
Nella datang ke apartemen Nico dan Reana tetapi memutuskan untuk langsung pulang karena mengira mereka tak berada di sana. Beruntung Reana segera mengejar hingga akhirnya mereka bertemu. Setelah cukup lama tak berjumpa rasa rindu menyerang mereka berdua, tak hanya Reana dan Nella, Nico pun merasa rindu pada gadis yang telah dianggap seperti adiknya sendiri itu.
Karena asyik berbincang tentang sahabat-sahabat Nico, Reana akhirnya teringat akan sesuatu lalu berbisik pada suaminya. Nico menoleh pada Nella dan lalu tersenyum sambil mengangguk-angguk. Membuat Nella heran melihat tingkah pasangan suami istri itu.
Reana tak peduli dengan ekspresi bingung Nella. Wanita itu segera mengajak Nella masuk ke apartemennya. Sebelumnya meminta Nella jelaskan alasan gadis itu tiba-tiba datang ke apartemen mereka.
"Begini Kak, aku … ah sudahlah, malu rasanya," ucap Nella.
"Ada masalah apa? Ayolah cerita? Nella, dulu setiap kali aku ada masalah, aku selalu bicara padamu. Kamu bahkan berpesan untuk menghubungimu jika aku ada masalah. Aku masih tetap ingat saat kamu menemaniku di kamar kost dan kita menangis bersama-sama saat aku akhirnya menerima lamaran Tn. Malvin waktu itu, apa kamu ingat? Berkali-kali kamu balik lagi ke kamarku, berpesan agar aku tidak berpikiran pendek dalam menghadapi masalah. Nella, jika bukan karet dukunganmu, aku mungkin tak ada lagi di dunia ini. Setiap masalah yang datang membuatku lelah, kamu lah yang selalu memberi semangat hidup padaku. Nella, jangan seperti itu padaku. Kamu tidak boleh menyimpan masalah apa pun dariku. Aku tidak mau kalau kamu sampai berpikiran pendek," tutur Reana dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Wanita itu teringat masa-masa sulit dalam hidupnya dan yang selalu menemani dan mengkhawatirkan dirinya adalah Nella. Sejak sebelum menikah dengan Nico hingga terakhir kali timbul masalah dalam rumah tangganya, yang menemani Reana dalam melewati masalah dalam hidupnya adalah Nella. Wanita itu sangat bersedih jika Nella tertutup darinya. Tanpa disadari air matanya mengalir.
"Duh Kakak, masalahku nggak seberat itu Kakakku sayang," ucap Nella sambil menghapus air mata di pipi Reana dengan kedua tangannya.
"Tidak berat? Lalu kenapa kamu datang sampai dua kali ke sini?" tanya Reana.
Nico yang hanya mendengar pembicaraan kedua orang perempuan itu akhirnya merangkul istrinya. Nico tahu kalau istrinya sangat peduli dan sayang pada Nella. Nico sendiri juga merasa bersyukur Reana memiliki teman yang selalu setia menemaninya di masa sulit ataupun senang.
"Katakan saja apa pun masalahmu atau kamu malu karena ada aku di sini? Aku bisa menyingkir jika itu bisa membuat kamu bicara," ucap Nico hendak beranjak pergi.
__ADS_1
"Nggak Kak Nico! Nggak pergi, Kak Nico juga sudah aku anggap seperti Kakakku sendiri. Hanya saja masalahku ini, eeh … begini ceritanya. Tak lama lagi SMA ku dulu akan mengadakan Reuni. Aku sudah dua kali tak menghadiri. Malu … Kak, teman-temanku sudah punya pasangan. Sementara aku sampai sekarang masih belum punya pacar. Aku ingin minta tolong temani sama Kak Nico rasanya tak mungkin, tak akan ada yang percaya kalau orang seperti Kak Nico mau jadi pacarku …."
"Ya ampun jadi itu masalahnya?" tanya Reana terkejut sampai-sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya sementara Nico tertawa.
"Ya Kak, jadi aku putuskan untuk minta tolong Kak Nico, mungkin Kak Nico bisa mengutus seorang cowok untuk menemaniku, office boy aja, juga nggak apa-apa," ucap Nella sambil memohon.
"Oh begitu baiklah! Besok aku carikan office boy terbaik untukmu," ucap Nico sambil menahan senyum. Sementara Reana terbelalak mendengar ucapan Nico.
"Kakak?" tanya Reana
__ADS_1
Tak percaya suaminya akan memilihkan seorang office boy untuk menemani Nella. Untuk Gadis yang telah dianggapnya seperti adiknya sendiri itu Nico hanya mengutus seorang office boy? Nico yang melihat raut wajah heran istrinya, hanya mengedipkan mata pada istri tercintanya itu.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...