Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 164 ~ Beristirahat ~


__ADS_3

Nella menerima Reana di kamar kost-nya. Meski belum tahu apa yang terjadi tetapi gadis itu ikut menangis bersama Reana. Nella sedikit banyak mengikuti perkembangan kehidupan Reana, sejak masih bekerja sebagai pelayan maupun sebagai manager di kantor manajemen pusat restoran itu.


Tak sedikit andil Nella dalam kisah percintaan Nico dan Reana. Bahkan gadis itulah yang akhirnya memberitahukan alasan Reana bersedia menikah dengan Tn. Malvin hingga akhirnya Nico berhasil meraih kembali cinta Reana. Pahit manis kisah cinta keduanya tetap diikuti Nella sejak masih pacaran hingga mereka menikah.


"Kak Re hamil? Oh … tapi mereka meragukannya?" tanya Nella kaget setelah Reana bersedia bicara.


"Aku belum yakin Nell, aku belum sempat periksa. Pelayan di rumah itu menduga seperti itu," ucap Reana.


"Kalau begitu tenang Kak, nanti sebelum berangkat kerja, aku beli test pack biar besok pagi Kak Reana bisa tes kehamilan sendiri. Aku harap Kakak memang benar-benar hamil tapi … jika tidak diakui apa yang akan lakukan?" tanya Nella.


"Entahlah Nella, aku lelah. Terlalu banyak masalah dalam rumah tangga kami. Rasanya aku tak sanggup lagi Nella," ucap Reana sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. 

__ADS_1


Nella menarik Reana bersandar di pelukannya. Nella masih belum bisa memberikan pendapatnya karena Reana sendiri masih belum bercerita semua masalahnya. Namun, satu hal yang diyakini Nella adalah cinta Nico masih tetap untuk Reana.


"Jika Kak Nico masih mengejar Kak Reana, artinya Kak Nico masih cinta sama Kak Re. Bagiku, cinta itulah utama yang bisa membuat sebuah rumah tangga bisa bertahan selamanya adalah cinta. Setiap rumah tangga pasti ada masalahnya. Masalah ekonomi, kesetiaan, keturunan, masing-masing keluarga punya masalah sendiri Kak. Bukan hanya Kak, dari dulu, memang seperti itu tapi alangkah sayangnya jika berpisah sementara hati masih mencintai? Karena menemukan cinta itu susah, seperti mencari jarum di sela-sela jerami. Kak Re harusnya bersyukur, aku tak melihat cinta yang mendalam seperti cinta Kak Nico pada Kak Re. Cobalah bertahan maka masalah akan bisa terlewati satu persatu," jelas Nella.


"Nella?" tanya Reana heran, tak menyangka Nella yang biasanya lugu, manja dan berpikir sederhana bisa memberi nasehat seperti itu.


"Aku bisa bicara seperti itu karena bukan aku yang mengalami Kak. Aku hanya orang yang mengamati, penonton yang menghayati apa yang dilihat, tak mengalami langsung, tak merasakan langsung. Jangan heran aku bisa berkata seperti itu, karena itu adalah apa yang aku rasakan. Karena aku tahu kalian masih saling cinta, sungguh disayangkan jika berpisah Kak," ungkap Nella.


"Itu modal hidup bahagia Kak, jika tak ada cinta, yang ada hanya rasa terpaksa. Terpaksa itu … tak akan mendatangkan bahagia meski tak ada masalah yang datang menghampiri," jelas Nella.


"Kamu hebat Nella," ucap Reana tersenyum di sela air matanya yang masih mengalir.

__ADS_1


"Aku belajar dari pengalaman hidup Kak Re, saat disekap Tn. Malvin tak ada masalah yang berani datang mendekat tapi Kak Re hidup dengan rasa terkekang dan menderita–"


"Benar Nella, kamu benar," ucap Reana langsung.


"Saat bersama Kak Nico, meski selalu diterpa masalah tapi saat masalah itu berlalu, Kak Re bisa merasakan kebahagiaan–"


"Benar Nella," sahut Reana.


"Nggak apa-apa Kak Re lari dari masalah tapi jangan lari selamanya, tapi untuk beristirahat. Demi untuk mencari solusi, demi untuk mencari ketenangan hati. Demi untuk mengingat kembali masa-masa bahagia. Demi menghitung kembali baik dan buruk jika bersama dan yang terpenting untuk menyadarkan hati bahwa Kak Re masih butuh Kak Nico untuk mengisi sisa hidup yang mungkin masih sangat panjang. Akankah sanggup hidup tanpanya selama itu atau akan menderita menghabiskan waktu dengan hanya bisa mengenang masa indah di masa lalu, kemudian merasa sepi sepanjang hidup," tutur Nella.


Reana mengangguk lalu meminta izin untuk beristirahat dari masalahnya bersama Nico di kamar kost itu. Nella tertawa, tentu saja gadis itu bersedia menerima Reana. Nella dengan senang hati menerima bahkan bersedia menjadi pendengar Reana untuk mencurahkan isi hatinya.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2