Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 122 S2 ~ Pergi ~


__ADS_3

Reana tak tahu apa kesalahannya. Tiba-tiba Nico mengabaikannya. Beberapa hari diabaikan, kini Reana harus berhadapan dengan gadis yang begitu mirip dengan cinta pertama Nico. Laki-laki itu sempat terpana menatap adik dari Angela yang begitu mirip dengan cinta pertamanya itu.


Sikap tak menghargai Angelica terhadap Reana sebagai istri Nico, dirasakannya dan tak ada yang peduli dengan semua itu. Reana tak menyalahkan siapa-siapa karena sejak mengenal kedua orang tua itu, sikap mereka memang acuh tak acuh. Terbiasa dengan gaya hidup di luar yang mengutamakan kebebasan.


Semua itu masih bisa ditahan Reana. Namun, sikap suaminya yang mengabaikannya tanpa alasanlah yang membuat lelah. Semakin lelah saat suaminya tak membelanya sedikit pun. Tak menghibur saat perlakuan gadis kesayangan keluarga itu mengiris hatinya. Reana memutuskan membebaskan Nico meraih kebahagiaannya.


Dengan air mata yang bercucuran. Reana menulis sebuah surat pengunduran dirinya untuk perusahaan dan sebuah surat untuk suaminya.


Suamiku tersayang,

__ADS_1


Kak Nico, aku harus pergi. Aku titipkan surat pengunduran diri untuk diambil sekretarisku besok pagi. Maafkan aku Kak. Mungkin berpisah adalah solusi terbaik bagi kita. Aku harus percaya itu, agar tidak ada penyesalan nanti. Aku tidak tahu apa kesalahanku tapi aku yakin, aku pasti telah melakukan kesalahan karena itu maafkanlah aku.


Aku tahu, aku tak layak bagimu. Sejak awal kita terlalu memaksakan diri untuk bersama. Memaksa orang tua menerima hubungan kita. Kita telah berusaha meski terlalu banyak halangan bagi kita untuk bahagia. Kita sudah mencoba untuk bertahan. Memaksamu untuk tetap bersamaku hanya akan membuat hidup Kak Nico menderita.


Kak Nico tak akan bahagia bersamaku. Aku selalu menyusahkanmu, selalu membuatmu marah. Aku hanya ingin Kak Nico bahagia dan ini pilihanku. Aku harus pergi dari hidupmu. Mungkin memang ini takdir terbaik kita. Aku doakan semoga Kak Nico bahagia. Aku lega ada seseorang yang bisa menghibur Kakak. Semoga Kak Nico bahagia bersamanya


Akhirnya kata, tolong sampaikan maafku yang sebesar-besarnya pada Daddy, Mommy, Angelica dan semua yang ada di rumah ini. Maafkan atas kesalahan-kesalahanku yang telah menyusahkan semuanya selama aku tinggal di rumah ini dan tolong sampaikan maafku karena pergi tanpa pamit.


^^^Reana.^^^

__ADS_1


Dengan senyum yang diiringi air mata, Reana menatap surat yang telah dilipat rapi itu. Lalu menaruhnya. Reana pun menaruh ponsel pemberian Nico di atas nakas. Satu-satunya pemberian suaminya yang masih dipertahankannya adalah cincin pernikahannya.


Setelah berpikir berkali-kali, wanita itu memutuskan untuk tetap mengenakan cincin pernikahan. Reana membulatkan tekadnya untuk pergi. Setelah menyiapkan dua surat. Reana menyiapkan pakaian seadanya. Lalu menatap kamar yang telah menggoreskan kenangan indah dalam hidupnya.


Dengan air mata yang mengalir tetapi senyum terulas di bibir, Reana keluar dari kamar itu. Melangkah perlahan menuruni tangga rumah megah tetapi terasa sangat sepi itu. Di ruang tengah itu Reana berhenti melangkah lalu menatap sekeliling.


Menangis terisak seorang diri teringat kenangan indah di setiap sudut ruangan. Para penghuninya yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah atau mendekam di dalam kamar membuat suasana di rumah megah itu terasa hening seperti tak berpenghuni.


Selamat tinggal Daddy, Mommy dan semuanya, bisik hati Reana.

__ADS_1


Wanita melangkah meninggalkan rumah tanpa berpamitan pada siapa pun. Melangkah dengan diiringi air mata yang mengalir deras di pipi hingga ke leher. Terisak-isak melangkah sendiri tanpa membawa fasilitas apa pun pemberian suaminya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2