Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 168 ~ Kembali karena Kenangan ~


__ADS_3

Nico menghubungi Nella untuk mendapatkan alamat rumah kost-nya. Gadis itu pun seperti mendapat kesempatan untuk menumpahkan kekesalannya pada Nico. Teringat saat mendengar perbincangan antara Nico dan Rommy di restoran, Nella masih saja merasa kesal. 


Gadis itu pertanyakan maksud Nico mencari Reana. Mengingatkan kalau hidup terpisah lebih baik daripada bersama tetapi hanya untuk menyakiti Reana. Mendengar itu hati Nico terasa sakit. Laki-laki itu tak mampu menjawab kata-kata Nella. 


Membuat Nella jadi panik sendiri. Mengira Nico akan marah atau berubah pikiran dan berhenti mencari Reana. Nella hanya ingin menumpahkan kekesalannya setelah mendengar percakapan Nico saat di restoran. Nella tak sungguh-sungguh ingin Reana dan Nico berpisah.


"Kak Nico?" tanya Nella akhirnya setelah menunggu sekian menit laki-laki itu hanya terdiam.


Nico masih diam membuat Nella semakin panik. Nella bahkan berfirasat kalau Nico mengalami kecelakaan setelah mendengar ucapannya tadi. Nella langsung menangis panik. Nella tahu saat ini Nico sedang dalam berkendara.


"Kak Nico maafkan aku! Tolong katakan sesuatu," ucap Nella panik dan langsung menangis.


"Apa yang harus aku katakan Nella, ucapanmu benar," ucap Nico akhirnya.


"Oh syukurlah! Aku pikir Kak Nico kenapa-kenapa. Aku jadi panik karena Kakak hanya diam saja. Segeralah temui Kak Reana," ucap Nella lalu memberikan alamat rumah kost-nya.


"Tapi apa aku pantas menemuinya. Kamu benar Nella. Aku merasa diriku ini sangat egois. Hanya mementingkan perasaanku sendiri. Saat aku merasa tersakiti, aku akan menyakiti hatinya. Tanpa berpikir, tanpa mencari tahu kebenaran, aku langsung menyalahkannya. Aku menuduh sesuatu yang tak mungkin dilakukan oleh istriku. Dia orang jujur. Reana tak pernah berbohong padaku tapi aku selalu mencurigainya. Aku memang tak pantas untuknya Nella," jelas Nico.


"Nggak Kak, aku bukan orang yang pantas menilai Kak Nico seperti itu. Cuma Kak Reanalah yang pantas menilai Kak Nico. Apa Kakak masih layak bersamanya atau tidak, bukan aku. Temuilah Kak Reana, dengarkanlah apa keputusannya," ucap Nella.


"Dia tidak akan memaafkan aku Nella. Sikapku ini sangat keterlaluan," ucap Nico sambil menghapus air matanya.


"Dengarkan sendiri darinya Kak. Jangan menyimpulkan sendiri. Aku tidak yakin kalau Kak Reana tidak memaafkan Kak Nico. Kak Reana sangat mencintai Kak Nico," ungkap Nella.


"Apa aku pantas dicintai olehnya Nella?" tanya Nico.


"Jangan tanyakan itu padaku Kak. Bukan aku yang berhak menjawabnya. Kak Nico tanyakan sendiri padanya. Kak Nico jangan putus asa. Hanya sedikit lagi, Kak Nico akan mengetahui isi hatinya," jelas Nella.

__ADS_1


Nico kembali diam. Hatinya menimbang-nimbang. Nella tetap memberinya dukungan untuk bertemu hingga akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk bertemu dengan istrinya itu. Bertekad mendengar sendiri keputusan Reana. Berpisah darinya atau memaafkannya.


Nico tiba di hadapan Reana. Dengan tatapan yang begitu merindukan istrinya, Nico hanya diam menatap istrinya. Nico tak berani mendahului sama sekali. Laki-laki itu hanya bisa diam menatap istri yang dirindukannya.


"Kakak?" sapa Reana yang tak percaya Nico telah tiba dihadapannya.


Nico diam membisu. Hanya air matanya yang mengalir. Sejak kepergian wanita itu, hanya penyesalan yang dirasakannya karena tak segera menghentikan kepergian Reana. Wanita itu mengusap air mata yang mengalir itu.


"Jangan menangis Kak. Katakan saja apa yang ingin Kakak ucapkan. Aku siap mendengarnya," ucap Reana juga dengan mata yang berkaca-kaca.


Reana telah siap mendengarkan apa pun keputusan suaminya. Meski dalam hatinya tak akan mudah menerima. Reana pasrah, justru di saat wanita itu yakin tengah mengandung bayi mereka.


Bagi Reana, apa yang didapatnya sekarang ini adalah anugerah. Hal yang sangat disyukuri dari pernikahan mereka. Reana berencana untuk hidup berdua dengan bayinya tanpa harus melarikan diri dari Nico lagi.


Melanjutkan hidup dengan bekerja yang sungguh-sungguh demi masa depan anaknya kelak. Tak peduli Nico akan mengakui atau tidak, Reana akan membesarkan anak itu dengan penuh kasih sayang. Reana tidak tahu apa yang telah diputuskan Nico selama dirinya pergi dari rumah. Angelica mungkin telah memenangkan hati Nico saat ini, untuk itu Reana pasrah menerima keputusan dari Nico. 


"Maafkan aku Reana," ucap Nico akhirnya.


"Kakak ingin berpisah dariku? Ingin bercerai denganku?" tanya Reana akhirnya.


Setelah menunggu laki-laki itu melanjutkan permintaan maafnya, Reana akhirnya menyimpulkan maksud kedatangan suaminya. Wanita itu merasa, Nico sendiri merasa berat mengambil keputusan itu karena itu dia hanya diam termangu setelah meminta maaf.


"Nggak Reana. Aku nggak ingin pisah darimu. Aku datang ke sini untuk meminta maaf. Untuk mengajakmu kembali bersamaku tapi … aku merasa dosaku sangat besar padamu. Apa aku masih bisa mendapat maaf darimu? Apa aku masih pantas berharap hidup bersamamu?" ucap Nico dengan tatapan mata yang sendu dan air mata yang mengalir.


"Aku mencintai Kak Nico. Aku selalu ingin bersama Kak Nico. Aku akan selalu menerima Kak Nico di sisiku. Aku–"


Mendengar ucapan Reana, Nico langsung memeluk wanita cantik itu. Reana membalas pelukan itu. Reana tersenyum, semua orang mungkin menilainya wanita yang bodoh. Setelah disakiti tetapi tetap mau menerima. Reana berpegang pada ucapan ibunya. Masalah akan selalu ada tetapi selama masih ada cinta, rumah tangga masih bisa bahagia.

__ADS_1


Semua menyayangkan jika cinta mereka yang terputus begitu. Nella, sahabat-sahabat Nico dan yang lainnya yang mengetahui bagaimana perjuangan cinta mereka sangat menyayangkan jika Nico dan Reana memutuskan untuk berpisah. Begitu besar perjuangan keduanya untuk membuktikan kuatnya cinta mereka.


Mengalahkan rasa takut, dan rela berkorban nyawa demi menyelamatkan kekasih yang dicintai. Semua tak sebanding dengan masalah yang berlandaskan rasa cemburu dan salah paham. Selama masih ada cinta mereka harus berjuang mempertahankan rumah tangga mereka.


Nico menangkup wajah istrinya. Mengecup bibir yang dirindukanya itu lalu memeluknya dengan erat. Nico mengajak istrinya pulang ke apartemen mereka. Reana mengangguk setuju.


Begitu masuk ke dalam apartemen, Reana tertegun. Menatap apartemen yang berantakan. Nico yang kembali ke apartemen sejak pulang dari rumah orang tuanya. Sama sekali tak peduli keadaan apartemen yang berantakan.


Dengan menggelengkan kepala, Reana mulai memunguti sampah dan pakaian yang berserakan. Nico langsung meraih tangan istrinya. Reana tersenyum lalu mencoba melepaskan tangannya.


"Jangan lakukan apa pun, biar bibi yang bersihkan semuanya. Istriku yang sedang hamil tak boleh lakukan pekerjaan apa pun," ucap Nico.


"Kakak, aku bisa bereskan sendiri," ucap Reana.


"Jangan lakukan itu aku mohon. Baiklah aku yang akan bereskan semua … sebentar lagi," ucap Nico, membuat Reana tertawa.


"Kenapa harus sebentar lagi?" tanya Reana heran.


"Aku ingin … bernostalgia–"


"Apa?"


"Kamu tahu? Situasi seperti ini pernah aku alami untuk pertama kali dalam hidupku. Mengurung diri di apartemen, kemasan makanan bergelimpangan. Pakaian kotor di mana-mana, yang aku lakukan hanya tidur. Merebahkan diri, menatap langit-langit apartemen, dengan pikiran yang kacau. Ini pernah terjadi di sini, di apartemen ini. Semua itu karena kamu–"


"Aku? Kapan? Kenapa?" tanya Reana.


"Ya karena kamu. Kapan itu terjadi? Saat pertama kali aku menciummu. Karena aku … tak bisa lepaskan kamu dari pikiranku sejak saat itu. Aku merasa tertekan karena merasa tak sanggup menggapaimu. Hanya sebuah ciuman taruhan. Aku pikir bisa melupakannya begitu saja tapi nyatanya aku tak bisa. Hidupku kacau, karena berpikir bisa bertahan tanpa kamu. Bertahan di apartemen ini tanpa mau menemuimu, tanpa mau mengakui kalau aku merindukanmu. Itu semua adalah kenanganku. Kenangan yang mengingatkan aku, tak bisa hidup tanpa kamu sejak pertama kali menciummu," jelas Nico.

__ADS_1


Reana tersenyum lalu menangkup wajah laki-laki yang dicintainya itu. Merasa terharu mendengar pengakuan laki-laki itu. Tak tahan ingin mengecup bibir itu sambil memejamkan mata. Nico memeluk istrinya erat, tak melewatkan kesempatan itu begitu saja. Membalas ciuman itu dengan penuh hasrat. Nico bahagia karena Reana telah menyerahkan dirinya dan kembali padanya. 


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2