
Hari yang menentukan itu pun tiba, Nico menunggu keputusan dari suara terbanyak. Laki-laki itu berharap, tetap terpilih menjadi CEO di perusahaannya. Nico diminta menemui Hasbi untuk mendengarkan secara langsung keputusannya.
Nico diminta datang menemui Hasbi di ruangannya. Di sana Hasbi memberikan syarat yang harus dipenuhi Nico jika ingin mendapat dukungan darinya.
"Aku ingin semalam saja, bersama Reana di hotel," ucap Hasbi.
Mendengar itu Nico sangat emosi. Dengan yakin menolak mentah-mentah persyaratan yang diajukan Hasbi.
"Tanyakan pada Reana, mungkin dia bersedia. Aku tunggu dia nanti malam," ucap Hasbi.
"Aku tak akan menyerahkan istriku padamu! Lebih baik aku turun jabatan daripada menyerahkan Reana padamu, dasar bejat!" bentak Nico.
Nico meninggalkan ruangan Hasbi, laki-laki itu jelas tak bisa memenuhi permintaan Hasbi. Nico tidak akan menyerahkan istrinya pada laki-laki yang sejak dulu menginginkan Reana. Nico lebih memilih turun dari jabatan daripada menyerahkan istrinya untuk melayani nafsu pemimpin perusahaan itu.
Nico kembali ke ruangannya, di sana telah menunggu Rommy dan Reana. Nico menatap Reana dengan tatapan mata yang sayu. Terbayang permintaan Hasbi sebagai syarat mendapatkan dukungan darinya.
"Bagaimana Kak? Hasbi tidak mau mendukung Kakak?" tanya Reana.
Nico diam, tak sanggup memberitahu persyaratan yang diajukan Hasbi untuk mendapatkan dukungannya. Rommy pun ikut menanyakan syarat yang diminta oleh Hasbi.
"Kak, bagaimana hasilnya?" tanya Reana sangat penasaran.
Reana dan Rommy sangat ingin tahu hasilnya tapi Nico masih tak ingin memberitahukan pada mereka. Bukannya tak ingin, Nico sendiri tak sanggup mengungkapkan kata-kata yang terasa begitu merendahkan itu.
Nico tak tega mengatakan pada istrinya permintaan Hasbi yang di nilainya sangat kurang ajar dan tak menghormati Reana. Tapi mereka berdua menunggu dan keduanya adalah orang dekat dan peduli padanya. Meskipun tak tega akhirnya Nico menceritakan permintaan Hasbi yang tak pantas itu.
__ADS_1
"Dia mengajukan syarat, dia akan memilihku jika … Reana bersedia bermalam dengannya di hotel," ucap Nico akhirnya lalu memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
Reana terperangah menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Air matanya langsung mengalir. Reana tak percaya Hasbi begitu tega merendahkan dirinya dengan cara seperti itu. Rommy justru berpikiran lain.
"Dia sengaja tidak mendukungmu demi mendapatkan Reana. Jika sekali saja, kamu mengabulkan permintaannya maka kehidupan rumah tangga kalian akan hancur dengan sendirinya. Ini dilema jika Reana tak setuju, Reana menjadi penyebab diturunkan Nico dari jabatan. Jika Nico tak bersedia menyerahkan Reana keluarga yang pasti akan mengetahui ini, akan semakin menyalahkan Reana. Apa yang harus kita lakukan? Apa jalan keluarnya. Keputusannya adalah malam ini, jika tidak, posisimu akan segera diserahkan pada kandidat lain," tutur Rommy.
"Oh kejam sekali Hasbi. Aku tak menyangka. Dia jahat sekali," ucap Reana yang menangis sedih.
Nico memeluk istrinya. Dari tadi Laki-laki itu tak ingin menyampaikan persyaratan Hasbi tetapi Reana sendiri ingin tahu apa yang menjadi permintaan Hasbi. Begitu Nico sampaikan, Reana langsung terguncang.
"Dia menginginkan kamu, sejak dulu menginginkan kamu. Mungkin semua ini dilakukannya memang demi untuk mendapatkan kamu. Sekarang sudahlah kita pasrah. Memang takdir karirku sampai di sini," ucap Nico.
"Nggak Kak, kakak harus tetap menjabat CEO, kalau tidak kasihan Daddy. Perusahaan didirikan untuk Kakak, kenapa mereka bisa mendepak Kakak. Nggak! Aku harus bicara dengan Hasbi. Aku akan memohon padanya agar dia membantu kita," ucap Reana.
"Memohon? Kamu tahu yang diinginkannya. Itu caranya. Itu cara kamu memohon padanya. Menyerahkan dirimu, itu caranya," ucap Nico dengan air mata menitik.
"Nggak! Nggak! Aku akan bicara dengannya. Aku yakin Hasbi tak sejahat itu. Hasbi pasti hanya ingin mengerjai kita. Dia hanya ingin menguji kesungguhan cinta kita. Aku yakin dia tidak akan seperti itu. Dia tidak jahat, percayalah kak! Biarkan aku bicara padanya. Aku akan bujuk dia menolong kita Kak," ucap Reana sambil memohon izin pada Nico.
"Nggak! Aku nggak akan izinkan kamu ketemu sama dia. Nggak akan! Kamu pikir aku tidak tahu? Mana yang mengerjai dan mana yang benar-benat ingin. Dia itu ingin tidur denganmu. Apa kamu mengerti. Dia sangat ingin menikmati tubuhmu!" ucap Nico kesal karena tak ingin Reana menemui teman sekelasnya itu.
Namun, Reana nekad, dia tak ingin perusahaan itu jatuh ke tangan orang lain. Reana tak ingin menjadi penyebab keluarga itu kehilangan perusahaannya karena Hasbi yang terobsesi padanya. Wanita itu melangkah hendak keluar ruangan. Nico langsung memanggilnya.
"Reana! Kalau kamu berani menemuinya. Aku tak akan peduli lagi padamu! Aku tak akan mengakui kamu sebagai istriku lagi. Kalau kamu temui dia jangan harap aku akan menerima kamu lagi," ucap Nico panik.
"Nic! Hati-hati kalau bicara, jangan mengikuti emosi," ucap Rommy.
__ADS_1
"Aku harus bagaimana lagi, dia ingin menyerahkan diri pada laki-laki yang sejak dulu mencintainya. Apa aku harus menerima perempuan yang telah dipakai laki-laki lain?" tanya Nico.
Sementara itu Reana telah pergi untuk menemui Hasbi. Menemui laki-laki yang sejak dulu menjadi musuh suaminya. Reana tak tega jika perusahaan itu jatuh ke tangan orang lain.
Rommy pun pamit untuk kembali ke kantornya. Rommy juga sangat ingin tahu, kejadian yang sebenarnya. Rommy sama seperti Reana, tak percaya jika Hasbi sungguh-sungguh ingin mendapatkan Reana dengan cara seperti itu.
Tinggallah Nico di ruangannya menangis sendiri. Merasa menyesal dengan keputusan-keputusan yang pernah diambilnya. Rommy pernah mengingatkannya. Kalau dia dengan keputusannya dapat mengancam kondisi perusahaan.
Sekarang kata-kata Rommy menjadi nyata. Sebagian pemegang saham tak percaya lagi padanya. Ingin menyerahkan posisi turun temurun dari ayahnya itu kepada orang lain. Sekarang harus rela menyerahkan pada orang lain dan juga menyerah ekarang demi bertahan
Jangan-jangan Reana memang ingin menyerahkan diri pada bajingan itu. Mungkin dia memang ingin ditiduri bajingan itu. Aku sudah melarangmu pergi. Kenapa kamu masih mau pergi? Kenapa Reana, biarlah aku kehilangan perusahaan daripada aku kehilangan kamu. Aku nggak mau kehilangan kamu Reana. Kenapa kamu tinggalkan aku? Batin Nico bertanya-tanya.
Sementara itu Reana menemui Hasbi di hotel yang telah ditentukan. Begitu masuk ke dalam kamar hotel itu Hasbi langsung menyambut kedatangan Reana dengan pelukan. Hasbi benar-benar tak menyangka jika Reana bersedia datang untuk memenuhi permintaannya.
"Reana aku tak menyangka kamu mau datang. Aku benar-benar tak menyangka dia mau menyerahkan kamu padaku. Apa yang dipikirkannya? Dia rela kehilangan kamu dibanding perusahaannya?" ucap Hasbi yang langsung ingin memeluk Reana.
Reana mendorong tubuh Hasbi. Laki-laki itu kaget. Tadinya mengira Reana datang untuk menyerahkan dirinya. Merasa bahagia karena Reana akhirnya memilih bersamanya. Namun, dengan derai air mata Reana mengungkapkan isi hatinya.
"Kamu salah Hasbi, aku kesini bukan untuk menyerahkan diri tapi untuk memberitahumu. Aku tak akan meninggalkan suamiku demi apa pun. Tolong jangan hal seperti ini. Aku kecewa, kamu memandang aku perempuan seperti itu. Yang demi harta rela menyerahkan kehormatan. Nggak Hasbi. Kak Nico lebih memilih kehilangan perusahaan daripada kehilangan aku. Itu adalah keputusan kami, lebih baik kami memulai dari awal dengan kehormatan dari mendapatkan segala-galanya tapi tak memiliki kehormatan. Aku kecewa Hasbi, sangat kecewa padamu karena kamu telah memandang aku serendah itu. Sekarang aku sudah memberikan jawaban. Silahkan ambil perusahaan itu olehmu. Tapi mulai sekarang. Jangan ganggu kami lagi," ungkap Reana dengan air mata yang berlinang dan hati yang kecewa.
Wanita itu hendak melangkah keluar kamar. Hasbi menghentikannya. Dia tak ingin Reana salah paham padanya.
"Tunggu Reana! Maafkan aku yang terlalu berharap padamu. Sebenarnya dari tadi aku tak percaya kalau kamu akan datang. Aku tertipu oleh keinginanku sendiri. Tadinya aku yakin kamu pasti menolak dan Nico pasti tak mau menyerahkan istrinya padaku. Tapi begitu melihatmu muncul dihadapanku. Imanku tergoda, berharap kamu benar-benar mau menyerahkan diri padaku. Aku terlalu naif, mana mungkin itu terjadi. Kak Nico sangat mencintaimu. Tak mungkin demi apa pun menyerahkan istri yang dicintainya padaku," tutur Hasbi.
Reana telah mengungkapkan isi hatinya pada Hasbi dan memohon agar laki-laki itu melepaskannya. Reana dan Nico lebih rela kehilangan perusahaan dibandingkan kehilangan kehormatan mereka. Reana pun pamit setelah puas mengucapkan isi hatinya.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...