
Lisca meminta izin untuk pulang malam itu juga. Mau tak mau Nico menyetujui meski telah memberi saran agar wanita itu meminta izin terlebih dulu pada tunangannya. Nico menghubungi pengurus Villa yang bisa dimintai tolong untuk mengantar Lisca kembali ke rumahnya malam itu juga.
Lisca pun pergi sambil tersenyum, diantar oleh Nico hingga sampai ke teras Villa. Wanita itu berterima kasih pada Nico atas segala bantuan laki-laki itu. Sepeninggal Lisca, Nico bingung sendiri bagaimana cara menjelaskan kepergian Lisca pada Ardy.
Keesokan paginya, Nico menceritakan pertemuannya di tengah malam dengan Lisca pada istrinya. Reana sangat kaget atas keberanian Lisca mengungkapkan perasaannya terhadap Nico. Terlebih lagi saat mengetahui Lisca memilih pulang malam itu juga.
"Kenapa ya Kak? Apa bertengkar dengan Kak Ardy? Bagaimana cara Kak Nico cerita sama Kak Ardy? Kalau dia marah bagaimana?" tanya Reana risau.
Nico tersenyum menatap manisnya sang istri saat merisaukan orang lain, seperti anak kecil yang khawatir meski itu bukan urusannya. Nico tak akan berbohong pada teman-temannya. Menceritakan yang sebenarnya terjadi meski pernyataan Lisca itu bisa menyakiti hati Ardy.
Saat sarapan pagi bersama, Nico mulai mengungkit masalah Lisca. Setelah mencari waktu yang tepat. Setelah melihat Dina yang bingung tak menemukan Lisca, akhirnya Nico angkat bicara.
"Ardy! Ada yang ingin aku bicarakan tentang Lisca. Dia …."
__ADS_1
"Aku sudah tahu. Aku juga ada di situ tadi malam," ucap Ardy sambil tertunduk.
"Jadi kamu dengar semuanya, kenapa kamu tidak muncul? Kenapa tidak mencegahnya?" tanya Nico.
"Untuk apa Nic? Bukannya kemarin itu sudah putuskan untuk berpisah? Kenapa aku harus mengejar cinta wanita yang tidak lagi mencintaiku? Dia terang-terangan menyatakan terpesona dan jatuh cinta padamu. Kamu pikir aku bisa hidup bahagia dengan wanita yang jelas-jelas jatuh cinta pada sahabatku?" tanya Ardy dengan wajah murung.
Reana menatap iba pada Ardy lalu beralih menatap wajah suaminya. Nico masih berusaha memberi dukungan pada sahabatnya tapi Ardy jelas-jelas tidak berminat lagi. Ada rasa lega sekaligus sedih di hati Reana.
Lega karena wanita penggoda suaminya itu tidak lagi berada di tengah-tengah mereka. Namun, sedih karena laki-laki itu kehilangan wanita yang dicintainya. Reana tertunduk sedih, karena tak bisa memikirkan cara menghibur laki-laki yang telah dianggap seperti abangnya sendiri itu. Matanya bahkan berkaca-kaca.
"Maafkan aku Kak. Aku tak bisa menolong. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan," ucap Reana bahkan kini mengalirkan air mata.
Nico langsung merangkul istrinya, mengusap lengan wanita yang jadi begitu sensitif itu. Dina bahkan ikut menangis melihat Reana yang menitikkan air mata. Namun, Ardy justru malah tersenyum.
__ADS_1
"Aku senang sekali saat tahu Kak Ardy telah punya pendamping bahkan telah bertunangan, tapi sekarang jadi begini. Aku sangat menyesal Kak. Aku ikut sedih," sambung Reana.
"Apa kamu mau aku pertahanankan dia, lalu dia menggoda suamimu?" tanya Ardy sambil tersenyum.
Reana ikut tersenyum tetapi tetap merasa sedih. Wanita itu tahu Ardy pasti sangat sedih tapi laki-laki itu memilih untuk mengabaikan kesedihannya. Reana merasa sedih semua itu juga berhubungan dengannya. Ardy mungkin masih tetap berusaha jika tidak memikirkan dirinya.
"Sudah jangan sedih. Cukup doakan aku agar aku bisa temukan penggantinya, itu saja," ucap Ardy sambil tersenyum yang lebih tulus. Reana mengangguk lalu tersenyum.
"Ya Kak, kita tunggu cinta Kak Ardy yang baru. Kita tidak butuh cinta yang tidak setia. Kita semua yakin Kak Ardy pasti bisa dapatkan yang lebih baik lagi segala-galanya. Aku akan doakan Kak Ardy setiap hari," ucap Reana memberi semangat untuk Ardy. Laki-laki itu mengangguk lalu menoleh ke arah Nico yang hanya diam sejak tadi.
"Hey! Kenapa kamu? Mendadak pendiam?" tanya Ardy sambil tertawa.
"Ah, tidak apa-apa," ucap Nico lalu ikut tertawa.
__ADS_1
Sama seperti yang dirasakan istrinya. Nico pun merasa menyesal dan bersalah karena Lisca berubah setelah berkenalan dengannya. Nico pun menyesal karena tak bisa membantu sahabatnya mempertahankan cintanya. Namun, kini juga lega karena wanita yang tak setia itu tak lagi menjadi pendamping sahabatnya.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...