
Reana kembali menjalani kehidupan di apartemen bersama suami yang dicintainya. Setelah berpisah beberapa hari, Reana dan Nico jadi saling merindukan. Ide Rommy untuk mempertemukan mereka di apartemen dinilai sangat brilian oleh Nico. Membuat dirinya dan Reana tak dipusingkan lagi dengan kehadiran Angelica ditengah-tengah mereka.
"Kakak, mau mampir ke rumah Kak Rommy?" tanya Reana.
"Ya sayang! Aku ingin berterima kasih padanya karena telah bersusah payah menjemputmu ke kampung," jelas Nico.
"Ya, Kak Nico saja tak mau datang menjemputku. Kakakku yang satu itu justru mau menjemputku. Sebenarnya yang lebih sayang padaku itu siapa?" tanya Reana.
Mendengar ucapan Reana, Nico langsung berlari mengejar wanita cantik itu. Memeluknya dari belakang adalah hal paling disukainya. Apalagi jika langsung memeluk dan mencium leher wanita itu.
"Kenapa lari sayang? Setelah bicara kenapa lari? Nggak mau dengar jawabannya?" tanya Nico.
"Apa jawaban?" tanya Reana.
"Kamu tanya siapa yang lain sayang kan?" tanya Nico.
"Ya, diantara Kak Rommy dan Kak Nico, siapa yang lebih sayang padaku?" tanya Reana.
"Jawabannya Rommy," ucap Nico membuat Reana langsung menoleh ke arah suaminya.
"Tapi juga kalau kamu tanya, siapa yang lebih cinta? Jawabannya aku," sambung Nico.
Membuat Reana tersenyum mendengar jawaban itu. Nico membalik tubuh istrinya menghadap ke arahnya. Lalu menangkup wajah wanita cantik itu.
"Bagiku kamu adalah cinta terbesarku," ucap Nico.
"Cinta terbesar?" tanya Reana mengulang.
__ADS_1
"Ya, aku merasa cinta padaku Angela sangat besar tapi entah kenapa, cintaku padamu bisa mengalahkan cintaku pada Angela. Buktinya aku bisa dengan mudah melupakan Angela setiap kali melihatmu. Kamu tidak tahu seperti apa penderitaanku untuk melupakan Angela. Aku seperti orang gila yang kehilangan arah. Mommy dan Daddy bahkan harus membawaku ke psikiater saat aku kehilangan Angela. Membawa ku tinggal jauh demi bisa melupakannya tapi … saat aku merasa cintaku pada Angela tak menjadi beban lagi. Aku mencoba untuk pulang dan hidup di sini lagi. Bayangan Angela kembali menguasaiku hingga akhirnya bertemu denganmu. Satu-satunya gadis yang bisa mengalihkan cintaku dari cinta Angela," jelas Nico.
"Lalu Angela muncul lagi, bagaimana dengan cinta terbesar itu? Apa masih sebesar itu?" tanya Reana.
"Semakin bertambah besar, setiap kali datang cobaan untuk mengganggu cintaku padamu. Maka cintaku padamu semakin besar," jelas Nico.
Reana tersenyum mendengar jawaban Nico. Terdengar sangat muluk dan berlebihan tetapi jawaban itu yang diinginkan Reana. Reana butuh pengakuan seperti itu, demi menghilangkan keraguan di hatinya.
Saat Nico membenamkan bibirnya ke bibir manis wanita itu. Reana tak akan meragukan ucapan Nico lagi. Deru nafas laki-laki itu seakan-akan ikut untuk menambah keyakinannya akan cinta Nico padanya.
Siang itu, Nico tak pulang lebih cepat dan mengajak Reana ke suatu tempat. Sebuah restoran yang cukup mewah tetapi langsung memesan makanan. Reana heran karena Nico berkata masih menunggu seseorang.
Begitu seseorang datang menghampiri, Reana langsung menoleh dan terkejut. Rassya berdiri di samping Reana dan tersenyum. Reana langsung menoleh ke arah Nico. Wanita itu heran bagaimana Nico bisa mengenal Rassya. Nico mempersilahkan pengawal tampan itu untuk duduk.
"Maaf sayang, aku mencuri nomor laki-laki ini dari HP-kamu," ucap Nico.
Reana menerima uluran tangan dari Rassya, tetapi tetap tak menghilangkan rasa heran wanita itu. Nico kembali meminta maaf karena telah membaca pesan-pesan dari Rassya dan dari pesan itu akhirnya Nico tahu hubungan mereka yang sebenarnya.
"Aku salah paham pada kalian, untuk itu, aku minta maaf, aku sangat menyesal," ucap Nico.
Reana tersenyum pada suaminya. Nico mengusap pipi istrinya. Beban wanita itu terasa terangkat. Keinginan Rassya untuk bertemu dengannya justru diwujudkan oleh suaminya.
Reana sedikit pun tak menyimpan rasa khusus pada Rassya tapi Reana akui, di dalam hatinya telah bertambah orang yang disayanginya.
Selain Rommy dan sahabat Nico lainnya. Juga sahabat Reana sendiri, kini telah hadir Rassya sebagai sosok yang disayanginya sejak laki-laki itu rela menerima pukulan dari Tn. Malvin untuk membebaskannya dari jerat cinta pengusaha tampan itu.
Mereka berbincang tanpa beban. Nico bahkan menawarkan untuk datang ke apartemen mereka jika Rassya ada waktu. Rassya mengangguk setuju. Pertemuan mereka itu membuat Reana sepuas-puasnya mengucapkan terima kasih pada Rassya. Mereka berbincang-bincang dan Rassya berjanji akan mengunjungi wanita yang dianggap sebagai kakaknya itu jika dia ada waktu.
__ADS_1
Saat melangkah ke parkir mobil wanita itu tersenyum-senyum sambil sesekali menoleh pada suaminya. Meski terlihat tak acuh tetapi dalam hati Nico merasa melambung. Wanita dicintainya itu mencuri-curi pandang padanya.
Begitu di dalam mobil, Reana langsung mendaratkan ciuman pada suaminya. Nico membalas dengan ciuman menggebu-gebu. Entah mengapa setiap kali wanita itu berinisiatif menciumnya. Sensasi yang dirasakan Nico terasa berbeda.
"Jika diteruskan bisa kejadian di sini, aku takut juta di gerebek tukang parkir," ucap Nico yang merasa tak tahan ingin melepas hasratnya.
Reana tertawa sambil melepaskan pelukannya. Nico segera menyalakan mesin mobilnya. Sebelum mulai berangkat Nico minta, Reana berjanji sesuatu.
"Kamu harus janji, setelah di apartemen nanti kamu harus ulangi ciuman tadi ya?" tanya Nico setengah memaksa membuat Reana tertawa.
Mereka pun melaju menuju apartemen mereka. Seperti yang diucapkannya tadi, Nico langsung menagih janji Reana. Namun, wanita itu mengelak.
"Aku tidak berjanji, siapa yang berjanji?" ucap Reana bertanya.
Nico langsung mengejar dan merangkul pinggang istrinya. Reana pun langsung melingkarkan tangannya ke leher Nico. Mereka saling menatap dengan senyum terukir di bibir mereka.
"Terima kasih Kak. Kak Nico telah mengangkat bebanku terhadap Rassya. Aku memiliki kesempatan untuk mengucapkan terima kasih dengan sungguh-sungguh padanya," ucap Reana.
"Sebenarnya aku melakukan itu juga untuk mengangkat beban bersalahku karena menuduh kalian. Aku pernah meragukan hubungan kalian. Merasa cemburu padanya tapi akhirnya aku tahu seperti apa usaha kamu untuk menjaga perasaanku. Kamu menolak bertemu dengannya sementara kamu sendiri merasa berhutang budi padanya. Aku merasa bersalah, karena itu pertemuan tadi juga untuk mengangkat beban dihatiku sayang dan … maafkan aku, karena rasa cemburuku pada Rassya hingga aku mengabaikan kamu sebelum kamu memutuskan untuk pergi," jelas Nico.
Reana tersenyum pada laki-laki yang menatapnya sendu itu. Reana baru sadar, apa pun masalah jika dibicarakan maka bisa diatasi. Bisa dicarikan solusi tetapi pilihan untuk diam dan pilihan untuk pergi adalah cara yang salah. Semua itu tak menyelesaikan masalah. Namun, hanya menambah luka di hati karena kesedihan menanggung perpisahan.
"Aku mencintaimu Kak," ucap Reana juga ingin membuat mengangkat rasa beban bersalah Nico.
Tanpa diminta, Reana langsung membenamkan bibirnya ke bibir laki-laki tampan di hadapannya itu. Seperti yang Nico duga, inisiatif Reana menciumnya selalu membawa sensasi tersendiri baginya. Hasrat Nico langsung memuncak.
Segera laki-laki itu membalas ciuman menggebu itu sambil tangannya melepas satu persatu semua yang melekat di tubuh mereka. Tak menunggu hingga sampai di dalam kamar, Nico membaringkan istri tercintanya itu di atas sofa dan melepaskan hasratnya di sana.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...