AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Ada batas


__ADS_3

Hiyyyaakkkk...


Kaki Zahra melayang menyerang wajah Ezra. Dan akhirnya Ezra terpaksa melepas kedua tangan Zahra, agar bisa menangkis tendangan maut itu.


Ezra sukses menghadang tendangan kuat kaki Zahra dengan tangannya dan kakinya dengan cepat menendang kaki Zahra yang hanya sisa satu sebagai penopang tubuhnya.


Zahra hendak terjatuh, karena kakinya diserang Ezra. Dan dengan cepat dia salto ke belakang. Bangkit dengan gerakan kilat, menyeimbangkan tubuhnya dan merapikan lingerie nya yang hampir lepas bagian luarnya. Aksi salto Zahra bener-benar membuatnya terlihat semakin seksi saja.


Atraksi Zahra membuat Ezra terpana, saat luaran lingerie Zahra melorot dari tubuhnya. Tapi, pria itu tidak menampakkan dirinya yang terhipnotis, oleh eloknya tubuh sintalnya Zahra.


Jangan tanya saat ini bagian intinya Ezra sudah menegang, karena pakaian Zahra yang sexy, juga sikap Zahra yang menantang. Keduanya saling tatap, mawas diri dari serangan lawan, mengepalkan kedua tangan, mengambil ancang-ancang untuk menyerang. Dalam hati, Ezra kembali bersorak riang gembira. Wajahnya Zahra yang merona karena emosi itu, sangat menggelitik hatinya. Seumur hidupnya, baru kali ini dia merasakan hidup penuh warna. Adrenalin pria itu, bener-bener terpacu dengan tingkah labilnya Zahra.


Zahra yang dendam itu mulai menyerang dengan melayangkan satu tinjunya. Ezra kembali mengelak dan menendang kaki Zahra. Wanita itu kembali hendak terjatuh. Tapi, Ezra menangkap tubuh istrinya itu. Sehingga kini dia memeluk sang istri dari belakang. Menekan kuat tangannya ke buah kembar yang kenyal dan terasa hangat itu. Mana tega dia melihat sang istri terjatuh dan merasakan sakit. Sekalian saja, menyentuh gunung kembarnya sang istri. Sekalian saja dia menyelam sambil minum air. Gimana dia gak pingin n


Hihihi....


Ezra tertawa keras dalam hati, senyam-senyum dibelakang Zahra.


Kiyutt....


Zahra menyikut Ezra tepat di ulu hatinya dengan kuat. Dan pelukan itu pun lepas. Tapi, Ezra sempat menarik luaran lingerie warna merah itu. Sehingga kini yang menempel di tubuh Zahra hanya dres tipis, bra dan gestring. Istrinya itu memang sangat menggoda, yang membuat miliknya Ezra yang menegang dari tadi, semakin berontak.


Ezra tidak menyangka Zahra serius dalam perkelahian ini. Seketika senyum menyeringai nya itu pun luntur. Karena serangan Zahra kali ini cukup kuat dan terasa sakit di dadanya.


Zahra hendak menyerangnya Kembali. Tapi, Ezra sepertinya tak ingin bertarung lagi. Dia tidak mau istrinya itu lelah. Ezra melarikan diri. Dan anehnya Zahra mengejarnya. Mereka pun kejar-kejaran, mengitari tempat tidur. Kelambu yang menggantung di ranjang itu, sudah acak Adul, karena ulah pasangan suami-istri itu.

__ADS_1


Zahra kesal dalam hati, sepertinya Ezra ingin main - main dengannya. Emosinya tersulut. Wanita itu melompat ke atas tempat tidur, guna lebih cepat menghadang Ezra. Benar saja, wanita itu bisa menyerang Ezra dari atas tempat tidur. Dan satu tendangan mendarat di wajah Ezra dan dengan kakinya dia menekan tubuh Ezra, sehingga menunduk di hadapannya. Zahra masih berdiri di atas ranjang. Dengan satu kaki, menekan bahu Ezra. Dia yang emosi, tidak memperdulikan lagi penampilannya yang sexy itu.


Zahra merasa puas, karena bisa menyerang Ezra. Dia merasa euforia sekali. Dan terlena sesaat melihat Ezra seperti menyembahnya, tunduk di hadapannya. Sedangkan Ezra merasa bersyukur sekali dalam posisi itu. Dia bisa mencuri-curi pandang menikmati mulusnya paha dalam istrinya itu, bahkan sel**ang kangannya terekspos indah.


Ini baru awal. Gumam Zahra dalam hati. Wanita yang sok merasa jago itu, tak tahu kalau Ezra pura-pura mengalah.


Dan


Aawwwoouuuww...


Zahra berteriak...


Kaki wanita itu di tarik cepat oleh Ezra, sehingga tubuh sexy dan menggoda terjatuh ke ranjang empuk itu, dan dalam satu kali gerakan. Ezra sudah berada di atas tubuh sang istri. Mengunci tubuh wangi dan sangat menggoda itu, dengan menautkan tangan keduanya. Memposisikan tangan yang bertaut itu ke atas dan menekan kuat, sehingga Zahra tidak bisa menggerakkan tangannya.


Keduanya beradu pandang, tentu saja Zahra menatap tajam sang suami. Sedangkan Ezra menatap Zahra penuh dengan kekaguman dan rasa penasarannya.


Mata jalangnya Ezra kini turun ke bagian dada, melotot sempurna melihat belahan gunung kembar yang montok dan menyembul itu.


"Lepas,. Lepaskan..!"


Zahra berontak kesal bukan main, karena dia tak suka ditatap penuh nafsu oleh sang suami, apalagi suaminya itu menimpa tubuh gadis belia itu dengan kuat. Menekan tubuhnya ke tubuh sang istri. Merasakan benda kenyal yang ditutupi benda tipis itu, menempel di dada bidangnya.


"Lepas....!" Yang bisa dilakukan Zahra saat ini, hanya berontak dengan menggerakkan kakinya.


Ezra benar-benar terangsang sejak melihat Zahra dengan baju dinas malamnya. Dia yang tak tahan, sudah menciumi bagian pertengahan leher Zahra dengan beringas, Karena Ezra yakin, jika dia ingin mencium bibir wanita itu, itu tidak akan berhasil. Makanya pria itu mengeksplor bagian leher dan dada.

__ADS_1


"Lepaskan... Stop ... tanganku sakit.,!" teriak Zahra dengan nada bicara memelas penuh penekanan. Suara gadis itu terdengar menyedihkan. Ezra tidak tega mendengar, rintihan sang istri.


.


Ezra yang terpengaruh itu menghentikan aksinya, dia melonggarkan sedikit tubuhnya dari Zahra.


"Aaaoooowww..."


Kini Ezra yang mengadu kesakitan, saat dia lengah. Zahra menendang bakso kembar dan pisang molennya.


Ezra menjauh dari tubuh Zahra, terduduk bersandar di tiang ranjang, sambil menikmati sakitnya benda pusakanya yang kena tendang.


Sakit, sangat sakit. Rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuhnya dan bermuara di ubun-ubun.


Zahra yang merasa takut itu, cepat menjauh dari Ezra. Turun dari ranjang dan meraih bantal untuk menutupi bagian dadanya.


"Zahra... apa yang kamu lakukan!" Ezra tak bisa hanya menikmati rasa sakit. Dia mengeluarkan miliknya yang kena tendang itu di hadapan sang istri. Pria itu ingin memastikan aset berharganya itu, apa masih baik-baik saja atau tidak.


Aoooweoo..


"Tutup.... Masukkan lagi ke dalam sarangnya.... Iiihhh.... !" Zahra membuang wajahnya dia tidak sanggup melihat punya Ezra yang ternyata masih tegang walau sudah kena tendang. Miliknya Ezra besar dan panjang. Wanita itu benar-benar geli dan meras terancam melihat nya.


"Iya dia harus masuk ke sarangnya. Adek harus tanggung jawab." Setelah memastikan miliknya baik-baik saja. Ezra pun melepas semua pakaiannya. Zahra bingung harus apa? dia mondar-mandir di ruangan itu, tak tau harus lari ke mana. Dan kini Ezra sudah berdiri di hadapannya tanpa sehelai kain. Pria itu punya batas kesabaran.


TBc

__ADS_1


vote , like, coment ❤️🙏


__ADS_2