Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 158 ~ Kembali Seperti Semula ~


__ADS_3

Reana meminta pendapat ibunya. Setelah mendengar ucapan suaminya, Reana justru merasa khawatir. Bukannya bahagia karena begitu cintanya Nico padanya hingga rela melepaskan kehidupannya di kota. 


Rasa khawatir meninggalkan ibunya sendiri kembali dirasakannya setelah menginap beberapa hari. Melihat seperti apa repot ibunya menjalani hidup. Reana bersedia meninggalkan ibunya tetapi dengan memberi syarat yang harus dipenuhi ibunya.


Meminta ibunya tak mengandalkan uang hasil berjualan untuk biaya hidup Bu Ridha Lia. Reana mengetahui, hingga kini Bu Ridha sama sekali belum menggunakan kartu ATM-nya. Uang bulanan yang dikirimkan Reana selama ini masih utuh. Oleh sebab itu, Reana meminta ibunya untuk mulai menggunakan uang kirimannya sebagai biaya hidup orang tuanya yang tinggal satu-satunya itu.


"Mama nggak boleh memaksakan diri berjualan. Jika ketahuan Reana akan menetap di sini selamanya–"


Bu Ridha Lia tertawa mendengar ancaman anaknya. Wanita menjelang tua itu berjanji mengikuti permintaan putrinya. Meski terasa berat tetapi Reana tak punya pilihan lain.


Reana juga tak ingin hidup suaminya hancur hanya karena mengikutinya dan hidup bersamanya di Desa. Nico sama sekali tak cocok dengan kehidupan di kampung itu. Reana sendiri merasa tak tega melihat Nico yang bingung harus mengerjakan apa untuk mengisi hari-harinya.


Reana sebagai istri haruslah berbakti pada suaminya di manapun suaminya berada. Reana memutuskan untuk kembali ke kota walaupun dengan berat hati. Mereka berangkat di malam harinya setelah Nico berjanji akan sering-sering mengajak istrinya untuk mengunjungi ibu mertuanya.


"Mama jaga diri baik-baik ya Ma, saat libur kami akan datang kemari," ucap Nico sambil memeluk ibu mertuanya.


"Jangan terlalu dipaksakan ya, waktu libur itu untuk istirahat. Bukannya untuk capek-capek menempuh perjalanan jauh hingga ke sini," ucap Ridha Lia.

__ADS_1


"Tapi."


"Baiklah, jika liburnya agak panjang, nggak apa-apa main ke sini. Pokoknya nggak wajib, mengerti," ucap Ridha Lia.


Nico mengangguk sambil tersenyum. Reana pun berpamitan. Acara berpamitan itu cukup lama terapi tak terasa bagi mereka. Jika Bu Ridha Lia tak memaksa mereka pergi mungkin anak dan menantunya itu masih tetap di rumah itu.


"Pergilah! Ini sudah malam, kasihan Nico menyetir terlalu malam nanti mengantuk sambil menyetir malah berbahaya," nasihat Ridha Lia.


"Baiklah Ma, kami pergi sekarang," ucap Nico dan juga Reana.


Mereka meninggalkan Bu Ridha Lia dengan berat hati. Nico merasakan hal yang sama dengan istrinya. Meski Bu Ridha Lia bukanlah ibu kandungnya tapi kasih sayang dan pengertian Bu Ridha Lia sangat dirasakan oleh laki-laki itu.


"Berat," ucap Reana dengan suara seperti menahan beban.


"Hidupku juga berat," jawab Nico.


"Apa? Kenapa?" tanya Reana masih dengan suara menahan beban.

__ADS_1


"Karena kamu, hidupku terasa berat. Sejak bertemu denganmu hidupku jadi terasa berat."


"Kakak," ucap Reana dengan nada sedih.


"Berat, kalau tak melihat kamu sehari rasanya berat. Kalau tak memeluk sehari rasanya berat. Kalau tak menciummu dan bercinta dengan rasanya semakin berat," ucap Nico sambil menahan tubuhnya ambil menatap istrinya. Raut wajah sedih Reana tadi langsung hilang. 


"Lalu?" tanya wanita cantik itu.


"Aku mau kamu tanggung jawab. Aku ingin serahkan beban beratku padamu," ucap Nico kembali menimpa tubuh istrinya.


"Oh berat sekali," ucap Reana sambil menahan nafas.


"Rasakan ini bebanku karena kehilangan kamu," ucap Nico lalu menahan tubuhnya dan langsung menyatukan bibir mereka.


Dengan alasan tak bisa tidur karena telah melewati jam tidurnya, Nico melancarkan aksi bercintanya. Seperti telah lama tak bertemu, laki-laki itu begitu bersemangat. Saat Reana bertanya, laki-laki itu menjawab, merasa seperti pengantin baru lagi.


Setelah menjalani hari-hari yang berbeda, Nico merasa seperti menjalani lembaran hidup baru. Dengan perasaan cinta yang semakin besar terhadap istrinya. Nico melepaskan hasratnya dengan hati yang begitu bahagia.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2