
Nico dan Reana menikmati kehidupan tenangnya di apartemen. Berjanji akan mengunjungi orang tua saat mereka hari libur kerja. Kali ini mereka mengunjungi orang tua Nico.
Begitu bahagia Tn. Alex Rayne atas kedatangan putra dan menantunya hingga mengajak mereka menginap di rumah itu. Nico meminta pendapat Reana. Awalnya mereka hanya datang untuk berkunjung tanpa menginap tetapi karena Tn. Rayne terlihat masih begitu merindukan putranya, Reana mengangguk setuju pada suaminya.
Meraka berbincang banyak hal hingga malam. Saat istirahat di kamar masing-masing Nico memeluk istrinya di balkon kamar mereka dulu. Menikmati pemandangan langit penuh bintang.
"Daddy sangat senang kamu setuju menginap di sini," bisik Nico. Reana mengangguk sambil terus memandangi bintang.
"Aku juga bahagia bisa memenuhi permintaan Daddy," ucap Reana masih tak lepas memandang bintang.
"Kamu suka sekali memandang bintang," bisik Nico sambil memeluk wanita cantik itu dari belakang.
"Dari mana kakak tahu aku suka memandang bintang?" tanya Reana.
"Saat kamu di rawat di rumah sakit, aku sangat rindu padamu tapi tak berani menemuimu. Aku hanya duduk di taman rumah sakit sambil terus memandang ke jendela kamarmu. Aku sangat berharap kamu muncul saat dan ternyata bintang itulah yang membuatmu muncul, membuat doaku untuk bisa melihatmu tercapai," jelas Nico sambil mengecup leher putih susu Reana.
Wanita kegelian, hingga menghindar. Nico pura-pura cemberut. Kembali menarik tubuh wanita yang menghindar itu untuk kembali melanjutkan kegiatan kecup mengecup tadi. Reana tertawa lalu membalik badan.
__ADS_1
"Geli Kak Nico sayang. Kalau mau sini biar Kak Nico rasakan sendiri rasanya," ucap Reana yang langsung menempelkan bibirnya ke leher Nico.
Nico mencoba bertahan, tapi lama. Laki-laki itu langsung menggendong istrinya dan menghempaskan tubuh wanita cantik itu. Tak mampu menahan hasratnya terlalu lama akibat sentuhan bibir Reana di lehernya. Nico membalas perlakuan manis wanita itu dengan gencar dan menggebu-gebu.
Tertidur setelah mencapai rasa yang mereka inginkan. Saling berpelukan dengan bibir yang tersungging senyuman. Nico tertidur bahagia sambil memeluk istrinya hingga besok paginya.
Saat sarapan mereka, mereka mendapati kenyataan baru. Reana yang tak tahan dengan bau tajam dari menu sarapan pagi ini membuatnya ingin muntah. Berkali-kali menahan hingga tercetuslah ucapan bibi pelayan kalau istrinya itu sedang mengandung.
Semua yang ikut sarapan itu terkejut bukan main. Perasaan tak percaya karena begitu bahagia langsung menyelimuti hati mereka. Bibi pelayan sangat yakin akan kebenaran pemikiran dan pengamatannya.
"Benarkah sayang?" tanya Nico langsung menangkup wajah istrinya dengan raut wajah bahagia.
Namun, sayang, tak semua bahagia mendengar berita kehamilan itu. Angelica merusak kebahagiaan itu dengan mengungkapkan rasa aneh yang dirasakannya. Sebuah ucapan yang memprovokasi pemikiran seluruh keluarga itu untuk meragukan bayi yang dikandung Reana.
"Aneh juga ya? Bertahun-tahun menikah tapi nggak pernah bisa hamil, tidur dengan laki-laki lain semalam saja, langsung ada hasil," ungkap Angelica.
Ny. Cathrina langsung mempertanyakan ucapan Angelica. Dengan santai Angelica justru melempar pertanyaan itu pada Nico. Angelica mengungkit ucapan Nico yang mencurahkan isi hati dan kesedihannya karena Reana yang memilih menyerahkan diri demi mempertahankan posisinya sebagai CEO.
__ADS_1
Tn. Alex Rayne dan Ny. Cathrina tentu sangat terkejut mendengar ucapan Angelica. Tak menyangka ada peristiwa semacam itu. Seorang istri rela menyerahkan diri demi mempertahankan posisi suaminya.
Nico yang saat itu sedang mabuk, langsung panik dan merasa apa pun yang diucapkan Angelica mungkin saja memang terlontar dari mulutnya. Laki-laki itu segera meminta Angelica untuk menghentikan ucapan bernada hasutan itu. Tn. Alex Rayne dan Ny. Cathrina menatap ke arah Reana.
"Itu nggak benar Daddy, aku nggak melakukan itu Mommy," ucap Reana dengan air mata yang mengalir dan menggelengkan kepalanya dengan kuat.
Baru saja keluarga itu merasakan kebahagiaan dengan harapan hadirnya keturunan mereka. Kini mereka dihadapkan pada kenyataan yang tak mampu mereka terima. Reana berdiri dari kursinya. Dengan air mata yang mengalir, wanita itu berusaha mempertahankan harga dirinya.
"Aku tidak tidur dengan siapa pun kecuali dengan suamiku. Jika memang aku hamil, ini adalah anak suamiku. Aku perempuan seperti itu," ucap Reana menatap tajam wanita yang duduk di hadapannya.
"Suamimu sendiri meragukanmu. Jangan terlalu keras berusaha meyakinkan Mommy dan Daddy. Mereka juga akan sulit menerima keanehan ini. Aku tidak menuduhmu selingkuh? Aku hanya merasa aneh, setelah peristiwa yang membuat Nico frustasi hingga mabuk, kamu justru hamil. Silahkan katakan pembelaan dirimu sesuka hatimu, tapi apa mereka akan percaya? Mommy dan Daddy percaya bayi itu adalah bayi Nico karena mereka tidak tahu peristiwa itu," jelas Angelica sambil tersenyum.
"Aku tidak tidur dengan Hasbi. Aku hanya datang untuk bicara dengannya," jawab Reana.
"Tapi bisa bikin hamil? Aku percaya kamu bicara dengannya tapi apakah hanya bicara saja?" tanya Angelica lalu tertawa.
Reana tak mampu lagi melawan tuduhan wanita cantik yang mirip cinta pertama suaminya itu. Reana tak bisa membuktikan ucapannya. Tak bisa membuktikan dirinya tak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Reana berlari meninggalkan meja makan dan berlari menuju kamarnya.
__ADS_1
Nico tertunduk. Ny. Cathrina dan Tn. Alex Rayne pun tertegun. Mereka sangat berharap Reana bisa menjelaskan dan membuktikan kenyataan yang sebenarnya tetapi Reana justru pergi.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...