
Reana rindu mengunjungi restoran tempat dia bekerja dulu. Sambil menikmati makan siang, Reana berbincang dengan Nella dan juga Bu Shinta. Mereka bahagia dengan kedatangan Reana. Saling melepas rindu karena sangat jarang mereka bertemu.
Saat Bu Shinta dan Nella, kembali melanjutkan aktivitas mereka, Reana pun melanjutkan menikmati makan siangnya. Saat itulah Hasbi datang menyapa. Reana yang tak menyangka bisa bertemu dengan Hasbi di restoran itu akhirnya berbincang-bincang mengenang masa lalu.
Reana sempat memberitahu kalau ternyata Alika juga sering datang ke restoran itu. Namun, tepat saat Hasbi menyentuh tangan Reana, Alika datang dan langsung salah paham.
Alika tak menyangka Reana dan Hasbi bermain api. Melihat tangan Reana yang disentuh Hasbi membuat rasa cemburu Alika kembali muncul. Alika menganggap Reana masih menyimpan perasaan pada Hasbi meski telah bersuami. Alika berlari meninggalkan restoran, Reana meminta Hasbi mengejarnya.
"Bi, ayo kejar Alika–"
"Untuk apa?" ucap Hasbi dengan santainya.
Reana tercenung. Wanita itu meminta untuk mengejar Alika karena dia ingat Hasbi pernah mengejarnya. Melihat Hasbi yang tak peduli, wanita itu segera berlari sendiri mengejar Alika. Beruntung Reana masih melihat Alika. Wanita langsung menghadang sahabatnya itu.
"Al, tunggu! Kamu jangan salah paham, Hasbi baru saja datang dia–"
"Cukup! Aku nggak butuh penjelasanmu. Itu hak kamu. Ingin setia pada suami kamu atau ingin menggoda seluruh laki-laki dimuka bumi ini, itu terserah kamu. Itu hak kamu–"
"Al."
"Kamu memang hebat Reana, bisa menguasai semua laki-laki yang ada dihadapanmu. Tak ingin melepaskan satu pun. Aku tak tahan dengan perempuan sepertimu," ucap Alika lalu melangkah pergi.
"Al tunggu!" ucap Reana mengejar.
Namun, Alika tak peduli. Gadis itu tetap melangkah menuju parkir mobilnya. Reana mencoba mencegah Alika masuk ke mobil.
"Al, dengerin dulu, kamu salah sangka Al," ucap Reana sambil mengetuk kaca jendela mobil.
Alika tak peduli. Gadis itu sibuk memasang sabuk pengamannya. Reana nekat menghadang di depan. Alika kesal dan terus menabrak tubuh Reana. Wanita itu terhantuk, terdorong dan jatuh. Alika melihat sekilas lalu memacu laju mobilnya ke jalan raya.
Reana memeriksa luka di sikunya. Terlihat siku wanita itu tergores dan memar. Hasbi datang dan membantu Reana berdiri.
"Kenapa kamu benar menghadangnya. Dia itu sudah gila. Tega menabrak kawannya sendiri," ucap Hasbi.
Reana menatap dengan tatapan mata yang sayu ke arah pergi mobil itu. Reana tak ingin Alika salah paham. Reana tak ingin Alika menganggapmu perempuan yang seperti itu.
"Dia jadi salah paham. Kenapa kamu lakukan itu?" tanya Reana tanpa menoleh ke arah Hasbi.
__ADS_1
"Lakukan apa?" tanya Hasbi pura-pura tidak tahu.
"Kamu tahu maksudku. Kenapa kamu lakukan itu? Kenapa kamu menyentuh tanganku Hasbi?" tanya Reana gusar.
"Ayo obati dulu lukamu," ajak Hasbi sambil menggandeng tangan Reana.
Wanita itu langsung menghentaknya hingga terlepas. Reana tak mau disentuh Hasbi. Laki-laki itu kembali menggenggam tangan Reana. Lagi-lagi Reana melepas tangan laki-laki itu.
"Lepaskan aku! Aku ini wanita bersuami. Tak seharusnya kamu perlakukan aku seperti itu. Kamu tahu apa yang diucapkan Alika padaku? Dia menganggap aku wanita penggoda. Ingin menguasai semua laki-laki di dunia. Apa kamu tahu bagaimana rasanya dinilai seperti itu? Apa salahku? Aku bukan wanita penggoda!" ucap Reana menangis.
Melihat itu Hasbi menarik tangan Reana. Membuat wanita itu tertarik ke dalam pelukannya. Tiba-tiba bahu terasa ditarik. Pukulan melayang ke wajah laki-laki tampan itu. Reana terperangah, menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Nico yang telah terbakar api cemburu kembali melayangkan pukulan ke wajah Hasbi. Reana menjerit saat melihat bibir Hasbi yang telah pecah berdarah. Nico masih ingin melayangkan pukulannya. Reana berteriak meminta Nico berhenti memukul.
"Kak! Sudah! Jangan!" teriak Reana berusaha menghentikan tindakan brutal Nico.
Laki-laki itu langsung terdiam lalu menoleh ke arah Reana. Wanita itu tahu dirinya harus bersiap-siap mendengar hinaan atau kata-kata menyakitkan seperti yang diucapkan Alika. Dengan air mata yang mengalir deras Reana menatap wajah suaminya.
Nico ternyata tak mengatakan apa-apa tapi justru meninggalkan Reana sendiri. Hasbi berdiri di samping Reana menatap Nico yang melangkah menuju mobilnya. Reana tertunduk letih. Terbayang rumah tangganya yang akan kembali suram.
"Halo,"
Reana kaget, detik wanita itu hampir memutus sambungan teleponnya, Reana mendengar suara. Namun, bukan suara Nico. Segera wanita itu bertanya.
"Halo, siapa ini?" tanya Reana.
"Siapa lagi kalau bukan, cinta pertamanya Nico." Terdengar balasan dari seberang.
Reana menelaah jawaban perempuan yang menggunakan ponsel Nico. Tak menunggu lama, segara wanita itu sampai di rumah keluarga Rayne. Reana langsung naik ke lantai atas dan mencari Nico. Namun, tak terlihat. Segara wanita itu menuju ke kamar Angelica.
Reana mengetuk pintu kamar itu. Begitu Angelica membukakan pintu, Reana langsung menerobos masuk. Terlihat Nico yang sedang tertidur tanpa mengenakan pakaian. Air mata Reana langsung mengalir. Hatinya terasa sakit. Dalam waktu sekejap saja Nico pengkhianatan yang pasti dituduhkan padanya dengan pengkhianatan pula.
Reana tertunduk, lalu membalikkan badannya untuk keluar dari kamar. Terlihat senyum mengembang dari bibir Angelica. Reana melanjutkan langkahnya. Wanita itu menuruni tangga dengan langkah lunglai dengan linangan air mata.
Terbayang Nico yang melampiaskan hasratnya pada Angelica. Reana, menangisi rumah sub tangganya yang tak lepas dari masalah. Menangis terisak-isak hingga akhirnya tertidur di sofa.
Paginya Reana terbangun dan merasakan sesuatu yang lembab di keningnya. Sebuah handuk basah untuk mengompres. Reana langsung membuang handuk basah itu ke lantai.
__ADS_1
"Kenapa dibuang? Kamu demam," tanya Nico.
Reana berdiri tetapi lantai yang diinjaknya terasa bergoyang. Wanita itu seperti ingin terjatuh. Segera Nico meraih tubuh istrinya itu dan memaksanya untuk kembali berbaring.
"Lepaskan! Jangan sentuh aku, pengkhianat!" jerit Reana.
" Jangan sentuh? Pengkhianat? Jadi siapa yang boleh menyentuhmu? Bajingan itu? Siapa yang berkhianat?" tanya Nico bertubi-tubi.
"Kakak yang telah berkhianat! Kakak sudah tidur dengan Angelica! Aku tidak berkhianat. Hasbi yang tiba-tiba menyentuhku, bukan aku. Aku bukan pengkhianatan!" jerit Reana.
"Aku tahu, makanya aku menghajar bajingan itu. Aku tahu bukan kamu yang ingin di peluk," ucap Nico.
"Lalu kenapa kakak mengkhianati aku. Kenapa kakak tidur dengan Angelica? Aku nggak mau suami pengkhianat," ucap Reana.
"Siapa yang berkhianat? Aku nggak berkhianat sama kamu," ungkap Nico.
"Bohong!" jerit Reana.
"Aku nggak bohong!" ucap Nico.
"Aku lihat sendiri kakak tidur di ranjang Angelica," ucap Reana dengan air mata yang mengalir.
"Aku nggak bohong sayang! Boleh tanya pada semua orang di rumah. Maaf sayang, tadi aku mabuk. Aku diantar pulang sama Rommy. Karena aku kesal, aku minta diantar ke rumah Mommy," jelas Nico.
"Lalu kenapa bisa tidur di kamar Angelica? Aku lihat sendiri Kakak tidur tidak berpakaian, pasti Kakak habis berbuat dengannya," tanya wanita itu dengan air mata yang mengalir deras.
"Itu bukan kamar Angelica lagi. Angelica sudah pindah ke kamar lain karena kran kamar mandinya bocor. Aku buka pakaian? Yang buka pakaianku Rommy. Setelah itu aku tidur. Kamu boleh tanya pada Rommy. Dia kan Abang kamu, masa dia bohong sama kamu?" jelas Nico.
"Lalu saat aku ke sana, kenapa ada Angelica di sana?" tanya Reana.
"Kalau itu, aku nggak tahu sayang. Aku kan sudah tidur. Mungkin dia masuk saat aku sudah tidur," jelas Nico. Reana terdiam, Nico mulai mendekati Reana.
"Kalau aku mengikuti emosi mungkin aku akan cemburu buta lalu kembali menyalahkanmu. Aku tidak mau seperti itu lagi sayang. Berpisah denganmu rasanya seperti di neraka. Lebih baik aku memaafkanmu karena dipeluk laki-laki lain daripada aku kehilanganmu karena cemburu," ungkap Nico panjang lebar.
Reana terpana, wanita itu tak menyangka. Suaminya telah berubah, tak ingin mengikuti emosi. Yang lebih membuat hati Reana terharu. Rasa takut kehilangan Reana lebih besar daripada emosi dan rasa cemburunya
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1