Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 50 S2 ~ Melamar ~


__ADS_3

Reana mengangguk menerima lamaran Nico, laki-laki itu langsung melepas cincin itu dan menyelipkan di jari manis Reana. Setelah merasa sedih atas prasangka buruknya yang mengira kalau Nico datang untuk memutuskan hubungan dengannya. Kini Reana justru merasa sangat bahagia.


Reana menghamburkan diri ke dalam pelukan Nico. Tentu saja hal itu tak dibiarkan begitu saja oleh laki-laki itu. Nico segera membenamkan bibirnya ke bibir gadis cantik itu dan Reana membalas ciuman itu dengan hati yang berbunga-bunga.


Namun tiba-tiba Bu Ridha Lia datang ditemani Alika. Bu Ridha yang bingung mencari-cari Reana akhirnya ditemui Alika. Sahabat Reana yang tahu Nico sedang menunggu Reana di taman belakang kampus, bersedia mengantar ibu yang kebingungan mencari putrinya yang tiba-tiba keluar aula sebelum acara selesai.


Tapi apa yang dilihatnya sungguh pemandangan yang mengejutkan, terlihat putrinya dan Nico sedang berciuman. Bu Ridha kaget hingga berteriak, membuat Reana dan Nico sontak melepaskan ciuman mereka dan menatap Bu Ridha yang berdiri berkacak pinggang dengan raut wajah yang marah.


"Kalian itu belum resmi, jika di luaran kalian berani seperti ini, bagaimana kalau cuma berduaan?" tanya Ridha Lia.


"Maaf Ma, itu … karena Reana terlalu senang. Kak Nico baru saja ... melamar Reana," ucap gadis itu sambil menunjukkan jari manisnya.


Alika berteriak histeris, gadis itu langsung berlari memeluk Reana. Tak henti-hentinya mengucapkan selamat. Alika bahkan melompat-lompat kegirangan, Nico tersenyum-senyum melihat tingkah kedua sahabat itu. Saat sadar laki-laki itu langsung menghampiri Bu Ridha Lia. Mencium punggung tangan ibunda Reana itu dengan hormat.


"Ma, mohon restu dari Mama. Izinkan aku menikahi Reana, ya Ma," ucap Nico.


"Minta izin sama Mama? Bukannya sudah melamar Reana duluan? Kenapa sekarang minta restu dari Mama?" tanya Ridha Lia.


"Eh iya, harusnya minta izin sama Mama dulu. Tapi … Nico nggak yakin Ma, kalau Reana akan terima lamaran Nico. Habisnya dua tahun berpisah Nico nggak boleh berhubungan dengan Reana sama sekali. Takutnya Reana sudah berpaling dan akan menolak lamaran Nico. Jadi Nico pastikan dulu dia setuju, baru minta izin dari Mama," jelas Nico sambil tersenyum.


"Apa menurutmu Reana masih bisa berpaling darimu?" tanya Ridha sambil menatap miring pada Nico.


Laki-laki itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum malu-malu. Rasanya dengan mudah bisa di jawab kalau Reana tak akan berpaling dari Nico tapi laki-laki itu ragu ketika melihat Reana sekarang yang sifatnya lebih terbuka pada orang-orang.


Reana bukan lagi gadis yang penyendiri, Alika telah membawanya menjadi gadis yang mau bergaul. Dan tentu saja Reana semakin banyak yang menyukai. Nico ragu cinta Reana masih untuknya. Melihat Nico yang bingung menjawab akhirnya Ibu Ridha menepuk bahu laki-laki itu. Keraguan laki-laki itu pada Reana bisa dimaklumi oleh Bu Ridha Lia menimbang mereka telah berpisah cukup lama.


"Mama tidak mungkin tidak merestui kalian. Mama doakan semoga semuanya berjalan lancar dan kalian bahagia selamanya," ucap Ridha Lia.


Sebenarnya ibu itu sangat bahagia mendengar keputusan laki-laki itu yang langsung ingin meminta putrinya untuk dijadikan istrinya tepat di hari Reana di wisuda. Cinta putrinya terhadap Nico tak perlu diragukan lagi. Reana rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan laki-laki dihadapannya itu dan Nico rela mengorbankan nyawa demi meraih cinta Reana dari jeratan cinta Tn. Malvin.

__ADS_1


"Selamat ya Reana, aku sungguh bahagia mendengar kabar ini. Setelah menjalani peristiwa panjang yang menguji kekuatan cinta kalian, akhirnya kalian benar-benar resmi bersatu. Aku benar-benar bahagia untukmu Reana," ucap Alika sambil merangkul Reana.


"Aku harap kamu juga segera menemukan kebahagiaanmu, Alika. Doakan semuanya berjalan lancar ya?" pinta Reana sambil tersenyum. Alika pun mengangguk.


"Tentu sahabatku sayang, aku doakan semoga semuanya berjalan lancar. Kalian bahagia selamanya. Wah ... kalau begitu, peristiwa spesial ini harus dirayakan," ucap Alika sambil tertawa.


Reana ikut tertawa, gadis itu tahu betul kalau Alika memang paling suka merayakan semua hal.


"Mari Alika kita makan bersama," ajak Nico.


"Oh maaf Kak, sebenarnya aku sangat ingin ikut tapi keluargaku sendiri juga ingin merayakan kelulusanku ini," jawab Alika.


"Oh iya ya," jawab Nico sambil tersenyum memaklumi.


"Kalau begitu aku permisi dulu ya, ibu Ridha, aku permisi. Aku rasa keluargaku sedang mencariku saat ini," ucap Alika pamit.


"Terima kasih ya Alika," ucap Reana dan Bu Ridha Lia.


Alika pergi dari taman belakang kampus itu untuk mencari keluarganya. Tinggallah mereka bertiga dan Bu Ridha pun pamit untuk pulang ke kampungnya. Nico langsung protes.


"Mama! Masa langsung pulang? Menginap di sini dulu Ma. Kita rayakan kelulusan Reana dulu," ucap Nico tidak setuju.


"Mama ini sudah tua, mau ikut merayakan apa. Sudahlah, cukup kalian berdua saja yang merayakan," ucap Ridha Lia.


"Ah masa nggak ada yang mau merayakan wisuda Reana sih?" tanya Reana murung.


Bu Ridha Lia menyangka putrinya lebih senang jika merayakan kelulusannya berdua saja dengan kekasihnya. Tapi melihat sikap Nico yang keberatan jika ibu itu langsung pulang ke kampung saat itu juga, Bu Ridha akhirnya bersedia menginap semalam saja.


"Nginap di apartemenku ya Ma," ajak Nico.

__ADS_1


"Jangan mau Ma, kamar Kak Nico itu cuma satu," ucap Reana sambil mengacungkan telunjuknya.


"Lalu kamar kost-mu ada berapa?" tanya Nico.


"Ya satu lah namanya juga kamar kost untuk apa aku sewa dua kamar kost?" tanya Reana.


"Makanya di apartemenku saja, jangan mau di kamar kost Reana Ma, sempit," bujuk Nico.


"Ih, tau dari mana sempit?" tanya Reana.


"Ya iyalah kamar kost mana ada yang luas. Tidak ada ruang nonton, tidak ada kamar mandi sendiri. Tidak punya dapur sendiri, banyak kurangnya," jawab Nico.


"Yah, namanya juga kamar kost, cuma sewa kamar. Kalau lengkap itu namanya sewa rumah," balas Reana.


"Sudah … sudah … sudah, kalian ini belum juga menikah sudah bertengkar," ucap Ridha menengahi perdebatan Nico dan Reana.


"Jadi kalau mau bertengkar, menikah dulu ya Ma?" tanya Reana sambil tersenyum.


Semua tertawa, mereka pun akhirnya menghentikan perdebatan tak bermutu itu.


"Kalau begitu kita ambil jalan tengah, tidak di kamar kost sempit Reana, juga tidak di apartemen nyaman milikku …"


Reana dan Ridha Lia kembali tertawa mendengar cara adil Nico menyelesaikan masalah.


"Kita sewa kamar hotel saja, adil kan?" lanjut Nico.


Bu Ridha Lia dan putrinya saling berpandangan. Terlihat Nico yang begitu bersemangat mengajak calon mertuanya itu merayakan kelulusan Reana.


"Gimana Ma? Nanti kita ambil dua kamar, kamar satu untuk Mama. Kamar satu lagi untuk aku dan Reana," usul Nico terlihat serius.

__ADS_1


Reana dan ibunya langsung mencubit pinggang Nico dari sisi kanan dan kirinya. Laki-laki itu kelimpungan, di dicubit dari segala arah. Mendengar Nico meminta ampun barulah keduanya menghentikan cubitan yang terasa menggelikan bagi laki-laki itu.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2