
Zahra yang mengidam itu pun terlihat semakin menjadi-jadi. Dia tak hanya menginginkan Ezra membungkus rendang jengkol untuknya dan dibawa pulang, dia juga meminta Ezra membungkus mie gomak yang jadi salah satu menu makanan di meja prasmanan itu. Zahra sangat berselera melihat mie gomak yang dicampur dengan cabe rawit bulat itu.
Ezra dengan menebalkan mukanya membungkus sendiri apapun yang diinginkan sang istri. Dia gak memperdulikan lagi, bagaimana tatapan bawahannya kepadanya kini. Dia melakukannya dengan senang hati. Lagian makanan yang dibawa pulang itu kan bayarnya pakai uang dia, bukan uang orang lain. Jadi, untuk apa malu.
Banyak kita jumpai di sebuah pesta. Begitu banyaknya ibu-ibu atau bapak-bapak yang membungkus makanan dengan kresek untuk dibawa pulang. Jadi, Ezra bukan orang pertama yang melakukan itu. Kemungkinan orang mau membungkus makanan dan dibawa pulang ada dua kemungkinan. Satu karena dia suka makanan itu dan kedua, karena dia ingin nyetok makanan di rumah.
Zahra merasa sangat senang sekali. Karena keinginannya dituruti sang suami. Dia tak menyangka Ezra mau membungkus makanan itu untuk nya di hadapan para pegawainya. Zahra jadi terharu, seperti nya Ezra begitu cinta dan sangat menyayanginya. Apapun keinginannya dituruti, sikap menyebalkan dimaklumi sang suami. Ezra selalu menampilkan ekspresi wajah ceria dan semangat di hadapannya.
"Sayang, temeni Hubby kerja ya!" pinta Ezra, disaat mereka kini berjalan menuju ruang kerjanya. Acara perkenalan sang istri pun telah selesai. Di mana banyak sekali decak kagum yang terdengar samar-samar oleh Zahra dari para pegawai sang suami.
"Iya By, bantuin kerja juga aku mau." Jawab Zahra sangat antusias. Dari dulu dia memang pingin sekali melakoni pekerjaan jadi seorang sekretaris.
Ezra yang terkejut mendengar penuturan Zahra menghentikan langkahnya dan menatap datar sang istri. "Hubby gak kekurangan uang, sehingga membuat istrinya jadi seorang sekretaris." Papar Ezra dengan wajah datarnya.
"Yang bilang hubby kekurangan uang siapa? aku kan hanya ingin bekerja di kantoran. Dari dulu aku inginnya memang kerja di kantor an. Memakai baju formal dan selalu terlihat rapi dan cantik." Jawabnya dengan mulut dimanyun-manyunkan. Entah kenapa Zahra gamblang sekali bad mood.
__ADS_1
"Adek gak usah ikut kerja, cari nafkah. Cukup suamimu ini saja yang cari nafkah. Adek Hanya perlu penuhi," Ezra celingak-celinguk melihat sekitar memastikan tak akan ada yang mendengar ucapannya. "Nafkah batin Hubbby saja "
"Iiihhh.... Kirain mau bisikin apa? ujung-ujungnya bahas jamur yang kuncup juga. Dasar...!" cicit Zahra dengan kerasnya tanpa sadar melancarkan aksi cubit perut sixpack nya Ezra. Sehingga Dika yang berjalan sekitar satu meter di belakang mereka, penasaran dengan apa yang dibahas oleh majikannya itu. Koq bahas jamur segala.
"Jamur? jamur kuncup?" ujar Ezra nampak berfikir.
Kwkwkwkwk....
"Istriku memang pandai sekali membuat istilah."
Hahhahah...
"Sebelum memulai bekerja, sebaiknya kita main jamur-jamur an dulu ya sayang!" ujar Ezra cekikikan. Dia jadi ingin mencumbu istrinya itu di siang bolong itu.
"Iihhh... Hubby, aku gak mau aakhh...!" Zahra menolak masuk ke kamar yang ada di ruangan itu. Dia lagi gak mood main jamur-jamuran. Dia terlalu kenyang saat makan tadi.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, hanya memperlihatkan nya saja koq." Rengek Ezra dengan wajah memerahnya. Tangannya dengan cepat menempelkan tangan Zahra ke Adik kecilnya yang sudah tegak mengacung.
"Gak mau ahh..!" Zahra menolak dan menghentakkan tangan Ezra yang menggenggam tangannya.
"Ya Allah sayang, Kuta sudah dua hari tak main jamur-jamur an, sudah gatel ini?" ujar Ezra bergerak seperti cacing kepanasan yang membuat Zahra heran dengan tingkah konyol sang suami.
"Eemmm... Baiklah, tapi permainan kali ini tak gratis. Karena ini sudah di luar jam kerja." Ujar Zahra mengulum senyum, dia merasa ucapannya konyol.
"Waduhhh... Minta imbalan!"
"Iya Dong." Zahra merasa sangat puas hari ini bisa mengerjai sang suami.
"Emang imbalannya apa sayang?" kini kedua tangan kekar itu sudah membelit pinggang ramping sang istri, dan Ezra menarik tubuh istrinya itu, agar lebih menempel padanya. Zahra yang terkejut dengan kelakuan Ezra, menjauhkan wajahnya. Bibir suaminya itu sudah mau nyosor.
"Aku ingin bertemu dengan mantan."
__ADS_1
TBC.
Yuk dukung novel ini, dengan meninggalkan jejak like, coment positip dan vote. Kita akan grazy up mulai besok. Doakan author sehat dan tetap semangat 🙂🤭❤️🙏