
"Ibot, kenapa isi surat perjanjian nikah sirih itu gak sesuai aturan syarat sahnya rukun nikah?" tanya Zahra pada Bimo. Kini mereka bertiga, yaitu termasuk sang nenek, sedang berada di sebuah taman yang menghadap ke danau buatan dan lapangan golf. Rumah Ezra yang ditempati oleh Zahra, adalah rumah yang baru dibangun. Dan pekarangan rumah itu sangat luas. Bahkan ada danau serta lapangan golfnya.
"Emang apa disitu yang gak buat jadi sah?" tanya Bimo balik.
"Ya maharnya Bot, masak hak kepemilikan bisa batal. Jika aku meminta cerai." Zahra kesal, wajahnya terlihat merengut.
"Apa agama kita menyukai perceraian?" Bimo kembali bertanya, yang membuat Zahra jadi terdiam.
"Nak Bimo, nenek tidak menyangka kalau Nak Ezra bisa kompak dengan putrinya menjebak Rara. Dan sekarang anehnya dia malah menikahi Zahra. Apa dia mau menikahi Zahra, agar putrinya bisa kembali menganiaya Zahra?"
"Apa Nek, Bernai dia menyentuhku. Ku patahkan tangannya. Di sekolah aku gak mau ribut. Karena aku gak mau memperbesar masalah. Tapi, sekarang aku gak satu sekolah dengannya lagi. Awas saja dia kalau berani macam-macam." Ucap Zahra geram. Saking geramnya, giginya sampai bergelutuk
Hahhaha...
__ADS_1
"Dasaar kamu Ra, ibu tiri jahat. Masak anak sendiri mau dihabisin." Celutuk Bimo dengan tertawa garing. Saat ini Bimo sedang membayangkan, gimana jadinya keluarga Bos nya itu, jika punya istri dan anak seperti tom and Jerry. Yaitu Zahra dan Rara, pasti seru kali ya. Bisa-bisa Ezra cepat kena stroek. Mana dia punya istri dua lagi.
"Aku gak jahat Ibotoku. Rara yang jahat, selalu gangguin aku dan yang paling menjijikkannya
Dia sekongkol dengan Pak tua itu, untuk menodaiku. Dasar fedofil." Kedua mata Zahra berkabut, dia pasti akan sedih. Jika membahas dan mengingat kejadian di kamar hotel itu.
"Pak tua? siapa pak tua?" tanya Bimo bingung. Kenapa ada pemeran lain dalam topik pembicaraan mereka ini.
Hahahaha....
Bimo kembali tertawa lepas, dia bisa awet muda, kalau terus diberi tugas menjaga Zahra dan Nek Ifah.
"Matamu rabun adekku. Bos itu gantengnya Masallah. Banyak wanita yang ngejar-ngejar Bos loh. Bahkan mantan istrinya masih suka gangguin si Bos. Tapi, si Bos bukan tipe pria yang suka buang waktu dengan terlena dengan wanita. Bos itu walau penampilannya gak Sholeh. Dia itu sebenarnya ustadz."
__ADS_1
"Ustadz, ustadz apaan punya anak kelakuan nya seperti setan." Protes Zahra, tidak setuju dengan pernyataan Bimo. Kalau benar Ezra tahu hukum agama. Kenapa punya Putri gak jelas begitu. Kenapa dia gak didik anaknya dengan benar. Dan kenapa Ezra ingin menodainya.
"Itulah ujiannya buat Bos. Makanya Bos, lama menduda. Dia menahan kan dirinya haus belaian kasih sayang. Karena takut, salah pilih istri lagi." Ucap Bimo serius, menatap Zahra dan sang nenek secara bergantian.
Mereka bertiga duduk bersebelahan. Dengan Bimo mereka apit di tengah. Zahra sebelah kanan dan sang nenek sebelah kiri.
"Tapi, katanya pak tua itu baru menikah. Apa istrinya sekarang wanita baik, sehingga dia yakin untuk menikahinya?" Akhirnya Zahra kepo juga kepada Pak Tuanya.
"Iya Bot, istri Bos sekarang itu baik, Soleha, sabar, pintar masak. Makanya Bos langsung menikahinya. Walau Bos sebenarnya sudah suka pada pandangan pertama" Bimo kembali menoleh ke arah Zahra. Kemudian pria itu, memain-mainkan bulu-bulu tak panjang yang ada di dagunya. Nampak berfikir dan terus mengamati wajahnya Zahra.
"Wajahmu bahkan mirip dengan istri Bos dek. Mirip kalipun, apalagi bibir dan bentuk dagunya."
TBC
__ADS_1