
Ezra sudah mulai beraksi di dapur.
Pang
pung
peng
Spatula entah berapa kali digendangkannya ke alat -alat memasak. Yang membuat suasana dapur jadi semarak dan gaduh. Apalagi Ezra memasak ditemani oleh lagu pop rock Arab.
"Ya tabtab we della3
ya y2ouly ana etghayart 3aleeh
ana az3al awalla3
maho koll hamo ezzay ardeeYa Tabtab Wa Dalla"
Ezra bernyanyi mengikuti lagu yang dipopulerkan oleh Nancy Ajram tahun 2006, dan akhir-akhir ini lagi booming. Lagu dengan Bahasa Arab ini mengisahkan tentang seseorang yang marah dengan kekasihnya. Menurut Ezra lagu ini sangat cocok untuk menggoda Zahra. Karena lagu ini pas banget dengan suasana hati Zahra yang lagi dongkol. Karena merasa belum siap untuk hamil.
Zahra dibuat tercengang melihat tingkah suaminya itu. Tingkah Ezra tidak seperti pria berumur 42 tahun. Tapi, anak seusianya yang lagi hebohnya saat merayakan kelulusan tamat sekolah.
Ezra memasak sambil menari perut.
"Hadeuhhh....!"
Keluh Zahra, dia menepuk jidat sendiri. Tak menyangka kalau suaminya segokil itu.
Semua ART, di setiap divisi disuruh masuk kamar. Tak ada yang boleh melihat aksi konyolnya Ezra malam ini. Hingga hanya mereka i berdualah yang ada di dapur itu.
Tak
Tak
Tak
Ezra mulai menggetuk ikan air tawar yaitu ikan mas yang telah dibakar di atas cobek. Dia akan membuat makanan yang diberi nama sambal tuk tuk. Tadinya Zahra ingin sambal tuk tuk dari ikan teri. Tapi, Ezra tak mengizinkannya. Dia khawatir ada formalin di ikan teri itu.
Sambal tuk tuk pun telah siap. Ezra membawa cobek yang berisi ikan mas bakar yang ditumbuk dengan bumbu bawang merah, cabe rawit dan belimbing wuluh, garam itu ke hadapan Zahra. Tentu saja Ezra menari perut saat menghampiri istrinya itu.
__ADS_1
Hahahaha
Zahra akhirnya tertawa terpingkal-pingkal. Ezra pria matang itu, tubuhnya ternyata lemah gemulai. Bisa berjoget, padahal tubuhnya Ezra itu atletis. Massa ototnya liat dan keras.
"Hubby ...!" Aduh Zahra terkejut, disaat Ezra yang sudah meletakkan cobek berisi sambal tuk tuk itu di atas meja makan, menarik cepat tangan Zahra. Sehingga wanita yang lagi bengong itu terkejut, disaat suaminya itu mengajaknya menari.
Hahaha ..
"Hubby... Hubby... Aku gak bisa menari!" protes Zahra dengan tawanya yang tertahan. Dia sudah lelah tertawa karena aksi kocaknya Ezra.
"Hubby ajari ya sayang..!" ujar pria itu dengan wajah gemulai seperti manusia jadi-jadian yang membuat Zahra kembali tertawa.
Ya ampun, Zahra tidak menyangka kalau pria yang terlihat penuh kewibawaan ini, bisa sekocak ini.
"Hubby sangat bahagia. Terimakasih sudah hadir dalam hidupku sayang..!" ujar Ezra yang kini sudah berlutut di hadapan Zahra dengan menekuk satu kaki kebelakang. Memegang dadanya dengan penuh ketulusan dan menundukkan kepala.
Zahra sungguh terharu dia tidak menyangka pria tua ini, akan seromantis ini. Apalagi kini Ezra memberikan satu tangkai bunga mawar merah kepada Zahra.
"Hubby akan berusaha jadi suami yang is the best. Menyayangimu, melebihi diriku sendiri..!" ujar Ezra penuh penghayatan.
"Iya By, Terima kasih..!" keduanya pun berpelukan. Ezra yang bahagia itu mengangkat tubuh Zahra, mereka berputar-putar, yang membuat Zahra jadi pusing.
"Iya sayang, maaf..!" Keduanya kini malah ambruk di sofa yang ada di ruang mana megah itu. Tentu saja Ezra kini memangku Zahra.
Zahra yah sedikit pusing membenamkan wajahnya di bahu sang suami.
"Masih pusing?" tanya Ezra, mengusap lembut punggungnya Zahra.
"Iya By, tapi gak sepusing tadi." Ujar ya mengangkat wajahnya dan menatap Ezra yang merasa bersalah.
"Maaf, Hubby terlalu semangat!" ujarnya merapikan rambut Zahra yang menutupi sebagian wajahnya. Ya Zahra tak memakai hijab saat ini. Karena memang di ruangan itu tak ada orang lain. Hanya ada mereka beruda saat ini. Semua ART sudah dikurung di kamar masing-masing.
"Apa semua wanita hamil akan merasa pusing dan mual by?" tanyanya lemah, berusaha turun dari pangkuan Ezra. Tapi, pria tak mengizinkannya.
"Gak semua, paling dari 10 wanita hanya satu yang gak alami namanya morning sick." Ujar Ezra menatap lekat Zahra. " Apa adek mulai merasa mual?" tanya Ezra, mereka berpisah selama seminggu lebih dan tadi sore mereka baru bertemu. Dari laporan Bimo selama itu, gak ada laporan yang mengatakan Zahra mual dan muntah.
"Iya, tapi gak sampai muntah-muntah. Hanya merasa mual saja disaat bangun tidur dan itu adek rasakan dua hari terakhir ini." Ujar Zahra dengan lemah. Gara-gara Ezra yang berputar- putar sambil menggendong nya dia jadi pusing. "Berarti bener kata Dokter tadi. Adek pasti akan mengalami morning sick." Ucapnya lemah, kembali pasrah dalam pelukan sang suami.
"Nanti adek minum anti mual ya? jangan khawatir Hubby akan selalu menjaga adek!" ucap Ezra lembut. "Kita makan yuk!" Zahra mengangguk. Ezra mencium keningnya Zahra dan membopong wanita itu menuju meja makan.
__ADS_1
Saat itu juga Bimo muncul di hadapan mereka, masuk dari pintu belakang dengan wajah nelangsa nya.
"Astaghfirullah.... Mengangetkan saja kamu Bimo!" ketus Ezra, dia yang terkejut hampir saja menjatuhkan Zahra dalam gendongannya.
"Kirain gak ada orang Bos." Ujar Bimo, tidak memperdulikan Ezra dan Zahra. Pria itu malah duduk di meja makan. Memperhatikan menu yang menggugah selera di hadapannya.
Ezra mendudukkan sang istri dan dia pun duduk di sebelah istrinya itu.
"Bos, aku boleh ikutan makan?" tangannya dengan wajah memelas, seperti orang kelaparan yang tak makan tiga hari.
Huffftt
Ezra menghela napas kasar. Kenapa pula si Bimo ini jadi mengganggu acara mereka. Tapi, karena melihat wajah sedih dari asistennya itu, membuatnya tak tega mengusirnya.
"Iya Bot, ayo kita makan." Zahra malah menyodorkan piring kepada Bimo. Sikap Zahra itu membuat Ezra merajuk. Kenapa pula jadi si Bimo yang dilayani istrinya itu. Dia gak diberi piring, malah si Bimo yang dapat perlakuan khusus.
"Ambil Pring sama orang lain bisa. Piring sendiri belum ada." Ujar Ezra mengambil piring dan mengambilkan nasinya.
"Kamu jangan ambil itu!" ketus Ezra pada Bimo. Disaat melihat Bimo ingin mengambil lauk ikan mas arsik. "Tunggu Zahra puas makannya, klau ada sisa baru untukmu!" tegas Ezra lagi. Ikan mas arsik itu hanya ada dua Ekor dan dimasak dalam keadaan bulat-bulat tanpa dipotong-potong.
"Haah... maksudnya apa bos?" tanya Bimo bingung, dibolehkan ikut makan, tapi gak dikasih lauknya.
"Enak aja kamu. Ini aku masaknya capek-capek, sampai lupa resepnya dan lihat Yo*tub*. Ini aku masak spesial untuk Zahra. Bukan untukmu! kalau mau, tunggu sisa dari Zahra." Ujar Ezra seperti anak kecil. Mulut dan matanya sudah tak jelas bentuknya yang menatap kesal asistennya itu.
Hahahaha
Zahra kembali tertawa. Kenapa suaminya itu jadi aneh begini. Kayak anak kecil.
"By, ini ikannya besar, ya gak apa-apa berbagi." Zahra mengambil sebagian ikan mas arsik itu dan meletakkannya di piring Bimo. "Gak boleh pelit dan benci seseorang. Mau anaknya kek Bimo!" ujar Zahra, yang membuat Bimo tersentak dengan ucapan Zahra.
"Ra, kamu hamil?" tanya Bimo dengan tak percaya nya.
Zahra mengangguk, menatap sang suami yang terkesima padanya.
"Aby apaan sih?" mentoel pipi Ezra yang sedang bersikap konyol itu.
TBC.
Like, content dan vote say. Akhir pekan kita ada give away pulsa 20 Ribu.
__ADS_1