Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 124 S2 ~ Demi Nico ~


__ADS_3

Saat mencari travel bag Reana sebagai pertanda wanita itu pergi. Nico menemukan sepucuk surat dalam amplop dan secarik kertas berlipat tergeletak menggantikan satu rak pakaian Reana yang lenyap dibawa Reana.


Membaca surat pengunduran diri itu, hati Nico semakin terguncang. Laki-laki itu hingga terduduk menangis menyadari terlambatnya dia menghibur hati Reana yang beberapa hari ini selalu bersedih. Nico sadar, Reana telah letih menunggunya.


Reana terlanjur letih menghadapi sikap Nico yang mengabaikannya. Nico sadar kesalahannya. Laki-laki sangat menyesal. Laki-laki itu hingga menangis sesenggukan. Tak lama kemudian orang tua Nico menghampiri putranya yang tertunduk di tersandar di sofa.


"Nico, ada apa? Apa benar Reana hilang?" tanya Alex Rayne.


"Bukan hilang Dad, minggat, kabur dari rumah," ucap Cathrina memperbaiki ucapan suaminya.


"Kalau begitu kita kerahkan orang-orang untuk mencarinya," ucap Alex Rayne tak peduli dirinya salah memilih kata-kata.


"Kenapa harus mencarinya? Kalau dulu dia diculik orang tentu kita mencarinya. Sekarang dia pergi atas kemauannya sendiri. Dia tidak ingin bersama kita lagi. Karena itu dia pergi tanpa pamit. Dia tak ingin kita menghalangi pergi. Kenapa kita paksa dia kembali? Biarkan pergi dan bahagia dengan pilihan hidupnya," tutur Cathrina.


"Mommy berkata seperti itu karena Mommy tidak suka Reana. Mommy ingin Nico bersama Angelica ya 'kan?" tanya Alex Rayne to the point.


"Apa? Mommy? Bukan begitu. Mommy lihat Reana itu menderita. Dia tidak cocok hidup di lingkungan kita. Dia merasa tertekan hidup bersama kita. Dia tidak bahagia hidup bersama kita. Dia itu tak percaya diri berbaur dengan pergaulan kita. Jangan paksa dia masuk dalam kehidupan yang sulit di terimanya dan menerimanya. Hanya itu yang bisa membuatnya bahagia. Hidup di lingkungannya sendiri," jelas Cathrina tak ingin disalahkan.


"Mommy, Daddy sudahlah! Ini salahku, aku yang akan menyelesaikannya. Daddy terima kasih atas niat baik Daddy untuk mencari istriku. Aku tahu Daddy tulus ingin membawa Reana kembali tapi apa yang diucapkan Mommy benar. Reana tak bahagia hidup di lingkungan kita. Karena dia tahu. Karena dia bisa merasakan kalau dirinya tidak diterima. Terima kasih Mommy telah mengingatkan aku tentang perbedaan kita dengan Reana. Aku yang akan menyelesaikannya sendiri. Daddy jangan khawatir, aku akan menemukannya. Aku tak akan berhenti sebelum menemukannya," jelas Nico yang membuat Ny. Cathrina langsung terperangah.


"Mommy terima kasih karena Mommy telah bantu aku menemukan solusi hidup kami. Aku tak akan memaksa Reana masuk dalam kehidupanku tapi aku ingin tetap bersamanya. Aku tak sanggup tanpa dia. Aku akan mengalah demi dia. Karena itu, aku yang akan masuk dalam kehidupannya," jelas Nico.


"Apa maksudmu?" tanya Cathrina.


"Aku akan mengikutinya. Di mana dia ingin hidup, aku akan di sana bersamanya. Aku tak akan memaksakan kehendakku. Tinggal bersamaku di apartemen atau tinggal bersamaku di sini. Tidak! Aku tak akan lakukan itu! Aku yang akan masuk dalam kehidupannya. Jika berat baginya hidup di dunia kita, maka aku yang akan datang ke dunianya," ungkap Nico lalu berdiri dari lantai itu dan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Membersihkan wajahnya, mendinginkan kepalanya. Nico ingin sendiri. Ingin memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk mencari Reana. Apa yang akan dilakukannya untuk meraih hati Reana lagi. Nico jelas-jelas tak sanggup kehilangan istrinya. Namun, merasa sedih karena selalu membuat wanita yang dicintainya itu menangis.


Keesokan harinya Nico mencari Reana di rumah kost-nya. Namun, wanita itu sama sekali tak mampir di sana. Nico menjadi panik. Segera menelpon Rommy, rasa paniknya semakin menjadi. Nico mengira istrinya hanya ingin kembali ke kamar kost-nya. Begitu tak menemukannya di situ, Nico langsung panik.


"Tenang Nic, kita cari sama-sama. Aku bantu kamu hubungi orang-orang yang dikenalnya. Bersabarlah! Kita pasti bisa temukan dia. Jangan menghubungi Tn. Malvin, atau datang ke hotelnya. Aku takut begitu tahu Reana menghilang, dia akan mencari dan menguasai Reana lagi," jelas Rommy.


Kata-kata Rommy membuat Nico semakin panik. Mendengar nama Tn. Malvin yang bersiap-siap merebut Reana darinya. Ditambah lagi ancaman Hasbi yang siap datang begitu mendengar Reana disia-siakan sendiri. Membuat Nico stress.


Laki-laki itu tak bernafsu makan. Waktu makan siang hanya dihabiskan dengan termenung. Mencari informasi keberadaan Reana melalui orang-orang yang dikenalnya melalui sambungan telepon atau mendatangi langsung.


Saat menunggu Pak Gunawan dan Bu Shinta, laki-laki itu menatap ke sekeliling restoran yang pernah menjadi kenangan baginya. Nico tak malu-malu lagi mengakui rumah tangganya bermasalah. Berharap dirinya bisa menemukan Reana. Nella bahkan menangis saat melihat Nico yang bercerita dengan mata yang berkaca-kaca.


Bu Shinta memintanya untuk istirahat, makan siang. Nella berjanji jika Reana menghubunginya, akan meminta Reana memberitahu keberadaannya. Sementara Pak Gunawan menyerahkan alamat Reana di kampung halamannya. Nico terpaku menatap alamat yang diberikan Pak Gunawan.


Apa aku harus menemui Mama? Apa yang dikatakan Mama jika ternyata Reana tidak di sana. Mama pasti panik jika tahu putrinya hilang. Mama akan menilai aku sebagai suami yang tak bisa menjaga istri. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana ini, batin Nico kembali menangis menelungkup di atas meja kerjanya.


Rassya? Pesan dari pengawal Tn. Malvin yang bertemu dengan Reana waktu itu? Rassya yang masih saja menelepon hingga ke rumah setelah mereka bertemu di luar? Apa mungkin mereka janjian lagi? Apa Reana pergi bersamanya? Aku ingat! Aku mengabaikan Reana karena laki-laki itu. Dia benar-benar membuatku kesal. Setelah janji bertemu di luar tapi masih saja menelepon hingga ke rumah dan Reana masih saja mau meladeninya. Mau apa dia menghubungi Reana lagi? Batin Nico bertanya-tanya.


Segera laki-laki itu membaca pesan masuk itu. Dengan rasa penasaran dan rasa kesal Nico mulai membaca pesan pengawal yang tak pernah Nico kenal itu. Melihat foto profil pengawal itu saja sudah membuat rasa cemburu laki-laki itu memuncak. Nico mulai membaca isi pesan antara istri dan pengawal itu dari yang terdahulu.


~ Selamat malam Kak Reana, apa kabar?


^^^Baik Rassya ^^^


~ Bagaimana Kak? Apa kita bisa bertemu?

__ADS_1


^^^Maaf Rassya, kita belum bisa bertemu, Kakak sudah mendapat izin tapi hati Kakak tak tenang. Suami sepertinya tak begitu ikhlas kita bertemu, maaf ya. Kakak sudah ingkari janji^^^


~ Nggak apa-apa Kak, jika Kak Reana setuju boleh ajak suami juga biar saya juga bisa kenal.


^^^Mungkin dia tidak akan setuju Rassya, maaf ya? Kakak sedih hingga detik ini belum bisa membalas kebaikanmu menolong Kakak, bahkan untuk bertemu pun Kakak masih menolak. Maaf ya Rassya.^^^


~ Nggak apa-apa Kak, saya juga ngerti Kak. Suami Kak Reana pasti khawatir istrinya mengenal orang seperti saya.


^^^Maaf Rassya ^^^


~ Maaf jika saya mengganggu. Saya cuma penasaran dengan keadaan Kak Reana. Rindu juga tapi Kak Reana batalkan janji bertemu. Apa masih belum dapat izin dari suami?


^^^Maaf Rassya, sebaiknya kita tak usah bertemu. Sejak kemarin suami Kakak masih kesal. Maaf tak bisa mengajakmu ke rumah ^^^


~ Apa suami Kakak tak bersedia bertemu saya di rumah?


^^^Maaf Rassya, kita sepertinya tak bisa bertemu lagi, maaf^^^


~ Kenapa Kak?


~ Kak?


~ Baiklah Kak, aku doakan semoga Kak Reana selalu bahagia. Tak apa-apa kita tidak bertemu yang penting Kak Reana baik-baik saja. Seorang adik memang tak selamanya bisa bertemu dengan Kakaknya. Terima kasih telah menjadi Kakakku walau hanya sesaat. Memiliki Kakak secantik dan sebaik Kak Reana adalah kenangan indah bagi anak sebatang kara ini. Terima kasih Kak Reana.


Tangan Nico bergetar menggenggam ponsel yang tiba-tiba terasa begitu berat itu. Setelah membaca pesan-pesan itu, dirinya baru sadar. Reana menolak bertemu pengawal itu demi dirinya. Membatalkan pertemuan mereka karena dirinya. Sama sekali tak pernah bertemu karena tak enak hati padanya. Sementara dirinya justru menuduh Reana tak puas-puasnya bertemu dengan pengawal itu.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2