
Zahra terlihat sangat tegang. Kalau dia beneran hamil, mungkinkah dia bisa melakoni peran jadi ibu?
"Aawww...!" ujar Zahra kaget, tubuhnya bahkan terangkat saking kagetnya. Zahra sedang merenung. Dan disaat perawat mengoleskan gel ke perutnya. Dia tersentak kaget, karena merasakan hawa dingin dari gel itu.
"Kamu kenapa sayang?" Ezra dibuat panik dengan Zahra yang terkejut itu. Pria itu berdiri dan menatap lekat Zahra.
"Gak apa-apa." Ucapnya lemah.
"Adek terkejut ya?" ujar dokter dengan ramahnya. Tangannya yang memegang transduser terlihat bergerak ke berbagai arah. Sambil mengambil foto dari hasil yang diperoleh.
Ezra yang melihat layar monitor dibuat tercengang dengan mata yang berbinar-binar. Dia bisa tahu hasil tangkapan di layar itu. Istrinya itu hamil.
Ya Allah .. Terima kasih. Ucapnya dalam hati. Sangat bersyukur, karena Zahra hamil.
"Gimana Dok?" tanya Zahra dengan takutnya. Dari tadi dokter itu hanya diam. Sepertinya dokter itu terlalu serius memeriksa kandungan Zahra. Biasanya juga dokter itu banyak bicara saat memeriksa pasiennya.
Ditambah Dokter itu mengira, Zahra memang sudah mengetahui kehamilannya. Jadi datang ke tempatnya hanya untuk periksa saja.
"Eemm kandungan adek bagus."
"APA.... Aku beneran hamil?" teriak Zahra, yang membuat dokter terkejut. Dokter bahkan menghentikan kegiatannya memeriksa keadaan janin dalam rahimnya Zahra.
"Huhuhu., Gimana ini? koq bisa hamil sih?" ujarnya dengan berderai air mata.
Dokter langsung menoleh kepada Ezra yang terlihat sedih sekarang. Kenapa istrinya itu malah sedih. Padahal dia sangat bahagia hari ini.
"Eemm .. Ya biasalah sayang, kan sudah lakuin itu. Mencetak anak!" ujar Dokter tertawa kecil, sang dokter mau ngebanyol.
"Kirain, gak hamil karena masih muda." Ujar Zahra lemas. Mau gimana lagi. Ya sudahlah Terima takdir. Mungkin sudah nasibnya seperti itu. Mengikuti jejak sang ibu yang jadi mama muda.
__ADS_1
"Usia kandungan adek sudah masuk lima minggu."
"Lima Minggu, koq bisa. Kami aja nikah baru sebulan itupun masih kurang tiga hari lagi dok!" ujar Zahra heran.
Dokter dan Ezra tersenyum melihat kepanikan Zahra.
Ezra sudah banyak tahu tentang kehamilan. Karena saat Rani mengandung putrinya Rara. Dia juga sudah seperti ini, jadi suami siap siaga.
"Coba adek lihat monitor yang ada di hadapan adek." Bu Dokter menunjuk monitor yang menempel di dinding tepat di hadapan Zahra.
Zahra baru sadar, ternyata ada monitor di depan matanya. Tadi dia gak fokus.
"Itu embrionya sayang. Anak kita!" Ujar Ezra yang ikut melihat ke layar, yang ditunjuk oleh dokter.
Zahra memperhatikan raut wajah Ezra yang berbinar-binar itu. Suaminya itu terlihat begitu bahagia. Dia juga harusnya ikut bahagia.
"Usia kehamilan dihitung sejak HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) dek. Jadi usia kehamilan adek saat ini 5 minggu dengan asumsi siklus menstruasi Adek 28-35 hari." Jelas Dokter lembut. Alat transduser terus saja digerakkan ke perut bagian bawah nya Zahra.
" Wah masih sangat kecil ya, Dok." Ujar Ezra dengan semangat dan bahagianya." Matanya tak lepas dari layar itu.
"Iya pak, walau masih sebiji wijen. Sudah banyak organ vital yang mulai berkembang, seperti otak, jaringan saraf, hingga tulang belakang." Jelas dokter itu lagi.
Ezra semakin antusias. Ingin rasanya menghujani wajah bingung nya Zahra dengan ciuman hangat.
"Iya pak, kandungan adek sangat sehat dan bagus. Air ketuban juga cukup." Ujar Dokter menyudahi pemeriksaannya.
Perawat langsung membersihkan bekas gel diperut Zahra.
"Biar aku yang membersihkannya." Ezra mengambil alih tugas perawat. Setelah gel bersih dari perut Zahra. Pria itu merapikan bajunya Zahra. Dan langsung mencium kening istrinya itu dengan durasi yang lama, yang membuat Zahra jadi risih.
__ADS_1
"Iihhh Hubby..!" Zahra mendorong kuat dada sang suami. Ezra pun akhirnya terpaksa menyudahi penyaluran kasih sayangnya itu.
Air muka Zahra merona sekali, karena malu dengan kelakuan sang suami. Zahra tak terbiasa memamerkan kemesraan. Itu masih tabu buatnya
"Eemmm.. Pak Ezra seperti dapat batangan emas saja ya? bahagia sekali tahu istrinya hamil." Ujar Dokter mempersilahkan Pasangan suami istri itu untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya, yang dibatasi oleh meja.
"Aduuhh Bu Adel, emas mah banyak di perusahaan." Ujar Ezra tertawa kecil.
"Oohh iya, aku lupa kalau bapak pengusaha tambang emas." Ujar Dokter, mulai menulis hasil USG dan resep dokter.
"Eemmm... Nanti deh Bu Adel, kita bagi-bagi emas batangan. Kalau anak kami sudah lahir." Mengelus lembut perut Zahra. Yang membuat Zahra kembali salah tingkah. Dia gak biasa diperlakukan mesra seperti itu, didepan orang lain.
"Bener loh pak!" tantang Bu Adel.
"Bener banget!" jelas Ezra, meraih kertas hasil pemeriksaan Dokter itu. "Dok, vitaminnya ditebus disini saja." Ezra gak mau repot-repot lagi ke apotik.
"Bisa pak!" Ujar Dokter memberi kode pada perawat menyiapkan vitamin dan obat untuk Zahra.
"Dek, kamu perlu tahu, hamil di usia muda sebenarnya kurang bagus. Karena rahim belum sepenuhnya siap mengalami proses kehamilan." Ucapan Dokter membuat Zahra ketar ketir. Dia bahkan sudah pucat menatap sang suami.
"Saya harus mengatakan ini. Agar sang ibu harus siap mental. Walau sebenarnya semua wanita punya kondisi kesehatan yang berbeda. Wanita itu bagus nya hamil di usia 21-35 tahun. Usia 18 tahun masih merupakan usia pertumbuhan. Rebutan nutrisi dengan janin pun biasanya terjadi sehingga bayi atau sang ibu cenderung akan kekurangan nutrisi. Jadi pak Ezra harus memperhatikan keadaan istrinya dengan baik." Dokter mengatakan apa yang dia pelajari. Dia harus mengatakan ini, agar pasangan suami istri lebih waspada.
"Iya dok!" jawab Ezra antusias. Dia tak mau memusingkan teori dokter itu. Yang penting pola hidup sehat diterapkan. Penuhi gizi istri dan anak. Toh zaman dulu, banyak wanita yang hamil muda. Bahkan neneknya Ezra, kawin diusia 15 tahun.
"Semangat.... Semangat..!" Ujar Ezra pada Zahra yang terlihat ketakutan mendengar penjelasan Dokter.
"Iya Dek, Semangat..... Jangan terlalu dipikirkan. Itu hanya teori. Intinya kita harus banyak berdoa pada NYA " Dokter ikut-ikutan semangat, sehingga kini Zahra tersenyum tipis.
TBC.
__ADS_1
Like coment vote. Raih give away pulsa 20 RB🙂