
Nico tak tahan dengan situasi yang membuatnya selalu berprasangka buruk pada istrinya. Karena itu Nico memutuskan untuk bertemu dengan Hasbi. Mendengar niat Nico, hati Reana langsung was-was. Wanita itu sangat takut jika terjadi hal yang buruk pada suaminya.
Semua itu bukannya tanpa alasan. Reana telah tahu kalau dulu, Hasbi dan Nico pernak bertemu dan terjadi aksi pemukulan saat itu. Hasbi memukul Nico saat itu. Namun, semua berlalu seiring lenyapnya Hasbi dari kampus itu.
Sekarang Nico kembali ingin menemui Hasbi dan Reana tentu saja takut karena ada rasa benci dalam hati mereka. Nico memberi pengertian kalau sekarang mereka bukan anak kecil yang harus dikhawatirkan.
"Janji ya Kak, jangan sampai emosi," ucap Reana memohon.
"Takut sekali pacarnya disakiti–"
"Bukan begitu Kak, aku hanya–"
"Ya, ya, percayalah! Ini hanya pembicaraan dari hati ke hati. Kamu jangan khawatir ya sayang," ucap Nico lalu mengecup puncak rambut istrinya.
__ADS_1
Reana pun tak bisa berkata apa-apa lagi. Jika bertemu dan bicara dengan Hasbi adalah jalan keluar yang baik maka mereka memang harusnya mencoba. Agar rumah tangga mereka bisa bebas dari prasangka.
Keesokan harinya, Nico meminta bawahannya untuk mencari nomor ponsel Hasbi. Karena sejujurnya istrinya tak menyimpan nomor laki-laki itu. Meski awalnya Nico tak percaya tetapi melihat Reana yang serius mengatakan tak memiliki nomor apa pun untuk menghubungi Hasbi, akhirnya Nico percaya. Karena memang Hasbi yang datang untuk menemui Reana, bukan Reana yang menghubungi Hasbi.
Dengan menghubungi florist yang mengantar buket bunga untuk Reana, akhirnya bawahan Nico mendapatkan nomor ponsel Hasbi. Nico pun segera menghubungi untuk meminta bertemu. Mereka menetapkan bertemu di sebuah restoran. Hasbi tak menyangka akan diminta bertemu oleh suami sahabatnya itu. Namun, dalam hati telah mengira-ngira apa yang akan dibicarakannya.
"Aku ingin langsung pada poinnya. Aku ingin percaya padamu, kalau kamu tak ingin merusak rumah tangga sahabatmu. Aku awalnya was-was dengan kemunculanmu tapi … melihat Reana yang dengan yakin mengatakan tak memiliki perasaan apa-apa padamu, aku percaya padanya. Lalu bagaimana denganmu? Apa aku bisa percaya padamu kalau kalian tulus bersahabat?" tanya Nico panjang lebar.
"Kami tulus bersahabat tapi aku yakin bukan itu inti Tn. Rayne menemuiku. Anda ingin tahu bagaimana perasaanku terhadap istri anda? Kenapa tidak bertanya terus terang saja?" tanya Hasbi.
Hasbi tercenung, mendengar segala curahan hati Nico. Dalam hati, sangat ingin berharap rumah tangga Reana dan Nico tidak bahagia. Namun, melihat kesungguhan Nico ingin mempertahankan wanita yang dicintainya, Hasbi jadi ragu kalau dia memiliki kesempatan untuk mendapatkan cinta Reana.
"Kenapa tak mencoba pada gadis bernama Alika? Aku dengar dan lihat sendiri kalau dia sangat menyukaimu," ungkap Nico.
__ADS_1
"Anda sendiri tahu kalau cinta tidak bisa dipaksakan. Jika bisa, kenapa anda tak mencoba menyukai Jessica?" tanya Hasbi. Mendengar itu Nico malah tertawa.
"Andai aku tidak masuk ke kelasmu. Andai aku tidak melihat Reana dan andai aku tak ikut taruhan itu, mungkin aku bisa menyukai Jessica tapi entahlah, aku tidak yakin karena sebelum mengenal Reana, hatiku sulit terbuka untuk para wanita tapi begitu mengenal Reana, aku tak bisa melupakan wajahnya walau cuma untuk sekejap," jawab Nico.
Mendengar itu, dalam hati Hasbi menyesali. Pernah memaksa untuk mencium Reana karena kesal wanita itu tak mau menerima cintanya. Laki-laki itu juga menyesuai karena tak sadar akan cintanya pada Reana sebelum gadis itu mencintai Nico.
"Apa kamu ingin membuat Reana menangis atau ingin membuat Reana bahagia?" tanya Nico. Hasbi diam merasa tak perlu menjawabnya.
"Baiklah! Aku akan pergi, tapi aku akan tetap mengawasi. Aku akan tetap menunggunya karena itu aku sarankan, buatlah dia tetap bahagia atau aku akan muncul untuk membahagiakannya," ucap Hasbi.
Laki-laki itu pun mohon diri setelah mengucapkan kata-kata menyerah sekaligus kata-kata ancaman. Hasbi berjanji untuk pergi, tetapi tak sungguh-sungguh pergi. Laki-laki itu bisa muncul kapan pun memiliki kesempatan untuk merebut Reana dari sisi Nico.
Nico lega akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk pergi. Meski tak lega sepenuhnya. Namun, ancaman Hasbi akan selalu jadi peringatan baginya untuk selalu membahagiakan Selina.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...