Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 185 ~ Murka Ardy ~


__ADS_3

Tak disangka Ardy datang untuk menjelaskan apa yang dilihatnya. Awalnya Nico mengira sahabatnya itu ikut menuduhnya tetapi ternyata datang untuk membelanya. Tak terkira rasa terima kasih Nico terhadap sahabatnya itu yang tak ikut terpancing oleh tingkah tunanganya.


Nico dan Reana merasa berhutang budi pada sahabatnya itu. Saat Ardy mempersilakan Nico membawa istrinya ke kamar, Nico langsung mengajak wanita yang dicintainya itu, ke kamar mereka. 


Ucapan itu seolah-olah meminta agar keduanya pergi membiarkan dirinya berhadapan dengan Lisca. Ardy ingin memberi pelajaran pada wanita yang telah mengkhianatinya itu. Lisca berdiri menatap Ardy tanpa berkedip sedikit pun. 


Hatinya menciut ingat ancaman Ardy terhadapnya. Ardy akan membunuhnya jika dirinya yang pura-pura ingin bunuh diri karena takut di putuskan  pertunangan mereka. Kini nyata-nyatanya dia sendiri yang mengkhianati pertunangan mereka.


"Aku sudah bilang, aku tak ingin kembali bersama pengkhianat seperti kamu, tapi kamu memaksa ingin kembali. Kamu bahkan ingin bunuh diri demi kembali padaku. Waktu itu kamu bahkan tidak takut pada ancamanku. Ini konsekuensi yang harus kamu terima karena memaksaku kembali padamu," ucap Ardy.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Lisca melangkah mundur dengan raut wajah takut.

__ADS_1


"Menurutmu apa? Aku sudah bilang kan? Kemarin kamu ingin bunuh diri. Sekarang aku bantu bunuh dirimu karena kamu berkhianat padaku," ucap Ardy.


"Ampun Ardy, tolong maafkan aku," ucap Lisca memelas.


"Aku sudah ampuni kamu sekali. Aku juga sudah peringatkan kamu, tapi kamu masih nekat mengganggu Nico dan Reana. Beruntung aku melihat kejadian itu, jika tidak, mereka pasti salah paham. Aku pernah bilang, akan melindungi Reana dari orang seperti kamu …."


"Kenapa? Kenapa semua orang ingin lindungi dia? Apa istimewanya dia?" tanya Lisca dengan raut wajah kesal.


"Dia tidak sama denganmu, dia seorang wanita berhati tulus," ucap Ardy.


"Aku bilang dia tidak sama sepertimu. Kamu pasti tidak menyangka kalau Reana itu dulu menolak Nico. Kamu pasti tidak percaya kalau Nico itu dulu mati-matian mendapatkan cinta Reana. Jangan samakan dia seperti kamu, dia tulus mencintai Nico. Dia tidak mengejar harta," terang Ardy.

__ADS_1


Lisca tertegun. Rasanya benar-benar tidak percaya. Seorang laki-laki seperti Nico sempat ditolak oleh Reana, tapi Lisca tak punya waktu untuk berpikir lagi. Saat ini entah apa yang akan dilakukan Ardy untuk melampiaskan kemarahannya.


"Mulai detik ini kamu bukan tunanganku lagi. Jangan coba-coba memohonkan padaku! Jangan coba-coba untuk meminta belas kasihan padaku! Jangan coba-coba minta ampun padaku! Aku sudah beri kesempatan padamu. Sekarang terimalah hukuman atas pengkhianatanmu," ucap Ardy lalu menjulurkan tangannya hendak mencekik Lisca.


Wanita itu berlari dan berteriak minta tolong. Lisca benar-benar panik. Wanita itu tidak tahu seperti apa jika Ardy marah besar. Wanita itu percaya Ardy bisa melakukan apa saja karena apa yang dilakukannya memang diluar batas.


Ardy telah berbaik hati memberinya kesempatan. Namun, bukannya memperbaiki diri, Lisca makin nekat bahkan tega memfitnah Nico. Wanita berlari ketakutan sambil meminta tolong.


Tak seorang pun di sana. Hari sudah larut malam. Ardy bisa saja membunuhnya dan membuang jasadnya ke laut. Tak ada yang menjadi saksi ancaman Ardy terhadap Lisca membuat wanita itu sangat panik dan ketakutan.


Mencoba menggedor pintu kamar teman-teman mereka tapi tak ada yang membuka pintu. Di lorong Villa itu, Ardy berhasil menangkap Lisca dan mendorongnya ke dinding. Mencekik leher wanita itu dengan tatapan mata yang tajam. 

__ADS_1


Lisca mencoba melepas tangan yang mulai menghentikan nafasnya itu. Menggapai-gapai apa pun untuk mendapatkan bantuan tapi tak ada apa pun. Lisca merasa semakin tercekik dan tubuhnya semakin lemah.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2