AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Tertangkap basah


__ADS_3

"Ini baju apa?"


Zahra keluar dari kamar dengan hebohnya. Ia menggoyang kan sedikit tubuhnya, jinjit-jinjit dan baju yang dikenakan Zahra akhirnya naik turun. Jadilah Zahra yang tidak berhijab berjoget dengan baju naik turun di hadapan Ezra.


Ezra terkaget-kaget melihat sang istri yang joget - joget di hadapannya. Mana kini kaki mulus sang istri terekspos indah. Bahkan saat baju itu naik, paha mulusnya Zahra jadi kelihatan.


"Baju apa itu?" Ezra yang penasaran, menghampiri sang istri. Ia kurang senang dengan baju pilihan Dika. Ngapain beli baju yang bisa naik turun. Apa gunanya memakai baju, kalau bisa tersingkap ke atas. Maklum lah Ezra kurang suka yang begituan, secara ia kan pak haji.


Tapi, karena melihat sang istri begitu happy berjinjit - jinjit dan baju itu ikut turun naik, Ezra malah ikut berjoget mengikuti gerak Zahra yang tertawa. Entah magnet apa yang dimiliki oleh baju yang lagi viral itu, yang jelas orang yang memakainya jadi heboh sendiri karena baju itu.


"Sini By.." Zahra meraih tangan sang suami. Mereka malah berjoget dan berdansa Alaa Cha Cha.


Hahaha


Zahra tertawa lepas. Hari ini begitu banyak kejadian yang tak terduga yang menguras emosi hingga membuat gelak tawa.

__ADS_1


Haaahhh....


Keduanya akhirnya merasa lelah, karena berdansa sambil tertawa. Ini diakibatkan karena Dika salah beli kostum. Sebenernya gak salah. Dika membeli satu set dengan celananya juga. Hanya saja Zahra merasa baju itu lucu.


"Gak usah pakai baju ini ya sayang, Hubby malu. Nanti pas kamu makainya terus bajunya naik turun dan kamu jadi bahan tontonan orang. Hubby gak mau kalau kamu dilihatin orang." Ujar Ezra merapikan rambut sang istri yang menutupi sebagian wajahnya. Karena terlalu semangat berjoget, rambut nya Zahra yang tergerai jadi berantakan.


"Ya gak apa - apalah By, ini kan baju yang lagi viral itu." Zahra merasa motif baju itu bagus. Ditambah cuting an nya juga besar. Jadi gak ngefres di bodi. Ya cocok lah dipakai wanita muslimah.


"Pakai di rumah saja ya sayang!" Bujuk Ezra, ia harus lembut meminta pada sang istri, agar istri bar bar nya itu menurut.


Zahra tersenyum tipis. "Iy deh By." Zahra yang ada dalam pangkuan Ezra. Kini memasrahkan tubuh nya ambruk dalam dekapan pria itu. Ia merasa sangat tenang jika sudah bergelayut manja pada suaminya itu. Rasanya tenang dan buat damai di hati.


Ezra seneng sekali mendengar permintaan istrinya itu. " Iya sayang." Ucapnya lembut, mengusap kepala sang istri hingga ke punggungnya Zahra.


"Takut kehilangan Hubby?" Zahra mengangguk lemah.

__ADS_1


"Hubby takut gak kehilangan aku?" kini Zahra yang ingin tahu perasaan Ezra padanya.


"Takut, sangat takut. Kelak apapun yang terjadi, jangan pernah kepikiran untuk berpisah ya? karena, dalam rumah tangga pasti banyak masalahnya nanti." Ujar Ezra lembut, tangannya masih terus mengusap lembut kepala hingga punggung nya Zahra.


Zahra yang merasa bersyukur mendapatkan Ezra, akhirnya mengeratkan pelukannya. Dari sikap sang suami, ia sadar kalau suaminya itu benar-benar cinta padanya. Sangat takut kehilangannya. Dan ia pun harus menekankan itu pada dirinya.


Larut dalam suasana romantis yang penuh penghayatan itu, kini Ezra mengurai dekapan sang istri. Sehingga kini kedua nya bersitatap penuh dengan cinta. Tentu saja mereka akan menyalurkan hasrat yang bergelora di dadanya. Pelan tapi pasti, kini bibir keduanya pun bertemu.


Ceklek....


Mata Ezra yang tadi merem, kini melek mendengar suara pintu dibuka. Tentu saja ciu man itu harus berakhir dengan belum tersalurkan nya gairah keduanya.


"Maaf.... Maaf bos..!"


Dika pun menutup pintu itu cepat, dengan memegangi dadanya. Ia jadi mupeng, karena melihat adegan romantis itu.

__ADS_1


Zahra yang malu, malah semakin memeluk tubuh sang suami erat. Ingin rasanya ia memasukkan tubuh nya ke lubang semut.


TBC


__ADS_2