
Saat Ezra mengenalkan Zahra kepada semua karyawannya. Tentu saja ekspresi wajah yang tercengang yang terlihat jelas di wajah semua orang di ruangan itu. Terutama kaum hawa yang kagum dan tercengang melihat kecantikan wajah Zahra yang alami. Kaum Hawa saja terus menatap ke arah Zahra yang kini terlihat kikuk dengan senyum manisnya. Apalagi kaum Adam.
Banyak tanda tanya di hati para karyawan terkait Zahra yang jadi istrinya Ezra. Karena, sebagian karyawan tahu, kalau Ezra sudah menikah dengan wanita bernama Anin. Seorang koki di rumah bos mereka itu. Katanya Anin wanita dewasa yang berusia sekitaran 30 an. Tapi, ini yang dikenalkan bos nya itu anak belia yang namanya tak sama dengan nama yang mereka ketahui.
Seandainya bukan Ezra yang bicara di podium, mungkin semua karyawan wanita dan sebagian pria akan saling bisik, satu sama lain. Menanyakan hal yang mengganjal di hati mereka. Tapi, karena Bos Ezra yang berbicara. Semuanya harus menahan rasa penasaran mereka terkait, siapa sebenarnya sosok istrinya Ezra. Karena Ezra hanya menyebutkan nama sang istri. Tak ada penjelasan lainnya mengenai biografi istrinya itu.
"Bos, sebaiknya kita makan siang bareng semua karyawan di ruangan ini!" bisik Dika kepada Ezra. Kini Ezra sudah selesai memperkenalkan Zahra dan mereka sudah duduk kembali.
Ezra menatap heran Dika. Kenapa anak buahnya itu tak mengizinkannya makan siang di luar. Tapi, Pria itu tak mau berdebat. Dia yakin Dika pasti tahu yang terbaik. Ezra pun akhirnya mengangguk dan kemudian berbisik kepada Zahra. Bahwa mereka makan siang bareng semua karyawan saja di ruangan ini.
Zahra tersenyum tipis menanggapi ucapan sang suami. Buat dia mau makan di manapun tak masalah. Dia juga ingin berbaur dengan para karyawan suaminya itu.
Dika bangkit dari duduknya, dan langsung memberi arahan. Bahwa makan siang kali ini, semuanya di traktir oleh perusahaan. Tentu saja tepuk tangan sorak riang gembira memenuhi ruangan itu.
Dalam sekejap makanan ala prasmanan pun telah tersaji, seperti nya Dika sudah menyiapkan semuanya. Dan musik pun telah diperdengarkan.
Sebagai orang paling penting di ruangan itu tentu saja Ezra dan Zahra selaku pasangan pengantin baru yang dipersilahkan terlebih dahulu mengambil makanan.
Ezra mengulurkan tangannya kepada sang istri. Dengan perasaan yang masih nervous karena terus jadi bahan tatapan orang-orang, Zahra meraih tangan sang suami. Ezra menggandeng istrinya itu menuju meja prasmanan yang diiringi oleh lagu kesukaan Ezra yaitu lagu lawas yang berjudul Simpony yang indah.
Suasana di ruangan itu mendadak jadi romantis. Apalagi sikap Ezra begitu perhatian pada Zahra.
__ADS_1
"Yakin mau makan rendang jengkol?" ujar Ezra pelan kepada Zahra yang kini tengah mengambil menu rendang jengkol.
Zahra melirik sang suami yang ada di sebelah kirinya masih dengan ekspresi wajah ramahnya. Karena Zahra tak mau dicap para pegawai Ezra wanita si muka kusut dan muram.
"Iya By, aku suka rendang jengkol. Aku suka jengkol. Ini makanan favorit aku!" ucapnya tegas masih dengan ekspresi wajah yang ramah. "Sudah lama pingin makan ini. Tadinya sih kalau kita jadi makan di luar, adek ingin kita cari restauran atau rumah makan yang ada menu olahan jengkolnya." Jelas Zahra dengan sangat antusias. Dia memang ngidam rendang jengkol.
"Hubby gak suka makan jengkol?"
"Suka, suukkka sekali. Apa yang kamu suka, pasti Hubby suka juga." Ujar Ezra dengan intonasi berat, tapi wajahnya dipaksakan ikhlas. Tangannya bergerak mengambil spatula di atas wadah rendang jengkol. Dan Ezra menyendok banyak rendang jengkol ke piringnya.
Auto, mata para karyawan kini tertuju kepada Zahra dan Ezra yang ternyata menaruh menu rendang jengkol itu di piringnya. Ezra sebenarnya tak suka makan jengkol, karena makanan itu bisa buat mulut bauk serta kotoran juga nauzubillah aromanya sangat menyengat ditambah kalau terlalu banyak di makan, bikin perut mules. Tapi, karena sang isteri terlihat menyukainya makanan itu, jadilah Ezra ikut-ikutan. Dia lakukan itu, sebagai tanda kalau dia dan sang istri punya makanan kesukaan yang sama.
Hahhahaha
Ezra yang tidak tenang karena keberadaan jengkol di salah satu menu makanan mereka. Akhirnya mencari dengan cepat informasi terkait khasiat makan jengkol untuk wanita hamil di Mbah goog le. Pria itu pun akhirnya bisa menghela napas legah setelah membaca khasiat makan jengkol untuk ibu hamil. Tak membahayakan asalkan jangan makan dengan berlebihan, malahan bagus karena jengkol mengandung zat besi, kalsium bahkan serat yang bagus untuk pencernaan.
Hanya saja serat yang dihasilkan jengkol ini cukup berbahaya dan nama serat yang cukup berbahaya itu adalah asam jengkolat. Zat berbahaya ini dapat mengakibatkan keracunan jika menumpuk pada ginjal yang akan membentuk kristal tajam, sehingga kelamaan bisa merobek dinding saluran kemih.
Zahra terlihat lahap makannya karena ada menu rendang jengkolnya. Begitu juga dengan Ezra yang ikut-ikutan lahap makan siang ini. Bahkan mereka berdua sampai tambah-tambah. Tentu saja, Ezra selalu mencuri rendang jengkol Zahra dari piring nya. Karena, Ezra tak mau Zahra makan jengkol yang berlebihan.
Tingkah Ezra yang selalu mencomot rendang jengkol miliknya Zahra, sangat menarik perhatian para pegawainya. Sehingga tingkah Zahra dan Ezra tak lepas dari pengawasan mata orang di ruangan itu.
__ADS_1
"By, ini jenis jengkol yang gak buat Bauk mulut loh?" ujar Zahra di sela-sela makannya. Dari tadi dia fokus menikmati makanannya. Tapi, di suapan terakhir dia berkomentar juga prihal jengkol.
"Emang ada jenis jengkol yang gak bauk sayang?" tanya Ezra, penasaran dengan jenis jengkol yang tak bauk jikalau dimakan. Setahu dia semua jengkol itu baunya menyengat. Makanya di agama hukum memakan jengkol makruh jika dimakan hendak sholat berjamaah di mesjid.
"Ada By, ini dia jengkolnya gak bauk. Dari rendangnya aja bisa tercium By, jengkolnya ini gak menyengat. Di kampung di belakang rumah ada jengkol kami yang gak baik jika di makan." Ujar Zahra panjang lebar. Ezra memperhatikan lekat Zahra yang bercerita. Bisa dilihat kalau istri nya seperti kangen dengan kampungnya.
"Oohhh... begitu, Hubby baru tahu, ada jenis jengkol yang gak bauk di makan. Hubby tahunya jengkol punya aroma yang khas dan sangat menyengat." Papar Ezra memperhatikan rendang jengkol yang ada di atas piringnya. Memang jengkol yang mereka makan ini sangat enak.
Ezra jadi ada keinginan mengajak Zahra pulang kampung dan panen jengkol di belakang rumahnya Zahra.
"By ... Bungkusin rendang jengkolnya dong! bawa ke rumah." Rengek Zahra, merasa belum puas makan rendang jengkol, karena Ezra membatasinya hanya tiga Keling boleh di makan istrinya itu.
"Masih mau makan rendang jengkol lagi nanti malam?" tanya Ezra. Zahra mengangguk pelan dengan wajah bersinar-sinar. Dia merasa bahagia sekali karena telah makan rendang jengkol.
"Sebentar Hubby perintahkan dulu pelayan membungkusnya." Ezra memberi kode kepada pelayan dengan tangannya.
"Gak mau kalau pelayan yang membungkusnya. Harus Hubby yang membungkusnya untukku!" rengek Zahra dengan wajah nya yang mendadak jadi masam, dia inginnya sang suami yang membungkus rendang jengkol itu.
"Apa...?"
Gawat .. Hoyang kaya bungkus makanan.ðŸ¤ðŸ˜€ Di bawa pulang lagi. 😂
__ADS_1
TBC