AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Gagal


__ADS_3

Tahu Zahra akan keluar dari kamar. Ezra pun lari ngacir menuju kamarnya. Ia tak mau Zahra, tahu kalau ia sedang menguping.


Sesampainya di dalam kamar, Ezra bingung mau ngapain. Ia pun akhirnya sembunyi di balik pintu kamarnya.


"Doorr...."


Ezra mengejutkan sang istri, saat Zahra membuka pintu kamar itu.


"Awwaaaww....!"


Zahra teriak histeris, sungguh ia sangat terkejut. Ia berontak dan memukul kuat lengan Sang suami yang melingkar di dadanya.


"Hubbbyy....!"


Tubuh Zahra bergetar hebat. Dadanya terlihat naik turun m Sungguh ia benar-benar terkejut.


"Lepas ... Lepaskan...!"

__ADS_1


Ezra akhirnya melepaskan pelukannya dari sang istri.


Zahra menjauh dari Ezra. Menghirup oksigen sebanyak-banyaknya di tempat itu. Jujur ia masih terkaget-kaget. Syukur ia tak kencing di celana. Karena, ia memang sesak pipis.


"Hubby mau membunuh ku?" ujar Zahra kesal, dengan wajah memerah, ia benar-benar emosi. Terlihat kekesalan yang serius di wajah sang istri. Ia tak menyangka istrinya akan semarah ini.


"Sayang... Mana mungkin Hubby mau membunuhmu." Mendekati Zahra dan berusaha meraih jemari sang istri. Tapi, Zahra menepis tangannya Ezra. Saat ini Ezra terlihat ketakutan pada Zahra. Istrinya itu benar-benar marah.


"Kelakuan Hubby tadi buat jantung ku copot tahu " Zahra terus saja mengelak saat Ezra ingin meraih tubuh sang istri. Dan Zahra malah masuk ke ka mar man di.


"Kenapa aku yang jadi salah? Harusnya aku yang marah, karena ia gak ingat waktu. Bahkan mau meninggalkanku sendirian di kamar ini. Apa gunanya aku punya istri, kalau tidur memeluk guling." Ezra bicara sendiri dengan kesalnya. Istrinya itu memang, masih senang dengan dunianya sendiri.


Melihat sang istri keluar dari ka mar man di. Dengan senyum mengembang, Ezra menepuk ranjang di sebelahnya. Memberi kode, agar istrinya itu cepat naik ke atas ranjang. Ia sudah tak sabar untuk melakukan mantap-mantap. Ya saat ini, Ezra sudah berbaring di atas tempat tidur menghadap ke arah Zahra.


Dengan wajah malasnya, seolah Ezra tak menggiurkan. Zahra malah membuat guling sebagai pembatas di ranjang itu.


"Adek kantuk By, capek. Selamat tidur..!" Ujar Zahra dengan tatapan mata tajam. Menutup tubuhnya dengan selimut hingga dada dan tidur miring membelakangi Ezra.

__ADS_1


Ezra sampai kesusahan menelan ludah sendiri melihat ekspresi wajah menyeramkannya Zahra. Dari bahasa tubuh sang istri. Ia mengatakan sedang tak ingin diganggu suaminya itu


Huuuffftt


"Halwa ...!" Kalau Ezra sudah memanggil Zahra dengan sebutan nama. Itu artinya suaminya itu juga sedang marah padanya.


Zahra yang tak mau dikatakan istri durhaka. Akhirnya mengubah posisinya hingga menghadap suami. Ia sadar, sikapnya yang tadi salah. Tak seharusnya ia melotot pada Ezra. Tapi kan ia lagi kesal. Susana hati ibu hamil, memang cepat berubah.


Hoaammm.


Melihat sang istri kantuk berat. Itu sudah jadi tanda. Tak akan ada lagi acara kuda-kudaan malam ini. Seperti malam kemarin.


Zahra memang sudah kantuk berat. "By, aku capek mau tidur. Selamat tidur ya!" Zahra menepuk pelan pipi sang suami. Ia bersikap seperti itu, hanya ingin mengatakan tidak ada yang perlu dibahas. Jadi, lebih baik mereka tidur saja. Karena esok suaminya itu akan bekerja. Dan ia akan ke butik sang ibu mencoba gaun pengantin. Seminggu lagi, acara resepsi pernikahan mereka. Setelah acara di kota M, sehari semalam. Maka, Minggu depannya akan resepsi di kampung. Dan di kampung resepsinya berlangsung selama tujuh hari tujuh malam.


TBC


Like, coment dan vote say

__ADS_1


__ADS_2