
Zahra menarik cepat tangannya dari benda tegang dan keras di antara paha sang suami. Tapi, suaminya itu langsung menangkap tangan istrinya itu lagi.
"IIIhh... Mesum!" Zahra melotot, berontak agar tangannya yang digenggam sang suami lepas.
"Mesum sama istri sendiri itu mendatangkan pahala sayang. Jangan galak-galak napa?" mengecup lembut jemari sang istri yang membuat Zahra tersipu malu. Dasar suaminya itu pandai sekali membuat Zahra klepek-kleoek. Zahra tidak menyangka suaminya itu sangat omes.
"Iya sih, tapi adek malu." Zahra masih tersipu malu. Zahra memang merasa risih, kalau membahas hal-hal ke arah itu. Karena di lingkungan keluarganya, membahas-bahas hal seperti itu sangat tabu. Semua punya aturan.
Ezra menatap lekat sang istri yang sedang bicara. Pria itu merasa sangat beruntung bisa menikah dengan Zahra. Istri simpanannya itu punya karakter yang baik.
"Iya sayang, lain kali abang gak bersikap seperti itu lagi." Keduanya pun tersenyum tipis.
"Sebentar ya, kita hubungi Dika dulu." Zahra mengangguk, Ezra pun melakukan panggilan pada Dika, meminta mengurus semua administrasi, agar istrinya itu keluar dari rumah sakit ini.
Tak butuh waktu lama, perawat pun datang. Selang infus dilepas dari tangan Zahra. Perawat juga memberikan obat untuk di minum di rumah.
__ADS_1
Para suster sebenarnya heran, tapi mereka gak mau banyak tanya. Masak pasien hanya dirawat setengah hari.
"Eeemmmm... Kita kenapa lewat dari sini bang? bukannya kita mau pulang ke rumah?" Zahra memperhatikan lekat jalan yang mereka lewati. Saat ini mereka sedang melintas ke arah Vila. Kenapa ke Vila lagi?
"Kita ke vila saja ya sayang. Kalau kita pulang ke rumah, nenek pasti banyak pertanyaan. Abang gak mau nenek tahu, apa musibah yang kita alami. Biarlah saat ini nenek tahunya kita sedang bulan madu."
"UHuuk...uhukkk...!" zahra tersedak, dia memang sedang minum saat ini. Dokter menyarankan dia agar banyak minum tadi saat di rumah sakit.
"Pelan-pelan minumnya!" Ezra menepuk pelan punggung sang istri. Ezra terlihat sangat mengkhawatirkan sang istri.
"Abang tak mau ada yang mengganggu kita." Merapikan anak rambut sang istri yang menutupi sebagian wajah cantiknya Zahra. Suara pria itu terdengar penuh harap. Bulu roma Zahra jadi merinding, apalagi saat ini suaminya itu masih setiap menatapnya sendu, tangan nakal pria itu juga, masih mengusap -usap kepalanya. Terlihat Ezra begitu memuja sang istri.
Melihat bahasa tubuh sang istri yang tegang. Ezra pun menghentikan aksinya membelai kepala sang istri. Dia membenarkan posisi duduknya, tegak menatap lurus ke depan. Kemudian pria itu menghela napas dalam. Ezra harus ekstra sabar pada istrinya itu. Dia senang, jika sang istri bermanja-manja padanya. Tapi, lihatlah istrinya itu terlihat enggan mengekspresikan apa yang diinginkannya. PAdahal Zahra juga sebenarnya suka dimanja dan bermanja.
"Untuk sementara adek belajar di rumah, Home scholing. Pihak sekolah sudah memberi izin. Dan saat tiba ujian nasional nanti, adek baru ke sekolah." Ezra sangat mengkhawtirkan sang istri. Dalang dalam penculikannya sudah tertangkap. Dan hasil penyelidikannya adalah atas suruhan Rara. Tak mungkin Ezra menangkap anaknya sendiri. Ezra curiga, dalang dibalik musibah itu, bukanlah Rara. Tapi, sang mantan istri. Agar sang istri bebas dari jeratan hukum, Rara lah yang dibuat sebagai otak dari penculikan itu.
__ADS_1
Itu semua sudah dibahas oleh Ezra dan Dika. Terkait laporan dari Bimo, saat mereka di rumah sakit. Saat ini nyawa sang istri sedang terancam. Ezra tidak akan tinggal diam, dia akan mencari bukti yang kuat, atas kecurigaannya pada Rani sang mantan istri.
"KOq seperti itu bang?" tanya Zahra dengan bingungnya.
"Napa? gak mau home schooling di rumah bareng suami sendiri? MAsih mau tebar pesona sama anak ingusan itu? ingat kita sudah menikah. Jangan pernah memikirkan dia lagi. Lagian apa hebatnya anak itu, gantengan juga abang."
MUlut Zahra membulat mendengar ucapan narsis sang suami.
"Dia daun muda, kalau bapak kan sudah keropos, pak tua!" hahahaha.... Zahra tertawa, dia senang melihat ekspresi wajah Ezra yang kesal itu.
"Dasar istri gak sopan." Ezra menggeleng lemah.
"Abang yang akan jadi tutormu.. Hahhaha... abang akan ajari kamu, cara bikin anak yang ok!"
"APA.... Home schooling, dan bahasannya itu saja pak?"
__ADS_1
EEEMmm