AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Dewa penyelamat


__ADS_3

"Bruugghhh....!" Zahra yang berlari menatap kebelakang, dengan tergesa-gesa dan mawas diri itu, menabrak seseorang. Sontak dia terkejut. Dia beranggapan, orang yang ditabraknya adalah suruhan Rara. Dia pun mendorong kuat tubuh orang yang ada dihadapannya. Tapi, pria itu malah menahan tangannya Zahra.


Zahra ketakutan, "Tolong... tolong..!" Dia harus minta tolong. Siapa tahu, karyawan atau pelayan hotel ada yang mendengar teriakannya.


"Zahra, Zahra.. Kamu kenapa di sini?" Zahra pun mengangkat wajahnya, karena mengenal suara itu.


"Ferdy... Ferdy...!" ucapnya dengan perasaan sedikit legah, tapi masih dengan wajah ketakutan. Tiba-tiba saja dia merasa tak bertenaga, hingga wanita itu pun sempoyongan.


"Zahra..!" Ferdy, teman sekolah Zahra beda jurusan itu pun, membopongnya ke sebuah kamar. Zahra masih sadarkan diri. Tapi, dia merasa lemas tak bertenaga. Dia pun hanya diam dalam gendongan Ferdy.


Ferdy sudah sampai di kamarnya. Dia pun membaringkan Zahra di ranjang. Zahra yang merasa tidak enak hati itu, berusaha untuk bangkit. Bagaimana pun, ada rasa tidak enak di hatinya. Berada satu kamar dengan Ferdy. Yang bukan muhrimnya.


"Baring saja dulu. Gak usah sungkan." Ucap Ferdy, menahan tubuh Zahra yang ingin duduk itu. "Aku ambilkan minum dulu." Ferdy beranjak dan mengambil air mineral satu botol pada Zahra.


"Ayo minumlah!" Kali ini, Dia pun membantu Zahra untuk duduk dan bersandar di head bord tempat tidur itu.

__ADS_1


Zahra meneguk habis air mineral yang berisi satu liter itu. Ferdy sampai dibuat terheran-heran.


"Pelan, pelan minumnya Ra." Zahra melirik Ferdy dengan mata berkaca-kaca. Haruskah dia menceritakan apa yang dialaminya pada Ferdy?


Meraih botol minum yang kosong dari tangannya Zahra. "Kamu kenapa di sini malam-malam begini? mengendap-endap ketakutan, lewat dari belakang?" menilik wajah Zahra yang masih nampak bingung dan ketakutan itu.


"Apa kamu ikut memeriahkan pestanya Rara juga?" Masih memperhatikan lekat wajah Zahra yang seperti ketakutan itu. Kali ini Zahra menatap serius Ferdy. Wanita itu pun menganggukkan kepalanya.


"Oohh.." Jawab Ferdy, menarik kursi dan duduk di dekat ranjang. Dia penasaran dengan Zahra yang mau ikut-ikutan dunia malam.


"Ka--mu kenapa di sini Ferdy?" Tanya Zahra dengan suara terbata-bata. Dia masih belum tenang.


"Kerja?" Ferdy mengangguk.


"Masak kamu kerja di Hotel. Kamu kan masih pelajar. Lagian kamu kan orang kaya Ferdy. Kamukan dari keluarga kaya." Ucap Zahra bingung, dia sampai mengulang-ulang kalimatnya sendiri.

__ADS_1


Ferdy tersenyum melihat tingkah polosnya Zahra. Ternyata Zahra tidak tahu semua tentang Ferdy. Padahal Ferdy tahu semua, tentang Zahra.


Ferdy adalah putra seorang pengusaha sukses di bidang perhotelan. Dia tergolong siswa baru di sekolahnya Zahra. Dia minta pindah ke sekolah nya Zahra. Karena dia ingin selalu dekat dengan neneknya yang sakit-sakitan. Dan di sekolah inilah dia mengenal Zahra.


Sekolah mereka walau terdapat di perkampungan. Adalah sekolah terbagus di tingkat kabupaten.


"Mengenai saya gak penting. Mengenai kamu sekarang yang buat aku penasaran. Kenapa kamu seperti ketakutan?" masih memperhatikan Zahra. Yang kini semakin terlihat ketakutan.


"A-ku, aaaku takut Fer." Zahra tidak bisa membendung air matanya yang dari tadi menerobos ingin keluar itu.


"Kamu kenapa?" Ferdy benar-benar dibuat penasaran. "Apa Rara mencelakaimu?" memegang bahu Zahra yang dari tadi bergetar karena menangis.


Zahra mengangguk dan langsung menangis histeris. Ferdy dibuat bingung dan merasa sedih, mendengar suara tangisan Zahra. Pria itu pun mengambil tisu di atas nakas, yang bisa diraihnya tanpa berpindah tempat. Dan menyodorkannya pada Zahra. Dia tidak mungkin melap air mata wanita yang sedang bersedih di hadapannya. Karena dia tahu batasannya.


"Coba ceritakan, aku akan membantumu Zahra." Zahra pun langsung terdiam, dia jadi bingung. Haruskah menceritakannya pada Ferdy. Takutnya masalah tambah runyam.

__ADS_1


"Kenapa diam, ayo ceritakan?" desak Ferdy.


TBC


__ADS_2