
Reana meminta izin untuk beristirahat di kamar kost Nella. Gadis itu menerima Reana dengan senang hati. Nella membiarkan Reana menenangkan diri di kamar kost setelah menceritakan rumah tangganya yang sedang dalam masalah.
Sementara Reana beristirahat, Nella berangkat bekerja ke restoran. Setiba di sana Nico telah duduk di meja yang biasa dipesannya. Duduk termenung dengan tatapan mata yang kosong.
Kalau Kak Reana mengizinkan, aku akan beritahu Kak Nico kalau istrinya ada di kamar kost-ku. Kasihan sekali mereka, sama-sama menderita padahal mereka saling cinta, batin Nella.
Gadis itu ingin menyapa Nico, tetapi baru saja Nella ingin menghampiri, seseorang datang menghampiri Nico dan langsung duduk di hadapannya. Nella urung mendekat, hanya berdiri menatap tak jauh dari tempat itu.
"Ada apa?" tanya Rommy.
"Maaf aku mengganggumu," ucap Nico dengan wajah menunduk.
"Kalau aku bisa datang berarti sama sekali tidak mengganggu kesibukanku, jadi sekarang ada masalah apa?" tanya Rommy.
"Kamu terburu-buru?"
"Bukan terburu-buru, aku penasaran sekarang ada masalah apa. Aku yakin masih masalah Reana kan?" tanya Rommy yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Nico.
__ADS_1
"Aku … menurutmu, apa aku sanggup menjalani ini?" tanya Nico.
"Menjalani apa?" tanya Rommy heran.
"Aku tak ingin kehilangan Reana tapi aku tak yakin bisa menerima bayi itu–"
"Bayi? Bayi siapa? Reana hamil? Dia mengandung anak laki-laki lain?" tanya Rommy.
"Dia bilang itu bayiku–"
"Kamu tidak percaya?" tanya Rommy dengan nada yang sedikit membentak.
"Kamu tahu, aku sangat menginginkan bayi, begitu sebagian besar hatiku sangat ingin percaya kalau itu bayiku tapi … sungguh Rom, aku nggak sanggup membayangkannya, setiap hari harus menatap hasil–"
"Tunggu! Kemarin kamu sudah ikhlas menerima kalau seandainya Reana benar-benar melayani permintaan Hasbi, lalu sekarang?" tanya Rommy tak mengerti.
"Dengan susah payah aku menerima kenyataan kalau dia bersama dengan laki-laki lain demi aku dan perusahaanku. Sekarang cobaan lain datang lagi, aku harus menerima hasil dari kejadian itu, aku …."
__ADS_1
"Kalau tidak sanggup! Menyerah ya menyerah saja! Banyak yang mau menerima Reana apa adanya. Baik dia pernah ditiduri laki-laki lain atau hamil dari laki-laki lain. Apalagi Hasbi pasti dengan senang hati menerimanya. Hingga kini dia masih menolak dijodohkan dengan gadis lain. Silih berganti datang ke kantor wanita-wanita kalangan atas yang diperkenalkan padanya. Jangan harap dia mau datang ke sebuah restoran untuk melakukan kencan buta. Jika tak datang ke kantor para wanita itu tidak akan bisa bertemu dengannya. Aku tak melihat dia goyah pada cintanya. Aku rasa, kamu menyerah saja, cinta Hasbi lebih tulus daripada cintamu–"
"Nggak! Nggak! Dia nggak boleh merebut Reana dariku!" jerit Nico dengan mata yang berkaca-kaca.
Laki-laki itu bahkan berdiri dari tempat duduknya karena panik. Teringat ucapan Hasbi yang menunggu untuk merebut Reana dari sisinya, jika Nico sempat mengabaikan Reana. Nico menjadi panik, saingannya itu mengetahui Reana sedang bersedih.
"Kamu menuduh bayi itu adalah bayinya, kalau begitu lepaskan Reana, biarkan dia bertanggung jawab terhadap bayinya–"
"Nggak! Nggak! Aku yang akan menjadi ayah dari anak itu," bentak Nico dengan dada yang turun naik karena emosi.
"Kamu yakin? Sebaiknya kamu tanyakan pada Hasbi. Dia bisa menuntutmu menyembunyikan keberadaan darah dagingnya. Menjauhkan seorang anak dari orang tuanya kandungnya. Ada pasal yang bisa digunakannya untuk menurutmu, percayalah, menyembunyikan asal usul seorang anak dari orang tuanya bisa terjerat hukum,"
"Tapi jika dia tahu Reana mengandung anaknya, dia akan merebut Reana dariku?" tanya Nico tertunduk.
"Jika kamu beritahu dia sekarang, kamu bisa bebas dari tuntutannya kelak. Jika dia memaksa untuk memiliki anak itu sekarang, kamu bisa menuntutnya melakukan pemaksaan, dia tidak akan menang. Karena Reana masih berstatus istrimu. Dia yang bisa terjerat hukum," jelas Rommy.
Nico terdiam, hatinya serba salah. Di sisi lain tak rela Reana dimiliki laki-laki lain, sementara di sisi lain merasa tak sanggup menerima bayi yang bukan darah dagingnya. Nella yang mendengar percakapan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Gadis itu serasa ingin memaki Nico karena laki-laki itu yang tak percaya sepenuhnya pada Reana. Namun, teringat Reana yang masih tetap mencintai suaminya itu, Nella menahan diri. Menunggu keputusan yang akan diambil Nico selanjutnya. Pasrah melepaskan Reana atau kembali menerima Reana dengan segala kekurangannya.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...