengan langkah lunglai, wajah kusut, jas yang ditenteng dan kemeja putih yang berantakan, Nico menekan tombol password.
Reana yang mendengar bunyi password pintu terbuka langsung berlari menghampiri. Terkejut saat melihat kondisi suaminya. Nico termangu, menatap Reana dengan tatapan mata tak percaya.
"Kakak, apa yang terjadi denganmu?" tanya Reana dengan polosnya melihat penampilan Nico yang acak-acakan.
Nico yang tak yakin dengan penglihatannya langsung sadar Reana benar-benar ada dihadapannya begitu mendengar suara wanita yang dicintainya itu. Nico melepas jas yang ditentengnya dan langsung memeluk istrinya.
"Kamu kembali sayang? Ini bukan halusinasi 'kan? Kamu benar-benar kembali 'kan? Aku tidak gila 'kan?" tanya Nico bertubi-tubi sambil menangkup wajah istrinya. Reana hanya mengangguk sambil tersenyum.
Nico begitu terharu hingga mata berkaca-kaca. Rasa tak percaya tapi sangat ingin mempercayai apa yang dilihatnya. Melihat air mata Nico yang menetes, Reana merasa terharu. Menghapus air mata itu lalu mengecup bibir suaminya.
__ADS_1
Nico membalas ciuman itu dengan penuh nafsu. Nico sangat merindukan ciuman itu. Merindukan semuanya, belaian lembut tangan Reana, hembusan nafas Reana di pipinya. Hangatnya tubuh Reana hingga manisnya bercinta dengan Reana.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...