
Nella mendadak tak percaya diri. Merasa takut bisa membuat malu pasangan yang dicarikan Nico untuknya. Nella memang tak pernah percaya diri berdekatan dengan laki-laki mana pun. Jiwanya yang riang langsung menciut jika berhadapan dengan seorang laki-laki. Apalagi jika seorang yang sangat tampan.
Namun, itu hanyalah khayalan Nella. Gadis itu, hanya bisa bertemu dengan laki-laki tampan di sekitar Reana. Nico dan kawan-kawannya adalah orang-orang di atas standar menurutnya. Tn. Malvin yang dulu dikaguminya, langsung di black list karena begitu kejam pada Reana. Sementara Hasbi hanya beberapa kali melihatnya.
Bisa dikatakan, orang-orang tampan hanya Nella lihat di sekitar wanita itu saja. Kini, Nella kembali kehilangan rasa percaya diri karena yakin penampilannya bisa membuat malu laki-laki yang menjadi pendampingnya. Semua karena Nella tak memiliki persiapan untuk penampilannya. Rencana hadir di reuni itu nyaris batal.
Reana langsung menangani masalah itu karena memang telah dipesankan oleh Nico untuk membantu merubah penampilan Nella. Reana pun mengajak Nella ke klinik perawatan kecantikan kulit, wajah dan tubuh. Selama dalam perawatan, Reana menyiapkan segala sesuatu untuk penunjang penampilannya.
Nella sebentar-bentar kaget dengan rentetan perawatan kecantikan itu. Seluruh tubuh Nella dirawat dari kaki hingga kepala. Lama-lama Nella pasrah dan mengikuti saja, Begitu selesai perawatan, Nella diminta mencoba gaun-gaun yang telah dipilih Reana.
"Jangan menangis, ini adalah kesempatan bagimu untuk menjadi spesial," ucap Reana.
"Kakak …."
"Bagiku kamu adalah spesial adikku, jadi kamu juga harus mendapatkan segala sesuatu yang spesial," ucap Reana sambil tersenyum membelai rambut Nella.
__ADS_1
"Ini berlebihan Kak, tapi aku sangat suka," ucap Nella dengan polosnya.
Nella pun memilih dan mencoba gaun-gaun itu. Di saat menemukan gaun yang membuatnya ragu, Reana akan menunggu yang mana yang dipilih gadis itu. Setelah memilih salah satu, untuk dikenakannya saat ini. Reana meminta pelayan toko untuk membungkus gaun yang membuat Nella ragu. Tanpa sepengetahuan gadis itu, Reana membeli beberapa gaun sekaligus.
Begitu juga dengan penunjang penampilan lainnya. Sepatu dan aksesoris. Reana mengambil beberapa yang dirasanya Nella menyukainya hingga akhirnya masuk ke tahap rias rambut dan wajah. Reana dengan sabar menunggu hasilnya.
Reana hampir tak percaya dengan tampilan yang ada di hadapannya. Seorang gadis yang sangat cantik tersenyum-senyum malu padanya. Reana langsung menatap kagum pada hasil kerja para penata rias itu.
"Kamu cantik sekali? Siapa ya? Sepertinya aku kenal?" tanya Reana yang langsung dicubit pinggangnya oleh Nella. Mata gadis itu bahkan berkaca-kaca. Reana langsung menggelengkan kepalanya. Melarang gadis itu menangis.
"Jadikan hari ini, hari bahagia penuh kenangan bagimu. Jadi jangan menangis," ucap Reana.
"Kak, Nella sudah sudah siap, bagaimana dengan pendampingnya? Apa datang ke sini atau ketemu di lokasi?" tanya Reana.
"Oh ternyata sudah siap. Aku baru saja bicara dengannya. Katanya dia sudah menunggu di lobby klinik itu," jawab Nico.
__ADS_1
"Oh jadi ke sini? Berarti bisa berangkat bareng? Baiklah Kak, tapi bagaimana kami tahu yang mana orangnya?" tanya Reana lagi.
Sambil menoleh tersenyum pada Nella yang sibuk menyimak pembicaraan Reana. Terkadang gadis itu tertunduk malu. Merasa dirinya telah begitu menyusahkan kedua suami istri itu.
"Dia bilang, dia cuma sendirian di lobby," jawab Nico.
"Oh baiklah Kak, kalau begitu kami temui dia sekarang," ucap Reana.
Setelah memutus sambungan telepon itu, Reana segera mengajak Nella menemui pendamping yang dicarikan oleh Nico. Reana menggenggam tangan Nella. Wanita itu terkejut karena begitu dinginnya telapak tangan gadis itu.
"Ayo Nella, kita temui laki-laki itu. Siapa ya dia? Seperti apa ya orangnya? Aku sangat penasaran tapi Kak Nico tak mau memberi clue sama sekali. Mungkin dikasih tahu pun, aku tidak kenal dengan orangnya," ucap Reana yang dibalas anggukan oleh Nella.
Setelah berterima kasih pada para penata rias itu, Reana mengajak Nella menemui seorang laki-laki yang telah menunggu di lobby. Begitu sampai di lobby, Reana dan Nella melihat seorang laki-laki yang sedang duduk dengan menunduk. Reana berdehem, laki-laki itu segera mengangkat wajahnya. Keduanya langsung terperangah saat mengetahui laki-laki utusan Nico itu.
"Kak Ardy?" seru Reana dan Nella serentak.
__ADS_1
Kedua wanita itu kaget bahkan hingga menutup mulutnya dengan kedua tangan mereka. Mereka tak menyangka kalau office boy yang disebut Nico dalam beberapa hari ini ternyata adalah Ardy, sahabatnya sendiri. Sementara Ardy hanya tersenyum-senyum. Laki-laki itu berdiri dari sofa itu dan langsung melangkah menghampiri.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...