Aku, Apa Adanya

Aku, Apa Adanya
BAB 178 ~ Ingin Mengakhiri ~


__ADS_3

Reana mengambil ponsel yang disodorkan Rommy. Mengira ponsel itu adalah miliknya tapi ternyata tidak. Pantas saja jika Rommy mengira ponsel itu adalah milik Reana, karena setiap kali notifikasi pesan masuk, tampilan yang muncul adalah foto Nico.


Laki-laki itu yang penasaran juga ikut melihat ponsel itu. Sangat terkejut saat mendapati fotonya menjadi wallpaper di layar ponsel yang bukan miliknya atau milik istrinya. Laki-laki itu mengangkat kedua bahunya dan terlihat bingung. Dia sendiri tak bisa memberikan penjelasan apa-apa.


Sebenarnya Reana telah terbiasa melihat foto Nico menjadi wallpaper di ponsel orang lain. Saat mereka masih menjadi mahasiswa, gadis-gadis mahasiswi itu tak segan-segan menjadikan foto Nico sebagai wallpaper. Bahkan tak segan-segan mengakui kenal atau merasa akrab dengan Nico.


Paling membuat Reana sebal adalah gadis-gadis mahasiswa itu berbincang-bincang, mengaku telah berkenalan dan sedang pedekate dengan Nico. Tanpa mereka sadari kalau Nico telah menjalin hubungan spesial dengannya.


"Ini … hp mu Dy," tanya Nico ragu-ragu. Ardy pun meraih ponsel itu dan tersenyum menunjuk pada Lisca.


"Ini hp Lisca," ucapnya ingin menyerahkan pada mantan tunangannya itu.


Namun, baru saja hendak menyerahkan ponsel itu, Ardy langsung tercenung. Urung menyerahkan ponsel itu pada Lisca yang sedang menatap lurus pada Dina dan Dito yang bermain di pinggir pantai. Sebuah hal yang memalukan terjadi dan itu diketahui langsung oleh teman-temannya.

__ADS_1


"Maaf Nico, ini pasti sangat aneh bagimu, tapi sebelumnya perlu kalian ketahui. Aku dan Lisca sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Aku dan Lisca  sudah putus hubungan," ucap Ardy.


Membuat seolah-olah apa yang dilakukan Lisca, menyimpan foto laki-laki lain di ponselnya adalah haknya. Apa yang mereka dengar itu sangat mengejutkan bagi Nico, Reana dan Rommy. Reana bahkan menutup mulutnya yang tercengang dengan kedua tangannya. 


Tak menyangka kalau Ardy akan mengungkapkan ini setelah baru saja mengenalkan Lisca sebagai tunangannya. Tak hanya para sahabat itu yang tercengang. Lisca yang tadinya termenung menatap Dina dan Dito juga ikut terkejut.


Tiba-tiba mendengar penuturan Ardy yang membuka apa yang masih menjadi rahasia mereka. Kini tak ada alasan bagi mereka untuk berlaku seperti masih memiliki hubungan pertunangan. Lisca langsung panik bercampur kesal terhadap Ardy.


"Apa-apaan kamu Ardy. Aku pikir kita tidak serius berpisah. Aku pikir kita masih bisa perbaiki hubungan kita. Kita masih bisa berusaha menyelesaikan masalah. Teganya kamu membuka rahasia kita pada orang lain!" seru Lisca bahkan berdiri dari tempat duduknya.


"Aku tidak punya alasan yang tepat, kenapa kamu menjadikan foto suami orang sebagai wallpaper di hp mu. Jelas sendiri pada mereka kenapa kamu melakukan itu. Apa mungkin aku membiarkan wanita yang menyimpan foto sahabatku tetap menjadi tunanganku?" tanya Ardy lalu berdiri kemudian melangkah masuk ke dalam villa.


Lisca menatap layar ponsel yang kembali menyala itu. Lalu menoleh ke arah Nico. Laki-laki itu menatap lurus ke depan dengan tatapan yang kesal. Sementara Reana, tak ragu-ragu menatap tajam pada wanita itu. Sementara Rommy menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Lisca langsung berlari ke dalam villa. Meninggalkan ketiga orang sahabat itu dengan menahan malu. Tak bisa ditutupi lagi, kalau dirinya memang tertarik pada Nico.


"Aku masih berharap kamu akan berubah, tapi ternyata …."


"Aku menyesal Ardy, sungguh! Ini hanya sebuah keisengan saja," ucap Lisca panik.


"Sudahlah! Keputusan berpisah itu adalah keputusan yang terbaik. Mereka sudah mengetahuinya, apa lagi yang kita ributkan?" tanya Ardy.


"Nggak, aku nggak terima. Kamu harus beri aku kesempatan. Kita masih bisa perbaiki hubungan kita. Aku menyesal Ardy," ucap Lisca dengan raut wajah panik.


Bagaimana tidak? Jika hubungannya dengan Ardy benar-benar berakhir, dia akan kehilangan segala-galanya. Kehilangan segala fasilitas yang diberikan Ardy dan kesempatan untuk bisa berkumpul bersama sahabat laki-laki itu.


Tak ada untungnya bagi Lisca jika mereka berpisah. Itu hanya akan membuat akses untuk mendekati Nico semakin sulit. Lisca tak inginkan itu. Bagaimanapun Lisca harus mendapatkan maaf dari Ardy lagi. Lisca harus membuat Ardy mau menerimanya lagi, meski untuk itu dia harus merayu Ardy dengan tubuhnya.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2