
Reana tak menyangka kalau Nico telah bisa menguasai dirinya. Tak lagi menyalahkan Reana. Nico melihat sendiri saat Reana yang sedang tertunduk tiba-tiba dipeluk oleh Hasbi. Sebagai suami, tentu saja Nico emosi.
Laki-laki lain seenaknya memeluk istrinya. Tangan Nico langsung gatal ingin singgah di wajah laki-laki tampan, mantan ketua kelas itu. Sekilas teringat saat dirinya sedang bermain basket untuk menghilangkan stress karena vitalnya video ciuman Nico terhadap Reana. Hasbi tiba-tiba datang dan langsung memukulnya.
Ini balasan untukmu karena berani memeluk istriku. Ini untuk masa lalu, kamu tak berhak melarangku menciumnya, dia istriku. Kamu tahu? Dasar pengganggu, batin Nico saat memukuli Hasbi.
Rasanya ingin mencari alasan lain, tetapi Reana telah keburu melarangnya. Ada rasa kesal di hatinya karena dilarang. Nico akhirnya memilih untuk pergi. Namun, kepergian Nico dianggap Reana sebagai kemarahan padanya.
Nico memang emosi tetapi tak ingin melampiaskannya lagi pada Reana. Laki-laki itu begitu kasihan melihat mata sayu Reana yang berlinang air mata. Tak ingin menyakiti hati istrinya itu lagi. Nico memilih untuk menenangkan diri. Entah apa yang membawanya hingga mampir sebuah Night Club.
Nico yang tak ingin ada masalah lagi, meminta Rommy untuk datang menemani. Setelah sekian lama tak minum lagi, Laki-laki itu ingin mencoba minum lagi. Rommy hanya diam menemani sambil mendengarkan curahan hati sahabatnya itu.
"Untung saja kamu tidak memaki istrimu lagi. Kalau dia pergi lagi, aku nggak mau menjemputnya. Kamu aja yang pergi sendiri," ungkap Rommy.
"Karena itu aku tidak memarahinya. Aku lebih memilih pergi daripada marah padanya lalu aku kehilangan dia lagi. Aku nggak kuat Rom. Aku nggak kuat pisah darinya," ucap Nico yang mulai mabuk.
"Syukurlah kalau kamu sadar," ucap Rommy yang setia menunggu sahabatnya menikmati minuman.
Saat Nico tak sadar, Rommy mengantarnya pulang. Saat itulah untuk pertama kalinya melihat wanita yang mirip cinta masa lalu Nico. Rommy terkesan karena begitu cantik, tetapi penuh dengan riasan..
Rommy menanyakan kamar Nico untuk mengetes kejujuran wanita itu, dia mengantarkan Nico ke sebuah kamar.
"Tolong dilepas bajunya ya? Biar dia segar," ucap wanita itu.
Rommy mengikuti wanita itu. Melepas kemeja putih Nico. Saat Angelica meminta juga melepas celana Nico, Rommy menolak. Tak ingin Nico dimanfaatkan oleh wanita itu, Rommy meminta wanita itu untuk keluar.
"Kalau terjadi tuduhan apa-apa pada saudaraku, aku akan jadi saksinya kalau dia sudah tidur dan tak akan mungkin berbuat macam-macam. Aku akan mengawasimu," ancam Rommy.
__ADS_1
Angelica diam, diancam seperti wanita itu keluar satu kamar. Namun, saat Rommy pulang. Segera Angelica masuk ke kamar itu. Mengamati wajah pujaannya itu dari dekat. Angelica sangat bahagia bisa memandang wajah Nico dari dekat.
"Ya ampun, kamu semakin tampan setiap hari. Andai saja kamu belum menikah, aku yakin kamu pasti bersedia menikah denganku. Aku terlambat menyelesaikan rekonstruksi wajahku. Andaikan bisa selesai cepat. Begitu Angela meninggal, aku bisa langsung menikah dengannya. Sia-sia aku melenyapkan Angela," ucap Angelica bicara sendiri.
Teringat sakit hatinya saat melihat Nico datang untuk mengunjungi Angela di rumah sakit. Laki-laki itu tiba-tiba tak peduli lagi padanya. Saat mendengar percakapan mereka barulah Angelica tahu, kalau Angela melarang Nico dekat-dekat dengan Angelica.
"Aku nggak suka kamu terlalu akrab dengan Angelica," ucap Angela.
"Kenapa? Dia kan adik kamu, berarti adikku juga," jawab Nico.
"Tapi dia udah besar sekarang, dia juga udah ngerti cowok. Aku takut, dia suka sama kamu," ucap Angela.
"Nggak apa-apa kalau dia suka sama aku. Bukannya bagus aku disukai seluruh keluargamu?" tanya Nico.
"Tapi cara dia suka sama kamu itu beda. Bukan seperti adik terhadap kakak, tapi seorang cewek terhadap cowok," sanggah Angela.
"Janji! Kamu nggak akan gubris dia lagi?" tanya Angela.
"Aku janji, nanti kalau udah nikah sama kamu barulah aku mau melihat wajahnya," ucap Nico berjanji untuk menyenangkan hati Angela.
Itu kalau masih hidup, kalau udah mati, masa mau nikah sama mayat, batin Angelica.
Gadis itu pun mencoba menarik perhatian Nico. Kadang merasa tak enak hati mengabaikannya, Nico masih bersedia menoleh pada adik kekasihnya itu. Namun, Angela segera meraih dagu Nico dan mengarahkan ke hadapannya. Meminta Nico meniup debu di matanya.
Betapa kesal hati Angelica saat itu. Gadis yang hanya duduk di atas ranjang rumah sakit itu berhasil menguasai Nico. Rasa sakit hati itu, akhirnya segera diwujudkannya dengan mengacak obat-obatan yang akan diminumkan pada Angela.
Apa yang terjadi jika obat-obatan ini tak sesuai dosis? Bisa kah dia mati karena over dosis? Oh jangan, nanti bisa ketahuan, aku acak saja dosisnya yang satu aku kasih dua, yang dua aku kasih satu, seperti apa jadinya? batin Angelica.
__ADS_1
Gadis itu tak tahan lagi, menjadi orang yang diabaikan. Jadi orang yang tak ada artinya bagi siapa pun. Angelica ingin mendapatkan perhatian Nico sama seperti perhatian Nico pada Angela.
Kak Nico ingin perhatian padaku tapi dilarang oleh si penyakitan itu. Kalau nggak ada dia lagi, Kak Nico pasti mau perhatian sama aku, batin Angelica.
Mengingat sakit hatinya itu, membuat Angelica meneruskan niatnya melenyapkan Angela melalui obat-obatan yang diminumnya. Angela pun akhirnya mengalami kerusakan ginjal, padahal perkembangan pemulihan penyakit kanker sangat baik. Tak bisa disalahkan, kemungkinan terjadi kerusakan ginjal bisa terjadi pada pasien yang telah terlalu banyak mengkonsumsi obat-obat keras itu.
Tanpa disangka, Angela bisa bertahan dari sakit kankernya tetapi tak tahan dengan efek samping obat-obatnya. Di saat semua menangis kehilangan Angela, tersungging senyum tipis saat putri kesayangan orang tuanya itu dinyatakan meninggal.
Psycho, batin Angelica lalu tertawa sendiri didalam kamarnya.
Apa itu psycho? Mungkinkah aku seorang psikopat. Apa itu psikopat hmm istilah yang menggambarkan seseorang yang tidak memiliki emosi, perasaan, dan hati nurani. Ah, tepat sekali, ya sudahlah sudahlah sudah terlanjur, Angela udah mati. Lagi pula siapa yang lahirkan seorang psycho di rumah ini? Siapa yang menjadikan aku seorang yang tak punya perasaan? Mommy? Mommy juga psycho. Tak punya perasaan padaku. Wajarlah! Ibu yang psycho lahirkan anak psycho, batin Angelica sambil menatap layar laptop-nya.
Terjadilah apa yang diinginkannya. Menyingkirkan kakaknya sendiri demi mendapatkan laki-laki yang tengah tertidur karena mabuk itu. Angelica mengusap lembut wajah Nico, hingga jari tangannya terhenti di bibir tipis itu.
Apa Angela sering menciummu? Pasti rasanya nikmat sekali, batin Angelica yang tak tahan ingin merasakan lembutnya bibir laki-laki itu. Baru saja gadis itu, ingin menempelkan bibirnya ke bibir Nico tiba-tiba pintu kamar diketuk.
Dengan kesal gadis itu berjalan mendekati pintu, tetapi tiba-tiba teringat pada lingerie yang dipakainya, melepas sebelah tali lingerie itu secara acak lalu menoleh ke arah Nico yang masih tertidur tanpa mengenakan baju itu. Ditutupi selimut hingga celana panjangnya tak terlihat.
Membukakan pintu dan langsung melihat wanita yang menjadi target selanjutnya untuk disingkirkan. Beruntung, wanita itu langsung pergi begitu melihat kondisi suaminya yang seperti habis bercinta. Angelica dengan senyum di bibir dan lambaian tangan pada wanita yang pulang sambil menangis itu.
Sayang, niatnya untuk kembali mencumbu secara sepihak Angelica gagal. Tak lama Reana pergi, laki-laki itu terbangun dan segera pergi dari rumah orang tuanya itu. Meninggalkan Angelica yang kesal karena gagal menikmati indahnya tidur satu ranjang dengan Nico.
Saat kembali pulang, Nico mendapati istrinya yang tidur dengan tubuh menggigil. Nico mengambil selimut dan tidur sambil memeluk istrinya. Begitu Reana bangun. Laki-laki itu menjelaskan pada istrinya kalau dirinya tak ingin lagi mengikuti emosi mungkin membuatnya akan cemburu buta lalu kembali menyalahkan Reana.
Nico tidak mau merasakan berpisah dengan Reana lagi. Baginya berpisah dengan Reana rasanya seperti di neraka. Lebih baik memaafkan wanita yang dicintainya itu karena dipeluk laki-laki lain daripada harus kehilangan istrinya itu karena cemburu.
Reana jadi terpana, melihat perubahan suaminya yang tak ingin mengikuti emosi lagi. Membuat hati Reana terharu karena sekarang rasa takut kehilangan Reana lebih besar daripada emosi dan rasa cemburunya
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...