AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Istri kedua


__ADS_3

"Mahar saya sanggupi." Kini kedua calon mempelai itu saling pandang. Zahra tetap dengan tatapan kesalnya. Tapi, dalam benaknya dia bertanya - tanya. Kenapa ayah dari musuh bebuyutannya itu menyanggupi mahar gila yang disebutkannya. Padahal mereka hanya menikah siri.


Dia sengaja menyebutkan mahar segila itu. Karena Zahra ingin mempermalukan pria itu, jelas saja pria itu akan malu. Apabila Ezra tidak menyanggupi mahar yang dimintanya. Pria itu yang sok jadi pahlawan kesiangan menawarkan diri untuk menikahinya. Zahra saja masih heran, kenapa Ezra bisa berada di rumahnya.


Ezra memaklumi permintaan maharnya Zahra. Wajar wanita itu meminta hal gila itu, karena martabat serta harga dirinya sudah hancur, gara-gara ulah putrinya. Harta yang berlimpah, belum tentu bisa memperbaiki nama yang sudah tercemar.


"Astaga... Koq Pak Ezra mau menikahi Zahra yang kotor. Maharnya juga gila." Ketus seorang ibu-ibu tanpa sadar. Dia sangat tercengang dengan Ezra yang menyanggupi permintaan Zahra.


Ezra memutus tatapannya dari calon istrinya itu. Karena terusik dengan ucapan para warga. Dan kini pandangannya beralih ke kerumunan warga yang jaraknya hanya dua meter darinya.


"Jangan tergesa-gesa atau terburu-buru dalam menilai atau menyempulkan sesuatu. Apalagi hal itu menyangkut orang. Saya sarankan jika anda-anda mendengar sesuatu maka dengarkanlah hingga menjadi paham, dan juga jika melihat sesuatu maka lihatlah hingga yang terlihat itu benar-benar jelas. Jangan dikira berprasangka itu tidak berbahaya. Prasangka anda-anda semua, hampir saja menghancurkan hidup seseorang." Ucapan tegasnya Ezra membuat para warga terdiam. Selain kalimat yang diucapkan pria itu mengena ke hati. Sosok Ezra yang baik dan dermawan juga bisa mensugesti pikiran para warga.


Masyarakat yang merasa bersalah atas tindakan penghakimannya pada keluarga Zahra, akhirnya meninggalkan rumahnya Zahra satu persatu. Dan kini hanya menyisakan. Zahra, nenek, Ezra, Bimo, Bu Rose, Pak Kepala lingkungan, penghulu, dua orang saksi dan beberapa orang tokoh masyarakat.


Bu Rose ingin menentang pernikahan itu, karena. Zahra masih berstatus siswi. Tapi, kalau dia angkat bicara. Bisa saja masalah makin runyam. Lagian yang menikahi Zahra adalah orang kaya. Orang kaya biasanya bisa mengatur semuanya. Termasuk kelanjutan pendidikannya Zahra.


"Bu, kenapa ibu bisa datang bersama ayahnya Rara?" tanya Zahra sedih bercampur bingung, menatap lekat Bu Rose. Kini mereka sedang berada di kamar. Bu Rose membantu dan menemani Zahra berganti pakaian yang g lebih sopan. Membantu Zahra memakai hijab. Karena pak penghulu ingin kedua pengantin harus rapi.


"Ferdy datang ke rumah semalam. Menceritakan kembali apa yang kamu alami. Dia juga membawa bukti berupa rekaman cctv yang ada di hotel, tepatnya di lorong kamar hotel mereka."

__ADS_1


"Hotel mereka?" tanya Zahra semakin bingungnya.


"Iya Zahra, Hotel tempat diadakannya pesta perpisahan Rara itu, Hotelnya Orang tua Ferdy." Zahra pun terdiam mendengar penuturan Bu Rose. Ferdy tidak jujur padanya selama ini. Dan sekarang Ferdy tiba-tiba menghilang dari kehidupannya. Pria itu sempat berjanji, setelah pulang sekolah, datang lagi ke rumahnya. Tapi, kini sudah pukul delapan malam, pria yang disukainya itu tak kunjung datang


Coba seandainya Ferdy yang datang, dan mengajaknya menikah. Dia akan senang dan bahagia. Walau menikah muda bukanlah cita-citanya. Tapi, karena terpaksa, disebabkan desakan warga.


"Tadi pagi, ibu sebenarnya ingin mengajak Ferdy ke rumah kalian. Membantumu, bersih dari fitnah itu. Tapi, Ferdy hari ini gak masuk sekolah. Bahkan Nomor handpone nya gak aktif sampai sekarang." Penjelasan Bu Rose, membuat Zahra semakin tidak tenang. Ada apa dengan Ferdy?


"Makanya ibu beranikan diri menghubungi orang tuanya Rara. Dan syukur Alhamdulillah, orang tuanya Rara mau diajak kerja sama


Beliau dengan cepat datang ke kampung ini dan sekarang malah menikahimu Zahra. Ibu senang sekali, kamu dapat jodoh konglomerat


Gak apa-apa dapat duda sayang, yang penting baik dan kaya. Ibu jadi senang, kamu pasti akan bahagia." Raut wajah Bu Rose terlihat begitu berbinar-binar. Sosok Bu Rose saat ini, dianggap Zahra sebagai pengganti Ibunya, yang tak ada kabar. Bahkan sang ibu sepertinya tidak melakukan panggilan balik pada Bu Bidan.


Yang dia tahu, Ezra adalah seorang Duda.


"Sudah kamu jangan sedih lagi. Inilah hikmah dari masalah pelik yang kamu alami. Akhirnya kamu dinikahi orang kaya Zahra." Bu Rose merangkum wajah setresnya Zahra dengan mata yang berkaca-kaca. Bu Rose merasa terharu, akan jalan takdirnya Zahra.


"Ayo, acara akad nikahnya akan dimulai." Zahra masih syok, dengan apa yang terjadi saat ini. Dia merasa kejadian hari ini seperti mimpi saja. Makanya wanita itu lebih banyak diam.

__ADS_1


Zahra pun keluar dari kamar dengan gamis polos warna maroon bahan ceruty. Di kepala terlampir pasmina yang dihiasi swaroski. Ezra sempat terbengong melihat Zahra. Karena dia merasa wajah gadis yang dinikahinya ini, sangat mirip dengan istrinya. Tapi, dengan cepat dia menepis pikiran itu. Tak mungkin istrinya itu punya hubungan dengan gadis malang ini. Wajah orang mirip itu biasa. Bahkan ada yang mengatakan kita punya tujuh kembaran di dunia ini.


Pada penghulu dan sang nenek, Ezra mengaku baru saja menikah. Dan Zahra saat ini akan jadi istri kedua pria itu. Tapi anehnya, tak ada yang membahas istri pertama nya Ezra lebih detail. Disaat Ezra mengatakan dia punya istri. Yang lebih dibahas oleh penghulu adalah, maharnya Zahra. Sehingga Bimo pun dibuat capek menyiapkan berkas, pemindahan kepemilikan perusahaan tambang emas miliknya Ezra kepada Zahra, tentu saja pengalihan kepemilikan itu, sudah ditulis hitam diatas putih bermaterai.


"Assalamualaikum warahmatullahi... Malam ini akan diadakan pernikahan siri antara Pak Ezra Assegaf dan Halwatuzahra. Perlu kamu ketahui anakku Zahra, bahwa kamu nantinya berstatus jadi istri kedua."


apa..? Zahra bermonolog, dia yang sedang duduk menunduk di belakang Ezra, mengangkat wajahnya dengan cepat saking terkejutnya. Setahu dia, Ezra itu seorang duda. Tapi, kini pak penghulu mengatakan pria ini sudah beristri.


Zahra sempat ragu untuk melanjutkan pernikahan ini. Tapi, mengingat sakit hati yang dirasakannya, atas perbuatan Rara dan sang ayah, dia harus maju. Sakit hati harus dibalas.


"Baiklah, kita mulai saja acara akad nikahnya. Semoga apa yang saya sampaikan tadi, bisa diamalkan dan dilaksanakan kedua mempelai. Pak Ezra sudah siap?"


"Siap Pak!" Zahra hanya pasrah menatap punggung Ezra yang bergoyang. Saat pria di hadapannya menyambut uluran tangan pak penghulu.


Dia tidak pernah membayangkan akan dinikahi oleh pria yang ternyata sudah beristri. Ditambah anak dari pria yang menikahinya adalah musuh bebuyutannya. Dia tidak akan memusingkan statusnya yang akan jadi madu seseorang. Yang jadi misinya saat ini adalah membuat pria ini hancur.


Zahra sedikit senang dalam hatinya. Sepertinya menghancurkan pria ini cukup mudah. Tinggal hasut saja istri sahnya. Dan kuras hartanya? tapi, Zahra ragu dengan ide yang tiba-tiba muncul dibenaknya itu. Apa semudah itu menghancurkan pria ini.


"SAH ...!" Zahra yang larut dalam pikirannya, tidak menyadari kalau ijab kabul telah selesai. Dia pun terkejut dengan kata Sah yang diucapkan dengan lantang oleh kedua saksi.

__ADS_1


TBC.


Like content vote say


__ADS_2