Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 138 ~ Menyesal ~


__ADS_3

Nico menemui Rassya sebagai tanda penyesalannya karena telah berprasangka buruk pada pengawal Tn. Malvin itu. Ditambah lagi, dirinya yang telah membaca sendiri pesan-pesan dari Rasya untuk istrinya. Tak ada kesan laki-laki itu mengganggu atau menggoda istrinya. Nico telah salah sangka dan Nico merasa sangat menyesal.


Demi memperbaiki situasi, Nico mengundang Rassya bertemu. Selain ingin tahu seperti apa sesungguhnya orang yang telah begitu akrab dengan istrinya itu. Nico juga ingin mengikuti saran Rommy. Berteman dengan teman istrinya.


Reana bisa berteman dengan teman-temanku, kenapa aku tak bisa berteman dengan teman-temannya? Padahal itu bisa mengurangi rasa curiga. Reana bahkan bisa menyayangi teman-temanku, kenapa aku tak bisa seperti Reana? Batin Nico bertanya-tanya.


Setiap kali memikirkan itu Nico merasa tak adil pada istrinya. Untuk itu Nico ingin berubah. Nico berharap tak ada lagi masalah yang berasal dari sebuah kesalahpahaman.


Setelah bertemu langsung dengan Rassya, jangankan rasa benci atau cemburu. Nico justru merasa menyesal dan kasihan terhadap nasib laki-laki muda itu. Demi menolong Reana, Rassya kehilangan pekerjaannya. Terlebih lagi membuat hati Nico terharu, Rassya seperti telah di blacklist oleh Tn. Malvin hingga tak bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahliannya. 


Nico pun berinisiatif untuk menerimanya sebagai pengawal sekaligus asistennya. Meski Nico tak begitu suka memiliki pengawal. Nico hanya ingin mencari solusi sementara untuk membantu Rassya yang tak punya pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.


Sikap Nico yang telah terlihat akrab dengan Rassya menjadi tanda tanya dalam hati Reana. Mereka berbincang tanpa beban. Nico bahkan menawarkan untuk datang ke apartemen mereka jika Rassya ada waktu.


"Ada yang ingin aku tanyakan Kak," ucap sambil menatap wajah suaminya


Dagu Reana bertumpu di atas dada bidang itu. Setelah bertemu dengan Rassya. Lalu pulang dan langsung bercinta, pikiran Reana tak lepas dari pertanyaan-pertanyaan dalam benak.


"Apa sayang? Kamu ingin tanya apa?" tanya Nico sambil mengusap punggung terbuka istrinya.


"Tadi, waktu bertemu dengan Rassya. Kenapa Kakak seperti sudah terlihat akrab dengannya?" tanya Reana.


"Memang kami sudah akrab–"


"Apa?" tanya Reana heran bahkan hingga terduduk.


Nico tertawa melihat istrinya yang langsung kelimpungan mencari pakaiannya yang tadi dilempar sembarangan. Nico memeluk tubuh istrinya. Dalam hatinya, Nico merasa Reana tak perlu lagi merasa malu hingga mencari sesuatu untuk menutupi tubuhnya.


"Kami sudah pernah bertemu sebelumnya," ucap Nico yang kembali membuat Reana kaget.


"Apa yang … eh … kenapa Kakak ingin menemuinya?" tanya Reana terlihat bingung.


"Aku ingin bertanya padanya apa kalian selingkuh atau tidak?"


"Apa?" Kembali Reana terbangun dan Nico tertawa.

__ADS_1


Laki-laki itu duduk di hadapan Reana lalu mengusap lembut pipi istrinya. Lalu tersenyum, hatinya berbunga-bunga. Setiap kali selesaikan masalah, hal romantis selalu terjadi. Kali ini mereka bercinta di atas sofa di ruang tengah. Hal yang tak mungkin di lakukannya jika masih tinggal di rumah orang tuanya.


"Kakak tak menjawab pertanyaanku," ucap Reana.


"Kamu tidak bertanya tapi kamu terkejut," jawab Nico.


"Oh ya, tapi kenapa Kakak tuduh Rassya selingkuh denganku?" tanya Reana.


"Aku tidak tanyakan, itu perasaan di dalam hati," ucap Nico lalu tertawa.


"Oh ya ampun! Lalu? Apa saja yang kalian lakukan?" tanya Reana.


"Kami tidak melakukan apa-apa sayang! Kami hanya berbincang-bincang. Karena aku merasa bersalah padanya. Aku merasa berdosa menuduhnya. Saat membaca isi pesannya, aku tak melihat tanda-tanda perselingkuhan kalian jadi aku menemuinya untuk minta maaf. Apa karena kalian begitu hebat menutupinya?" tanya Nico.


"Nggak ada!" ucap Reana langsung dan membuat Nico tertawa.


"Aku menjadikannya pengawalku," ucap Nico akhirnya.


"Apa?" 


"Kamu jadi gampang kaget sekarang," ucap Nico lalu tersenyum.


"Dia dipecat Tn. Malvin dan menjadi tenaga angkat barang di mini market,"


"Apa?"


"Kaget lagi kan," ucap Nico lalu tertawa terbahak-bahak.


Reana mencubit pinggang suaminya yang terbuka. Nico terdiam lalu menatap sendu istri yang dicintainya itu. Duduk di atas sofa tanpa mengenakan apa pun. Hanya bantal sofa yang menutupi tubuh istrinya.


Nico merasa bahagia merasakan kebebasan berduaan dengan istrinya. Kalau perlu setiap hari bisa seperti itu. Memikirkan itu lagi-lagi Nico tertawa.


"Aku mencintaimu sayang!" bisik Nico tiba-tiba.


"Aku juga mencintaimu Kak Nico," ucap Reana.

__ADS_1


Nico kembali memeluk tubuh polos istrinya. Merasakan kehangatan tubuh wanita yang dicintainya itu. Nico berharap tak ada lagi masalah yang timbul dalam rumah tangganya.


"Mulai sekarang, aku ingin selalu bertanya padamu. Aku tak akan berpikir sendiri. Pikiranku selalu salah terhadapmu. Mulai sekarang aku akan selalu bertanya padamu secara langsung. Aku mohon kamu jangan pernah membohongi aku," ucap Nico.


"Aku nggak pernah membohongi Kak Nico," jawab Reana langsung.


"Iya benar. Tapi mulai sekarang aku harus lebih hati-hati. Kamu juga harus siap menghadapi ini," ucap Nico.


"Apa apa Kak?" tanya Reana.


"Perusahaanku, aku sepertinya telah berbuat kesalahan," ucap Nico.


Mendengar itu Reana langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Air matanya langsung mengalir. Reana teringat apa yang dijelaskan Rommy saat mengajaknya pulang. Kekhawatiran Rommy ternyata menjadi nyata. Melihat istrinya yang menangis, Nico tersenyum sambil menghapus air mata istrinya.


"Ini kesalahanku, aku yang akan menanggung semuanya. Kamu jangan khawatir ya? Ini hukuman  karena dosa-dosaku yang tak percayai istriku," ucap Nico.


"Ada apa Kak? Tolong katakan padaku," ucap Reana memohon.


"Kenapa juga aku bilang padamu. Jadi merusak suasana romantis ini," ucap Nico lalu tersenyum.


Reana menggelengkan kepalanya kuat lalu memeluk erat tubuh suaminya. Reana menangis terisak-isak di situ. Nico tak mau menceritakan apa masalah yang terjadi dalam perusahaannya. Reana pun tak bisa memaksanya.


Namun, melihat kesedihan di wajah Nico kekhawatiran Rommy, Reana merasa keadaannya perusahaan itu sedang dalam kondisi yang serius. Reana menganggap semua itu juga kesalahannya. Rommy bercerita kalau sikap Nico berubah sejak kepergiannya ke kampung halamannya.


"Maafkan aku Kak," ucap Reana dengan terisak-isak.


Nico telah memeluk istrinya itu erat, sudah mengusap punggungnya agar tenang. Namun, wanita masih saja menangis. Nico berusaha membujuk dan menghibur Reana tapi tetap saja wanita itu menangis. Nico tak ingin istrinya itu menangis. Nico menceritakan itu hanya ingin istrinya bersiap-siap jika terjadi goncangan dalam perusahaannya.


Keesokan harinya, Nico langsung memanggil Rommy untuk bertanya padanya. Sahabat Nico itu langsung datang dan mendapati Nico yang sedang emosi. Laki-laki itu ingin tahu apa yang diceritakannya pada Reana.


"Aku ceritakan tentang keadaan perusahaanmu, bagaimana kamu mengambil keputusan dengan berpikir sembarangan," jawab Rommy.


"Kenapa ceritakan itu padanya. Begitu aku singgung tentang perusahaan dia langsung menangis," ucap Nico panik dan langsung menyalahkan Rommy. 


"Agar dia mau pulang! Untuk menghentikan kamu berbuat salah. Aku peduli pada perusahaan itu. Daddy ikut membantu biaya kuliahku. Melalui perusahaan itu, Daddy memberikan beasiswa untuk meringankan bayaran semesterku. Aku tak ingin perusahaan itu hancur. Aku kasihan sama Daddy. Aku belum sempat membalas kebaikan Daddy. Kamu tahu sendiri kondisi kesehatan Daddy. Bagaimana jika dia tahu kalau putranya menghancurkan masa depan perusahaannya. Coba pikir! Kamu bisa di depak dari perusahaanmu sendiri," ucap Rommy tak kalah paniknya.

__ADS_1


Nico selama ini terlalu hanyut dalam kesedihannya. Semua karena rasa kehilangan Reana yang tak dapat diatasinya. Saat wanita itu menangis mengkhawatirkan kondisi perusahaannya. Nico baru sadar, kalau akibat perbuatannya itu juga bisa membuat Reana merasa bersalah.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2