AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Gak percaya


__ADS_3

Zahra sudah selesai membersihkan dirinya. Bahkan wanita itu keramas. Rambutnya lepek sekali. Zahra memegangi dadanya yang bergemuruh. Tak bisa dipungkiri, dia merasa grogi dengan suaminya itu. Mulutnya boleh saja bilang tak cinta, minta pisah. Tapi, sebenarnya wanita itu sudah ada rasa pada Ezra. Walau dia belum yakin dengan apa yang dirasakannya. Karena, terkadang dia benci kepada suaminya itu. Rasa cinta di hatinya belum kuat. Buktinya, ada sedikit masalah ingin pergi. Dihasut orang percaya, seperti saat Rani menghasutnya di toilet bandara.


Zahra keluar keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan kimono handuk yang memang ada di dalam kamar mandi itu. Saat itu juga mata keduanya beradu. Zahra dengan cepat memalingkan wajahnya, gak sanggup beradu pandang dengan sang suami. Ternyata suaminya itu duduk di tepi ranjang menghadap ke kamar mandi.


Ezra bangkit dari duduknya, yang membuat Zahra semakin ketakutan, apalagi suaminya itu berjalan ke arahnya. Zahra memegang kuat kimono handuknya pada bagian dadanya. Dia gak akan mengizinkan Ezra menyentuhnya. Itu tak boleh mereka lakukan. Itu dosa besar.


"Baju ganti adek, ada di atas ranjang. Sebelum saya selesai mandi, adek sudah harus sudah rapi, jangan mencoba menggoda saya, dengan memakai ini terus "


Zahra menarik ujung kimono Zahra. Auto Zahra teriak, karena terkejut. Wanita itu pun menahan kuat kimono yang membelit tubuh nya.


Hahaha...


"Hubby kangen banget tahu." Ujar Ezra dengan tersenyum tipis. Zahra masih membuang muka, merasa kesal dengan tingkah sang suami yang menggodanya.


Tak ingin berdebat, Zahra berjalan cepat ke arah ranjang. Dia akan memakai baju. Sedangkan Ezra masuk ke kamar mandi, dia juga merasa gerah.


Di atas lipatan pakaian yang akan dipakainya terdapat secarik surat.


Sayang... Tak ada yang salah dalam hubungan kita. Hubungan kita sah di mata agama. Kita perlu bicara. Beri kesempatan pada suamimu ini untuk menjelaskan semuanya. Hubby harus memilihmu, karena Hubby mencintaimu, menyayangimu dan sudah seharusnya kita bersama.

__ADS_1


Please.... izinkan Hubby menjelaskan semuanya. Kamu tak perlu merasa bersalah pada ibumu Anindya. Karena, jikalau dia tahu yang sebenarnya, dia juga akan mendukung Hubungan kita. Hanya kamu wanita yang Ku sentuh, setelah lebih dari lima tahun, suamimu ini menduda.


Ezra merasa perlu menuliskan surat pada Zahra. Karena, wanita yang lagi labil itu susah sekali diajak bicara. Belum juga Ezra selesai bicara. Wanita itu sudah banyak jawaban serta pernyataan-pernyataan yang tak jelas.


Zahra sungguh terkejut membaca surat yang dituliskan suaminya itu. Dia tercenung, memikirkan maksud dari surat itu.


Apa benar umak belum disentuh pak tua? gumam Zahra dalam hati, dia tak yakin dengan itu semua. Mana mungkin dua manusia yang berbeda jenis kelamin duda dan janda, menikah. Tapi, belum pernah begituan. Kan gak mungkin. Dia saja habis dihajar pak tua lebih dari seminggu, seperti minum obat, tepatnya sembilan hari mereka bercocok tanam.


Zahra penasaran juga dengan yang dituliskan suaminya itu. Baiklah, untuk kali ini dia akan mendengarkan dengan baik semua yang akan dijelaskan suaminya itu. Kalau benar, Pak tua belum menyentuh ibunya. Maka, ini suatu keajaiban. Berarti mereka tidak melakukan dosa besar. Mereka tidak melakukan pernikahan yang dilarang agama.


Bukankah semalam, suaminya itu, mengatakan ingin membatalkan pernikahan nya dengan ibunya? tapi, kasihan ibu. Aku gak mau dianggap anak durhaka, karena merebut suami ibu sendiri.


Wangi sabun dan sampo yang dikeluarkan tubuh sang suami menyeruak memenuhi indera penciumannya. Dia suka wangi ini, wangi mint dan lavender. Zahra jadi merasa rileks, tanpa sadar dia pasrah dipeluk sang suami dari belakang.


"Sudah baca suratnya sayang?" mencium gemes ceruk leher sang istri, yang membuat Zahra mengangkat bahunya, karena tak tahan dengan geli yang dihasilkan gesekan bibir kenyal sang suami ke perpotongan lehernya yang halus.


"Untuk kebaikan semuanya, kita harus tetap bersama. Karena, kita sudah melakukan itu "


Zahra melirik sang suami dengan memutar leher nya. Wanita itu belum percaya seratus persen dengan apa yang diucapkan suaminya itu.

__ADS_1


"Sayang sama ibumu kan?' Zahra mengangguk pelan, entahlah dia jadi pingin bermanja pada Ezra, seperti saat ini. Rasanya begitu menenangkan dipeluk dari belakang. Ceruk lehernya diendus-endus. Seperti kucing yang ingin bermanja pada majikannya. Mendengar suara sang suami di telinga nya membuatnya bergidik geli.


"Hubby dan ibumu Anin, belum melakukan hubungan suami istri. Tapi, kita sudah melakukannya sayang. Jangan-jangan disini sudah bersemayam anak kita. Maha karya kita selama sembilan hari itu"


"Iihhh.... apaan sih pak!" Zahra pun tersadar, disaat Ezra mengusap-usap perutnya yang masih datar. Wanita itu pun berontak, agar Ezra melepaskan belitan tangannya di pinggangnya. Dia tiba-tiba kesal pada Ezra. Entahlah suasana hatinya gampang sekali berubah. Tadi, dia sangat ingin bermanja pada Ezra dan sekarang dia malah benci Ezra.


"Aku gak mungkin hamil pak. Aku sekarang sedang menstruasi?" ucapnya, meraih baju gantinya. Masuk ke ruang ganti yang diikuti oleh Ezra. Wanita itu tak mau hamil, dia masih ingin sekolah.


"Hubbby gak yakin adek menstruasi. Hubbby yakin di sini sudah ada anak kita. Jadi please sayang, jangan pernah lari lagi. Gak capek kamu, kita ini sudah ditakdirkan berjodoh. Kamu pasrahkan saja semuanya. Ikhlas kan. Hubby akan bahagia kamu dan ibumu. Asal kamu nurut sama Hubby." Jelas Ezra, memegangi bahu Zahra, dia ingin Zahra yakin padanya.


"Kamu itu sedang hamil sayang, mas sudah lihat CD mu, ada bercak darah di sana. Itu suatu tanda, bahwa anak kita sedang tumbuh dirahimmu."


"Sok tahu!" ketus Zahra, berjalan ke kamar mandi. Dia langsung mengunci pintu kamar mandi itu, sebelum Ezra menggapainya. Wanita itu ingin pakai baju di kamar mandi saja, sekalian memeriksa lagi CD nya yang bau acem. "Apa dia gak jijik memeriksa dalam an orang. Dasar pak tua sableng!" ucap Zahra, mengucek CD nya yang gak jelas aromanya itu. Wajar aromanya gak jelas. Seharian dia memakai itu, dan ada adegan muntah lagi. Siapa tahu saat muntah. Ada pipisnya yang lolos beberapa tetes.


"Bukan sok tahu, hubby tahu semuanya. Tanda-tanda kehamilan ada padamu sayang. Suhu tubuh mu meningkat. Kamu tubuh nya hangat, ada bercak darah di CD itu. Perdarahan itu terjadi karena proses pelekatan sel telur yang telah dibuahi pada dinding ra -him. Hubby yakin, kamu hamil sayang." Ezra tak henti-hentinya mengoceh di balik pintu kamar mandi itu. Dia memang tahu banyak tentang hal itu, karena Ezra suka membaca. Dia bahkan tahu semua tentang kewanitaan.


TBC


Terima kasih like, vote comentar positif dan hadiahnya ya say. 🤭

__ADS_1


__ADS_2